Harusnya PSSI tegas...
Jangan sampe ada dualisme kaya gini dibiarin terus
Kpan mau majunya sepakbola indonesia?

From: erick hendrian [mailto:[email protected]]
Sent: 28 Nopember 2011 13:29
To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Perbedaan konsep IPL dan ISL (Carut Marut Kompetisi Liga 
Indonesia)

Tulisan ini menurut gw kurang berimbang, ada beberapa hal yg kurang tepat;
"Konsep ini coba diterapkan pada musim ini, dengan kursi kepemimpinan PSSI yang 
sudah berada ditangan mereka, konsorsium mencoba menerapkan konsep tersebut 
dikompetisi musim ini, tapi terbentur dengan keberadaan klub-klub besar yang 
sudah berpuluh tahun berdiri.
Kenapa? Karena klub2 itu sudah bisa mendapatkan sponsor sendiri, tanpa perlu 
bantuan konsorsium."
Comments: Sedikit sekali jumlah klub yg berhasil mendapatkan sponsor sendiri, 
pada jaman orde nurdin dengan ISL nya kebanyakan klub justru sangat bergantung 
pada APBD yg jelas2x merugikan rakyat. Andaipun ada klub yg berhasil 
mendapatkan sponsor sendiri tapi sangat riskan dan rentan untuk kesinambungan 
kerjasamanya.
Akibatnya tidak ada prestasi klub yg stabil, contoh nya persik dan arema yg di 
musim sebelumnya menjadi kampiun namun di musim berikutnya prestasi melorot 
karena ditinggal sponsor.

Tapi yg paling penting sebenarnya, sampai kapan kita mau terus dibodohi dan 
dikangkangi oleh dinasti "B" yg notabene adalah dalang dibalik ini semua.
Ga cukup ya dia menyengsarakan masyarakat sidoarjo dengan lapindo nya?
Ga cukup ya bagaimana dia mengobok obok2x sri mulyani hingga angkat kaki dari 
kabinet?
Kenapa kita begitu cepat lupa dengan dosa2x rejim NH,NB dan tentu saja NDB atas 
PSSI.
Sebegitu bodoh nya kah kita?

Gw kira PSSI harus tetap jalan dan tegas, mau cuma 13 klub yg ikut IPL, 
kompetisi harus tetap jalan.
Setuju dengan pendapat Djohar Arifin, "tidak akan ada sanksi thd pemain, karena 
pemain sama sekali tidak bersalah, klub lah yg harus di berikan sanksi"
Langkah tegas PSSI harus dilakukan,
1. bekukan aja semua kegiatan ISL karena memang tidak diakui oleh BOPPI, PSSI, 
AFC dan FIFA.  Jangan kasi ijin mereka melakukan pertandingan.
2. Segera laporkan ke KPK tentang laporan keuangan PSSI dijaman dinasti NH, 
biar mereka ga berani macam2x lagi.
3. Jangan takut menskors klub yg balelo, meski dia klub besar sekalipun. 
Namanya revolusi memang harus memakan korban.







2011/11/28 Aga Madjid <[email protected]<mailto:[email protected]>>



Perbedaan konsep IPL dan ISL

Konsep IPL yaitu Liga Indonesia berada dalam satu perusahaan (konsorsium), jadi 
semua klub dibiayai konsorsium, dengan konsekuensi hasil tiket, hak siar dan 
lain-lain masuk ke PSSI (konsorsium, red).
Ini yang mendasari kenapa saham 70% ke Djohar, 30% ke Faried.

Hal ini sudah berjalan pada kompetisi LPI musim lalu, namun bisa dikatakan 
musim lalu adalah proyek rugi, kenapa?
Dengan jumlah uang miliaran rupiah yang telah dibagikan konsorsium ke 20 klub 
LPI musim lalu, kontrak marquee player, gaji untuk wasit asing, ternyata animo 
penonton untuk LPI sangat kurang. Karena sebagian besar adalah klub2 baru tanpa 
basis supporter yang kuat, sepi penonton, akhirnya tak laku dijual ke sponsor.

Konsep ini coba diterapkan pada musim ini, dengan kursi kepemimpinan PSSI yang 
sudah berada ditangan mereka, konsorsium mencoba menerapkan konsep tersebut 
dikompetisi musim ini, tapi terbentur dengan keberadaan klub-klub besar yang 
sudah berpuluh tahun berdiri.
Kenapa? Karena klub2 itu sudah bisa mendapatkan sponsor sendiri, tanpa perlu 
bantuan konsorsium.
Akhirnya segala cara coba ditempuh PSSI,
1. Menggemukan kompetisi menjadi 36 dan setelah banyak mendapat protes menjadi 
24, kenapa kok gak 18 tim aja, sesuai statuta? Ya karena dari 18 tim ISL musim 
lalu, sebagian besar bukan "tim nya konsorsium", artinya nggak balik modal. 
Akhirnya ditambahlah 6 tim siluman itu, yang notabene "timnya konsorsium", 
pesan sponsor, red.
2. Memergerkan tim-tim LPI dengan ISL, contoh Jakarta FC dengan Persija, ini 
bisa dikatakan take over secara halus, karena kita tahu potensi besar Persija 
dengan the Jak Mania nya. Beberapa klub berhasil melawan, hasilnya apa? 
Timbullah dualisme, Persebaya 1927-Persebaya Wisnu, Arema M.Nuh Arema Rendra, 
Persija (Jakarta FC) Persija Paulus, dan hampir saja timbul Persib 1933. Klub2 
diatas adalah klub2 besar dengan basis supporter yang kuat, bisa dibayangkan 
keuntungan yang didapat oleh konsorsium?

Tidak ada yang salah dengan konsep konsorsium tersebut, dengan syarat seluruh 
tim adalah timnya konsorsium, seluruh biaya dari konsorsium, dengan timbal 
balik, hasil tiket tidak sepenuhnya untuk klub, sebagian ke konsorsium, 
pembagian hak siar, sponsor dan keuntungan ke konsorsium. Tapi hal ini tidak 
akan bisa berjalan jika di liga tersebut hanya sebagian kecil yang mau jadi 
timnya konsorsium.

Sedangkan konsep ISL, klub cari uang sendiri, cari sponsor sendiri, tapi 
keuntungan kompetisi ya balik ke klub (99% klub, 1%PSSI) karena pada konsep ini 
klub lah yang berdarah2 membiayai diri mereka sendiri. Konsep ini yang dianut 
sebagian besar kompetisi2 eropa.

Tidak ada yang salah dengan 2 konsep itu, yang menjadi masalah adalah ketika 
klub-klub dengan 2 konsep tersebut digabung menjadi satu kompetisi. Klub 
konsorsium tentu tidak masalah ketika hak siar, uang tiket, sponsor masuk ke 
konsorsium, karena toh mereka tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk biaya 
kontrak dan operasional klub. tapi klub-klub yang membiayai diri sendiri tentu 
keberatan, karena mereka membiayai diri mereka sendiri. Mau rapat 7hari 7malam 
pun tidak akan ketemu titik temu.

Seandainya pun IPL dengan 24 tim berjalan, ada kemungkinan konsorsium akan 
berusaha membela dan mempertahankan eksistensi klub-klubnya di IPL, dan 
mendegradasikan klub-klub nonkonsorsium. Suatu bahaya laten.

Menurut pendapat saya pribadi, konsep ini tidak dikemukakan oleh PSSI sejak 
awal, sehingga timbul saling curiga. Seharusnya mereka dari awal menawarkan ide 
mereka ke 18 tim yang berhak tampil di ISL.

Kalau mereka setuju maka jalan...
Jika tidak, ya jangan dipaksakan, karena mereka duduk di kursi itu karena 
dipilih oleh klub-klub anggota PSSI.
Yang terjadi sekarang PSSI seperti memaksakan kehendaknya, menghalalkan segala 
cara, tanpa menghiraukan aspirasi klub-klub anggota, akhirnya segala keputusan 
main tabrak sana tabrak sini.
Timbul yang namanya PSMS ke IPL karena pesan sponsor, Bontang FC ke IPL karena 
kasihan dikerjain wasit, dan alasan2 lainnya yang terlalu dibuat2.

Dan saya lebih setuju jika tim2 profesional mencari sponsor sendiri, seperti di 
Liga2 Eropa. Daripada pendanaan terpusat ala konsorsium.

Jika AP ingin memajukan sepak bola nasional, iya bisa membeli klub-klub yang 
sudah ada, atau mendirikan klub baru dan berjuang dari bawah.
Tidak seperti kasus Persija, Arema dan tim2 lainnya. Dengan Kekuasan PSSI, 
mereka seperti mengambil alih tim2 tersebut secara paksa. Menunjuk satu orang, 
dan mengatakan bahwa ini Arema yang sah, ini Persija yang sah. Tapi satu hal 
yang perlu diingat, tim-tim tersebut besar bukan karena namanya, tapi karena 
suporternya.

Walaupun anda sudah merasa kuasai Arema, sudah kuasai Persija, tanpa Aremania 
dan The Jak Mania, tetap saja tim itu seperti Jakarta FC, Bintang Medan , dan 
tim2 LPI lainnya. Tanpa penonton dan anda rugi.
__._,_.___

".... I am the KING to my own UNIVERSE that Rule my MIND, BODY and SOUL !!! 
...."

- Aga Madjid -

--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]<mailto:[email protected]>
to join this group, send blank email to :
[email protected]<mailto:aga-madjid%[email protected]>
to quit from this group, just send email to :
[email protected]<mailto:aga-madjid%[email protected]>
please visit to www.facebook.com/aga.madjid<http://www.facebook.com/aga.madjid>,
add my Yahoo Messenger at [email protected]<mailto:[email protected]> or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.



SAFETY – FIRST, LAST, and ALWAYS

Please consider the environment before printing this e-mail.

The information transmitted is intended only for use by the addressee and may 
contain confidential 
and//or privileged material. Any review, re-transmission, dissemination or 
other use of it, or the taking 
of any action in reliance upon this information by persons and//or entities 
other than the intended 
recipient is prohibited. If you received this in error, please inform the 
sender and//or addressee 
immediately and delete the material from all locations. Thank you.

The Redpath Group
Head Office: 710 McKeown Avenue, North Bay, Ontario, Canada P1B 7M2
(705) 474-2461

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke