P#107: Beratnya Bekerja Di Musim Hujan
 
Hore!
Hari Baru, Teman-teman.
 
Sore ini hujan turun demikian deras. Diselingi dengan bunyi petir yang 
menyambar-nyambar. Sudah bisa dibayangkan, betapa dalamnya genangan air 
disetiap sudut kota. Padahal, kebanyakan pekerja berada jauh dari 
rumahnya. Tidak terbayangkan betapa tidak mudahnya perjalanan pulang 
nanti.
 
Itu baru orang kantoran. Bagaimana dengan orang-orang lapangan yang 
sehari-harinya berjibaku dengan terik mata hari dan dinginnya air hujan? 
Oooo… hanya mereka yang pernah mengalaminya saja yang memahami hal itu. 
Saya beruntung, karena pernah mengalaminya. Jadi, Anda tidak usah menuduh 
saya sok tahu ya. Karena kejadian seperti itu ‘gue’ banget.
 
Berat ya pekerjaan ini? Khususnya di musim penghujan seperti ini. Belum 
lagi kalau memikirkan rupiah yang bisa kita raih. Rasanya tidak sebanding 
dengan pengorbanan ini. Sudah bekerja seberat ini saja masih banyak yang 
belum bisa terpenuhi.
 
‘Andai saja ada cara lain yang lebih mudah untuk mendapatkan nafkah ini….’ 
Begitulah biasanya orang membayangkan sambil berteduh dikolong jembatan 
layang. Memikirkan nasib seraya mengangankan keadaan yang lebih baik. 
 
“Nasib orang kecil, cuman begini-begini saja. Beda sama orang-orang besar. 
Yang tinggal duduk manis dikantornya yang sejuk. Diatas kursi empuk. Dan 
jika mesti tugas lapangan pun mengendarai mobil yang bisa membuat 
perjalanan menjadi nyaman…..”
 
Hey, sahabat. Berhenti melamun seperti itu. Daripada sekedar membayangkan 
betapa enaknya jadi pegawai besar yang mendapat bayaran besar dan memiliki 
mobil penunjang kegiatan kerjanya; mendingan melakukan sesuatu yang bisa 
menjadikan kita orang yang seperti itu. 
 
Kalau cuman melamunkan saja mah nggak bakal kerasa enaknya. 
Terus bagaimana cara memulai tindakannya? Begini. Kita mulai dari 
kesadaran diri bahwa kesulitan yang kita alami saat ini. Atau beratnya 
beban pekerjaan yang kita rasakan saat ini; boleh jadi juga pernah dialami 
oleh orang-orang yang sekarang sudah ‘kerja enak’ itu.
 
Coba saja perhatikan, kebanyakan boss dikantor Anda kemungkinan besar 
memulai karirnya seperti Anda. Itu artinya, dulu mereka pun sama susahnya 
seperti Anda. Kalau panas kepanasan. Kalau hujan kebanjiran dijalan. 
Setiap kali cuaca memburuk seperti akhir-akhir ini, ya setiap kali itu 
juga mereka kedinginan dikolong jembatan. 
 
Kita juga mesti memahami; bagaimana cara mereka meningkatkan status 
dirinya dari pekerja yang kehujanan dan kepanasan itu menjadi pekerja yang 
tenteram damai dalam ruangan sejuk dan teduh itu. Belajar dari mereka. 
Supaya kita bisa sukses seperti mereka. Sikap seperti ini jauh lebih 
produktif daripada kita cuman melamun dan berandai-andai saja.
 
Coba perhatikan apa yang Anda lakukan ketika menunggu hujan reda. 
Melamunkah? Atau memikirkan tindakan-tindakan yang bisa membuat karir Anda 
lebih baik?. Kalau masih cuman melamun, artinya kita sedang membangun masa 
depan yang sama dengan apa yang kita alami sekarang. 
 
Tapi, jika kita merenung. Lalu hasil perenungan itu dipraktekkan dengan 
komitmen yang penuh. Maka itu artinya kita punya peluang untuk tidak 
kehujanan kepanasan lagi ditahun-tahun mendatang. Dan kita boleh berharap 
bahwa hujan tidak akan lagi membuat tubuh kita basah kuyup. Panas terik 
matahari pun tidak akan membuat kita mandi keringat. 
 
Ingatlah bahwa para pekerja kelas atas yang tetap nyaman ditengah musim 
hujan itu dulunya kebanyakan seperti kita juga kok. Hanya saja, mereka 
berhasil mengubah masa depannya dengan pikiran, tindakan, dan komitmen 
yang lebih baik terhadap pekerjaan.
 
Kalau mereka bisa, Anda pun tentu bisa. 
Jika Anda mengira saya hanya ngomong soal teori saja, oh Anda keliru. 
Karena saya pun memulai karir dengan berjibaku diganasnya jalan raya 
Jakarta. Pernah ditabrak bis kota. Pernah terguling dari motor. Pernah 
terjebak di kolong jembatan yang diguyur hujan sambil menahan gatalnya 
kaki yang terendam air kubangan. 
 
Jadi, setiap kali melintas dikolong jembatan yang dipadati oleh 
orang-orang yang sedang berteduh, saya berbisik dalam hati; “Dulu saya 
pernah mengalami apa yang mereka alami.” Dan saya berdoa untuk mereka. 
Semoga, bisa menemukan jalan agar dimusim hujan tahun depan; tidak 
mengalami hal serupa. Insya Allah bisa. Jika mereka berusaha untuk membuat 
masa depan karirnya menjadi lebih baik. 
 
Berat banget ya bekerja di musim hujan ini? Kalau berat, ya jangan biarkan 
diri sendiri mengalami hal serupa setiap musim hujan tiba dong. Masak kita 
akan begini terus dari tahun ke tahun kan?  Ayo, pikirkan. Gimana caranya 
supaya kita bisa punya karir yang lebih baik dari sekarang. Supaya kalau 
musim hujan berikutnya tiba, kita tidak merasa berat lagi menjalaninya. 

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 9 Desember 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
Penulis Novel “DING and HER GOKIL PAPA!”
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D
 
Catatan Kaki:
Jangan hanya membayangkan betapa enaknya orang-orang yang punya posisi 
penting diperusahaan kita. Bayangkan bagaimana dulu mereka berjuang untuk 
mengubah keadaaan. Sehingga karir yang mereka mulai sama susahnya seperti 
kita itu, bisa menjadi lebih baik. Dan lebih menyenangkan. 
 
Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung 
dari Dadang Kadarusman?  Kunjungi dan bergabung di 
http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/ 
 
Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. 
Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang 
bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun 
Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).
 
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA - Dadang Kadarusman
www.dadangkadarusman.com 
Dare to invite Dadang to speak for your company? 
Call him @ 0812 19899 737 or Ms. Vivi @ 0812 1040 3327
 
 
__._,_.___

-- 
-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

--- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"aga-madjid" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke