Filmnya keren nih, wajib nonton!

http://www.provoke-online.com/review-film-warrior-2011/


Review Film: Warrior



By Ignatius Ivan / 14 October 2011 1 comment

Film macho yang bisa menyentuh sisi paling halus dari kegaharan lo.


“Bro, film tinju itu wajib hukumnya buat cowo” Begitu kira-kira 
stereotype yang muncul kalo kita  ngebahas soal film wajib buat cowo. 
Film jenis ini,semacam tinju, emang deket banget sama image cowok gagah 
berbadan bidang yang kuatnya seamit-amit. Namun, apa Warrior cuma film 
cowok yang pamer otot doang?


Tren menyuntikkan tema beladirike dalam drama serius (baca: oscar-worthy) 
sebenernya udah terasa dari beberapa tahun yang lalu. Darren Aronofsky pernah 
mengangkat kehidupan pegulat di The Wrestler (2008). Begitu juga dengan The 
Fighter (2010)-nya David O.Russell. Dalam Warrior, Gavin O’Connor (Miracle, 
Pride and Glory) juga mencoba untuk menggabungkan kedua hal yang sebenernya 
agak kontras tersebut dalam racikan terbarunya ini. Hmmm, berhasil gak yah?


Warrior nyeritain tentang konflik yang terjadi antara seorang ayah dan 2 orang 
anaknya. Paddy Conlon (Nick Nolte) adalah seorang pemabuk dengan masa lalu yang 
kelam, doi 
pernah ninggalin kedua anak dan istrinya ketika masih muda dulu. Karena 
hal itulah, kedua anaknya, Brendan (Joel Edgerton) dan Tommy Conlon (Tom 
Hardy), membenci Paddy abis-abisan. Tommy sendiri, semenjak kecil, 
sebenernya adalah pegulat dengan masa depan yang cerah, namun karena 
kejadian tersebut, pria bertubuh kekar ini harus merawat ibunya sendiri 
sampai akhirnya meninggal karena sakit. Paddy, Tommy dan Brendan pada 
akhirnya memilih untuk membangun kehidupan sendiri-sendiri sampai 
akhirnya sebuah turnamen membawa mereka semua kembali ke luka lama yang 
telah dipendam sebelumnya.


Drama banget? Bener! Namun, kalo ada genre drama yang bisa memaksa lo untuk 
mengucurkan air mata tanpa harus kehilangan harga diri sebagai seorang pria, 
maka Warrior adalah salah satu pengusungnya. Yap, harus diakui, film ini 
berhasil 
memaksa kami semua untuk menahan napas di klimaksnya sampai akhirnya air mata 
perlahan mengalir di antara para audiens baik pria maupun wanita. 
Hebatnya,perpaduan antara konflik keluarga dan adegan laga yang cukup 
keras ini dirajut dengan baik sehingga keduanya menjadi seimbang dan 
terasa tidak berlebihan. Inilah yang membuat Warrior bisa stand out di antara 
film-film beladiri lain, yang biasanya lebay banget.



Ditengah gempuran film-film box office yang menjual kadar 
testoteron tinggi dengan adegan aksi dan ledakan, Warrior berhasil 
ngasih sesuatu yang berbeda. Film ini dengan dashyatnya bisa menyentuh 
sisi terlembut dari kegaharan lo semua. So, jangan bengong, langsung aja ajak 
gebetan buat nonton di Blitz Megaplex terdekat!

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke