Kirain jawab nya mau "diet dulu"....xixixixixi.....

peace ahhh.....kabooorrr.......

Morningmoon wrote:
paporit gw, nunggu rambut panjang, nyahahahahahahaha

    */ I do my thing & u do ur thing, I'm not in this world to live up
    to ur expectations & u are not in this world to live up to mine.
    U are u & I am I, & if by chance we find each other, it's
    beautiful.... If not, it can't be helped

    /The Gestalt prayer, FP*




2011/11/9 LilikS <[email protected] <mailto:[email protected]>>

    *Tips Cerdas Jawaban Pertanyaan “Kapan Menikah?” *

    *   *

    “Kapan nikah?” Mungkin akan sangat menggangu dan membosankan
    ketika Anda belum mempunyai pacar atau bahkan cowok kecengan. Tak
    perlu tertekan atau jadi defensive. Coba jawab saja
    pertanyaan-pertanyaan ‘membosankan’ tersebut dengan 20 alternatif
    jawaban, agar mereka menjinak dan tidak mengejar-ngejar Anda:

    Tips Cerdas Jawaban Pertanyaan Kapan Menikah

    1. “Habis Lebaran.” Trik ini selalu sukses saya pakai. Biasanya
    orang yang bertanya akan pasang tampang gembira, disusul
    pertanyaan lanjutan. “Oh ya? Persis setelah lebaran? Tanggal
    berapa?”Anda tinggal sebut saja angka yang bagus. “Enam!” Nanti
    dia akan bilang, “Jangan lupa undanganya ya!” Sebuah ‘perintah
    yang mudah saja Anda jawab dengan, “Oke!”

    2. “Bulan Mei.” Ini sebenarnya jawaban terbasi. Ana bisa jawab
    “Bulan Mei”. “Hah! Mei? Tahun ini?” Yak, mei be, next month, next
    year or mei be not!” Habis itu, tertawalah puas karena berhasil
    menipunya. Dia akan bersungut-sungut dan tidak lagi menanyakan ulang.

    3. “Nunggu Kamu.” Nah, bila Anda cewek, jawaban ini pas diberikan
    pada teman pria. Siapa pun itu. Biasanya mereka akan GR, berhenti
    bertanya, atau paling jauh membahasnya sedikit. Namun, jawaban ini
    pantang diberikan pada lelaki peng-GR kelas berat atau tipe player
    (Anda bisa pusing kalau dia justru bersemangat mendekat nantinya),
    atau suami orang yang istrinya pencemburu berat (plus punya
    mata-mata di sekitar Anda).

    4. “Kamu Kapan?” Kalau jawaban ini paling pas untuk penanya yang
    juga belum menikah. Tidak perlu panik jika dia tahu-tahu
    menyebutkan tanggal dan bulan rencana pernikahannya. Justru
    disitulah temapt perlindungan teraman Anda. Segera pasang tampang
    exited, tanya dengan detil rencan pernikahanya, lengkap dengan
    konsep acara, siapa lelaki beruntung itu, dan bla-bla-bla. Orang
    yang berencana menikah akan bersemangat menceritakannya.
    Begitucerita habis, segera pamit dari hadapanya atau menggantu
    topik lain, begitu ada jeda.

    5. “Tunggu Saja Undangannya.” Cara ini cukup ampuh. Anda tingga
    bilang, “Tunggu saja undangannya, ya!” Orang akan berhenti
    bertanya soal ini-itu bila Anda sudah punya undangan. Bila dia
    bertanya lagi tentang kapan-sama siapa, jawab saja “Sudahlah,
    tunggu saja. Enggak sabar amat.” Ucapkan sambil tersenyum lebar.
    Bila suatu ketika kemudian Anda bertemu lagi dan dia menagih
    undangannya, jawab saja, “Tenang, tunggu saja ya.” dan tetap
    berikan senyum lebar itu lagi padanya.

    6. “Tahun Depan.” Jawaban ini miri-mirip dengan “Habis Lebaran!”
    Ditanya tanggal dan bulannya? Jawab saja, “Masih rahasia!”
    Percayalah, orang tidak se-concern itu kok, pada
    tanggal-bulan-tahun pernikahan Anda. Jadi tidakperlu ditanggapi
    dengan serius pertanyaannya.

    7. “Lagi Yoga.” Anda tidak siap menghadapi pertanyaan, “Kapan
    Menikah?” sekaligus tidak siap dengan jawaban apapun. Tenang saja.
    Sebenarnya Anda tidak perlu berpikir. Cukup berikan jawaban yang
    Anda suka dan sekenanya. “Lagi Yoga”, “Mau lari pagi nih” atau
    apapun. Dia akan segera tahu bahwa memang Anda sedang berkelit dan
    tidak ingin menjawab pertanyannya.

    8. “Nunggu Dia.” Ayo, cari seseorang acuan di sekitar Anda. Orang
    acuan adalah orang yang belum menikah, yang mumurnya berada di
    atas Anda. Bila teman, sepupu, tante, mungkin? Di balik dialah
    Anda bisa berlindung. Begitu Anda ditanya Anda tinggal bilang,
    “Aku nunggu dia dulu.”

    9. “Ngga Mau Ngelangkahin.” Jawaban ini setipe dengan jawaban di
    poin 8, namun dengan nuansa yang lebih kocak.Anda punya 2
    alternatif jawaban untuk maksud yang sama.

    10. “Iya, nih.” Semua orang tahu kalau jawaban, “Iya nih” adalah
    sebuah jawaban sopan untuk menyampikan maksud Anda yang kurang
    lebih, “Iya nih, masih belum ada yang cocok atau belum ada yang
    mau, padahal saya sendiri sudah ingin punya pendamping, dan saya
    sudah capek ditanya terus kanan-kiri, termasuk Anda.” Namun dengan
    cukup 2 kata, tersebut Anda akan aman dan tidak membuat Anda
    menjadi depresi.

    11. “Kalau Inggris Menang.” Momen piala dunia bisa Anda
    manfaatkan. Sebut saja salah satu negara yang tampaknya tidak
    mungkin untuk menjuarai turnamen akbar tersebut -kalau tidak tahu,
    anda bisa mengkonsultasikan dulu dengan teman kantor. Sehingga
    ketika ditanya, Anda bisa menjawabnya, “Oke, saya akan kawin kalau
    Inggris Juara Piala Dunia!” atau lebih ekstrem lagi
    “Tenang..tenang, begitu Indonesia Juara Piala Dunia, aku langsung
    kawin hari itu juga!” Orang akan menganggap Anda punya sense of
    humor namun tidak berminat menjawab pertanyaan tersebut.

    12. “Brat Pitt Selingkuh, sih.” Ya ini memang pilihan jawaban
    basi, tapi cukup ampuh membungkam si penanya. Sekalian ceritakan
    kalau Anda selama ini sudah menjalin hubungan jaraj jauh dengan
    Brat Pitt, tapi sayangnya ia lebih memilih Angelina Jolie sebagai
    pasangannya. Karanglah cerita sepanjang mungkin, sampe orang yang
    bertanya menutupnya dengan, “Huuuuu!”. Dan tugas Andatelah
    selesai. Namun yang perlu dijaga adalah intonasi Anda. Tetap
    santai, tersenyum dengan jenaka.

    13. “Cari tanggal yang bagus Nih!” Anda juga bisa menyampikan
    bahwa Anda ingin hari pernikahan Anda mudah dikenang. “aku ingin
    tepat di 10/10/2010 atau 11/11/2011, tapi lebih cantik kalo
    22/22/2222 bisa ga ya?”

    14. “Punya Kenalan Duda?” Answer her/his question with question.
    Coba dengan jawaban spektakuler ini. Boleh juga Anda tambahkan,
    “Kalau bisa duda beranak satu ya? Jadi aku sekalian dapat satu
    paket! Sekalian membuktikan kalau dia memang sudah
    terbukti!hahaha…” Tapi jangan panik kalau ternyata si penanya
    punya stok teman berstatus duda, dan berniat mengenalkannya pada
    Anda. Ya, kecuali kalau Anda memang berniat mencari duda beranak
    satu!

    15. “Hari Gini?” Bagi Anda yang belum menjadikan menikah sebagai
    agenda hidup, boleh juga Anda menunjukan dengan jawab ini. Setelah
    itu tutup dengan senyum termanis yang pernah Anda punya. Atau bisa
    juga jawaban “Hari gini?” atau bisa juga Anda tambahkan dengan,
    “Masih musim ya?” lalu Anda tambahkan dengan, “besok deh nunggu
    musimnya!”

    16. “Coming Soon.” Beberapa orang menganggapnya jawaban ini cukup
    melegakansi penanya. Paling tidak, dia merasa bahwa Anda memang
    berniat menikah, suatu ketika kelak. Paling Anda hanya perlu
    meneguhkan hati, jika dia memberikan nasihat panjang lebar
    pentingnya masuk ke dalam ‘jebakan’ pernikahan.

    17. “Rahasia!” Kalau Anda bukan tipe orang yang mudah terprovokasi
    serta punya banyak stok rasa santai, maka gunakan jawaban ini.
    Soalnya orang yang diberikan jawaban ini akan penasanran dan
    membombardir Anda dengan desakan.

    18. “Nunggu Rambut Panjang.” Bagi Anda yang berambut pendek dan
    seumur-umur tidak pernah memanjangkannya, bisa menggunakan jawaban
    ini. Akan lebih ampuh jika saat itu kondisi rambut Anda sedang
    berantakan, panjang tanggung, karena kebetulan Anda belum sempat
    ke salon. Ini menguatkan jawaban tipu daya Anda. Paling si penanya
    akan mengerutu.

    19. “Diet Dulu.” Diet biasanya dilakukan menjelang hari
    perkawinan. Sehingga jawaban ini bisa ditangkap dalam 2 arti oleh
    orang lain, “Anda akan menikah dalam waktu dekat” atau “Ah, itu
    cuma jawaban berkelit”. Apapun tanggapn orang itu. Anda tidak rugi
    apa-apa. Dan ini yang penting, Anda dapat segera kabur dari
    hadapannya. Jangan lupa lambaikan tangan, sambil bilang “Daaah!”

    20. “Ah, Bisa Aja.” Ini adalah jawaban yang membungkam si penanya.
    Dan setelah itu, dia akan kesulitan untuk mengulangi
    pertanyaannya. Pun salah gaya untuk melontarkan pertanyaan baru.
    Coba saja. Bagus juga kalau Anda bisa berimprofisasi dengan
    menjawab, “Ah bisa saja!” sambil nyoleh bahu si penanya,
    cengar-cengir sebentar, kemudian segera berlalu.





CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
individual or entity to whom it is addressed and contains information that is
privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not the
intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
communication. If you have received this communication in error, please notify
us immediately by return email and delete the original message.



--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke