Segala upaya sudah dicoba, tak hanya melakukan hubungan seksual secara
teratur di masa subur. Tapi juga melakukan pemeriksaan kesuburan melalui
laboratorium. Hasilnya? Anda tetap tak kunjung hamil.
Tak perlu cemas, masih ada upaya lain yang perlu Anda pertimbangkan untuk
dicoba, yaitu memeriksakan titer antibodi darah Anda. Tujuannya adalah untuk
mengetahui apakah tubuh Anda membentuk antibodi terhadap sperma suami
(alergi sperma) atau tidak.


*Mengapa terjadi alergi sperma?*

Secara alami kekebalan tubuh manusia akan merespon benda asing (antigen)
yang masuk. Kondisi ini disebut sebagai alergi. Salah satu antigen yang
ditolak tubuh adalah polisakarida yang terkandung dalam sperma. Jadi alergi
sperma terjadi karena sistem kekebalan (antibodi) terpapar antigen sperma
sehingga secara otomatis tubuh memproduksi antibodi terhadap sperma.
Kondisi ini menyebabkan sperma dianggap sebagai benda asing, dan ditolak
untuk membuahi sel telur. Proses ini tidak memungkinkan pembuahan terjadi.

Solusi
Agar terjadi kehamilan, alergi terhadap sperma perlu ditangani secara
khusus. Salah satunya dengan cara mengurangi kuantitas hubungan atau
mengunakan kondom. Tujuannya agar vagina tidak terpapar sperma setiap kali
berhubungan intim. Sehingga rangsangan pembentukan antibodi terhindari.
Sehinggga diharapkan antibodi mengalami penuruna

Selain menggunakan kondom, terapi medis yang dapat dilakukan adalah:

*1. Terapi steroid*
Cara menekan antibodi dengan obat-obatan. Terapi ini bisa dilakukan dengan
terapi oral, mengonsumsi tablet atau suntikan.

*2. Pencucian sperma untuk terapi inseminasi*
Terapi ini dilakukan bila kualitas sperma kurang baik. Caranya sperma suami
akan ditampung, dan dilakukan pencucian di laboratorium. Setelah itu, sperma
yang baik dimasukkan ke dalam rahim, sehingga sperma tersebut akan mencari
sendiri sel telurnya.


*3. Teknologi reproduksi*
Cara yang dilakukan adalah menyuntikkan sperma lagsung pada sel telur. Sel
telur istri diambil dengan laparoskopi, kemudian sel sperma suami yang
bergerak/hidup, langsung dimasukkan ke dalam sel telur di laboratorium.
Setelah itu sel telur yang telah dibuahi sperma disuntikkan ke dalam rahim.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke