--- In [email protected], Melawan Kristenisasi <melawankristenis...@...> 
wrote:

Jejak berhala pagan dalam Al Quran (An-Najm)

Nama "Allah" (yaitu awlloh) tidak pernah dikenal dalam sejarah agama-agama 
Samawi sebelumnya, yaitu agama Yahudi dan Nasrani. Kata "Allah" ini asalnya 
dari nama dewa bangsa Arab khususnya dari bani Quraisy Jahiliyah. Ingat, nama 
ayahanda Muhammad adalah abdi Allah (=Abdullah). Allah sembahan orang Arab ini 
mempunyai 3 putri ilahi, yang bernama Al-Latta, Al-Uzza dan Al-Manat. Di alam 
semesta ini dia diyakini berkuasa di malam hari sebagai wujud bulan sabit di 
langit, sementara wujudnya yang dipakai untuk beribadah adalah berbentuk patung 
Hubal dan Batu Hitam. Patung dewa Allah ini disimpan di dalam Kaabah, sebagai 
bagian dari 360 patung berhala lain sesembahan suku-suku Arab. 

Muhammad memerintahkan para pengikutnya menghancurkan 359 patung berhala, dan 
memisahkan satu patung saja untuk disembah, yaitu berhala "Allah" yang wujudnya 
berupa batu hitam. Itulah sebabnya kenapa Muhammad kerap menyapa batu hitam itu 
dengan mencium, menghormat, dan berteriak: "Allahuakbar" . 

BUKHARI, Volume 2, buku 26, Nomor 697: 
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.: 
Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang 
terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk ke arah 
batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, "Allahu-Akbar."

Jejak tentang Anak-anak Allah terutama Al-Manat masih terdapat hingga saat ini 
dalam Al Quran pada surah An Najm. Ini faktanya :

QS 53 : 1
Demi BINTANG ketika terbenam,

Disini Allah SWT bersumpah untuk membenarkan Muhammad demi bintang, dimana 
bintang dihormati Allah SWT karena bintang merupakan lambang keberadaan Anak 
nya yaitu Al-Latta, Al-Uzza, dan Al-Manat.

QS 53:49 
dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) BINTANG Syi'ra.
 
Kalimat "yang memiliki" merupakan tambahan karna pada terjemahan lain tidak 
terdapat, bintang Alpha Sirius merupakan bintang terterang yang dapat dilihat 
dari bumi dan dakui oleh pagan arab sebagai dewi Al-Manat anak Allah SWT dewa 
Bulan. 

Mari kita baca ayat tersebut dalam terjemahan yang berbeda :
An-Najm  53 : 49 
YUSUF ALI: That He is the Lord of Sirius (the Mighty Star); 
PICKTHAL: And that He it is Who is the Lord of Sirius; 
SHAKIR: And that He is the Lord of the Sirius; 

Di catatan kaki ayat ini, Abdullah Yusuf Ali menulis: 
Aforisme ke 10 melambangkan kehebatan fenomena alam, cemerlangnya bintang 
Sirius, yang merupakan benda yang menonjol di langit, di awal tahun matahari, 
dari bulan Januari sampai April. Sirius adalah bintang terterang di langit dan 
cahayanya yang kebiruan mempesona dan menggentarkan pikiran2 masyarakat Pagan. 
Masyarakat Arab Pagan menyembahnya sebagai dewi. Tapi Allah adalah Tuhan, Sang 
Pencipta dan Sang Pemelihara, merupakan unsur yang paling utama dari penciptaan 
dan hanya Dia yang layak disembah (Ali, 1983, p. 1450, foot note 5119). 

Abdullah Yususf Ali yang berpengetahuan mungkin ingin menghindari kenyataan 
yang memalukan. Tiada keterangan dari sejarah Arab yang mengatakan bahwa orang2 
Mekah takut akan bintang Sirius. Mereka selalu menganggap Sirius sebagai 
seorang Dewi, sama seperti mereka menganggap bulan sebagai Dewa Allah. Muhammad 
sendirilah yang ingin memutar balik kepercayaan yang mereka imani sejak lama. 

Di ayat Surah An Najm (53) : 49, Allah jelas mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan 
Sirius, yang menurut epigraf Sumeria, tak lain adalah Manat, salah satu dari 
anak perempuan Allah Dewi2 ayat2 Setan terletak di Taif, Nakhla dan 
al-Mushallal, yang sangat dekat dengan Mekah (Tabari, 1988, Hal. 6.42).

Jadi inilah fakta yang mengkaitkan kenapa Muhammad begitu menghormati Dewa 
Bulan yang memiliki anak-anaknya : Al-Latta, Al-Uzza dan Al-Manat. Walaupun 
akhirnya Muhammad meng Esa kan Dewa Bulan (Batu Hitam) si Hajar Aswad dengan 
menghancurkan dewa dewa lainnya termasuk anak-anak dewa bulan, tetaplah status 
Awlloh ciptaan Muhammad itu Dewa Bulan.

----------------------------------------------------------

Berikut adalah beberapa komentar tambahan tentang ketiga anak perempuan Allah: 
Allat, Uzza dan Manat. Allat adalah Dewi Perang, Uzza adalah Dewi Kurban, dan 
Manat adalah Dewi Takdir atau Nasib (Walker, 2004, p. 45).

Allat berhubungan dengan bulan, Uzza dengan Planet Venus dan Manat dengan 
bintang Sirius (Ibid, p. 46).

Informasi di atas menjelaskan mengapa simbol Islam adalah bulan sabit dan 
bintang. Sudah jelas bahwa unsur Paganisme dalam Islam masih ada, terutama jika 
kita melihat lambang2 ini: Bulan Sabit adalah lambang bagi Allah dan bintang 
(Venus) adalah lambang bagi anakNya yakni Uzza. Anak perempuan ketiga Allah 
yakni Manat, dilambangkan dengan bintang Sirius. Bahkan Qur'an pun berkata 
bahwa Allah adalah Tuhan Alpha Sirius. Ini ayatnya tentang bintang Alpha Sirius 
(Manat). Tentunya para ahli Islam punya interpretasi yang berbeda akan simbol 
Islam.

Apalagi Islam seharusnya menghindari simbol apapun. Para ahli Islam menganggap 
bahwa simbol bintang mewakili sembahyang lima waktu dan simbol bulan 
melambangkan bulan baru yang berarti perkembangan Islam.

Sangat berbeda dengan apa yang terungkap dalam ayat Qur'an dan Hadist yang 
mendukung arti simbol bulan sabit dan bintang. Mari kita baca apa yang Qur'an 
katakan:
Q 53:49
dan bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi'ra
(Bintang Alpha Sirius merupakan bintang terterang yang dapat dilihat dari bumi).

Q 53:49
YUSUFALI: That He is the Lord of Sirius (the Mighty Star);
PICKTHAL: And that He it is Who is the Lord of Sirius;
SHAKIR: And that He is the Lord of the Sirius;

Di catatan kaki ayat ini, Abdullah Yusuf Ali menulis:
Aforisme ke 10 melambangkan kehebatan fenomena alam, cemerlangnya bintang 
Sirius, yang merupakan benda yang menonjol di langit, di awal tahun matahari, 
dari bulan Januari sampai April. Sirius adalah bintang terterang di langit dan 
cahayanya yang kebiruan mempesoan dan menggentarkan pikiran2 masyarakat Pagan. 
Masyarakat Arab Pagan menyembahnya sebagai dewa. Tapi Allah adalah Tuhan, Sang 
Pencipta dan Sang Pemelihara, merupakan unsur yang paling utama dari penciptaan 
dan hanya Dia yang layak disembah (Ali, 1983, p. 1450, foot note 5119).

Abdullah Yususf Ali yang berpengetahuan mungkin ingin menghindari kenyataan 
yang memalukan. Tiada keterangan dari sejarah Arab yang mengatakan bahwa orang2 
Mekah takut akan bintang Sirius. Mereka selalu menganggap Sirius sebagai 
seorang Dewi, sama seperti mereka menganggap bulan sebagai Dewa Allah. Muhammad 
sendirilah yang ingin memutar balik kepercayaan yang mereka imani sejak lama.

Di ayat Q 53:49, Allah jelas mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan Sirius, yang 
menurut epigraf Sumeria, tak lain adalah Manat, salah satu dari anak perempuan 
Allah. Dewi2 ayat2 Setan terletak di Taif, Nakhla dan al-Mushallal, yang sangat 
dekat dengan Mekah (Tabari, 1988, p. 6.42).

Allat, disebut oleh Herodotus sebagai Aphrodite Urania, adalah ketua Dewi. Ini 
berarti Allat adalah versi Arab dewi Yunani Aphrodite Urania (Hitti, 2002, p. 
72). Al-Uzza pun dianggap sama dengan Dewi Yunani Aphrodite (Ibid, .p. 79).

Al-Uzza merupakan Dewi yang serupa dengan Dewi Yunani Aphrodite. Anak laki 
al-Harith dipersembahkan sebagai korban bagi al-Uzza. Sepuluh tahun kemudian, 
al-Hartih balas dendam dan membunuh musuhnya yang bernama Lakhmid di sebuah 
pertempuran di daerah Qinnasrin. Perang ini dikenal sebagai "Hari Halimah" 
dalam tradisi Arabia.  Halimah adalah anak perempuan Al-Harith yang sebelum 
perang, dengan tangannya sendiri membubuhi parfum kepada 100 pejuang Ghassanid 
yang siap mati dan membalutkan kain linen di atas baju perang mereka (pasukan 
bunuh diri).

Al-Lat tinggal di Taif. Muhammad mempersembahkan korban bagi al-Uzza.
Al-Uzza merupakan Dewi Venus, sang bintang fajar. Tempat tinggalnya terdiri 
dari tiga pohon. Persembahan dengan korban manusia menjadi ciri khas umatnya. 
Al-Rahman (Sang Penyayang) atau RHM adalah nama dewa di tulisan kuno Sabean 
sebelum jaman Islam. Tulisan kuno Arabia selatan yang bernama Shirk menunjukkan 
penyembahan terhadap Satu Makhluk Illahi Perkasa dengan dewa dewi yang lebih 
kecil yang berhubungan dengannya. (Ibid, p. 99).

Manah adalah Dewi Nasib. Dia tinggal di batu hitam di Qusayd di jalan antara 
Mekah dan Yathrib (nama lama kota Medina). Sampai sekarang pun masyarakat Arab 
percaya 125 kekuatannya. Hubal merupakan Dewa utama di Ka'abah dalam bentuk 
manusia. Hubal diimport dari Mesopotamia (Ibid, p. 100).

Apakah Allah punya anak laki? Tentu saja, orang2 Kristen percaya akan hal itu. 
Kita tahu betul bahwa Islam beranggapan Allah tidak pernah punya anak laki. 
Benarkah itu? Mari kita baca ayat2 Qur'an ini.

Q 21:91
Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya (organ seks), 
lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan 
anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.

Maryam adalah anak Imran. Dia menjaga kesucian seksualnya dan masih perawan 
sebelum hamil melalui Allah. Allah meniupkan rohNya ke dalam tubuh Maryam.

Q 66:12
dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami 
tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan 
kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab- Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang 
ta'at.

Ayat2 ini berhubungan dengan kelahiran Yesus oleh Perawan Maria. Wakil Allah 
dalam bentuk manusia (Malaikat Penghulu, mungkin Jibril), bertemu Maria ketika 
dia hidup sendiri di sebuah kuil. Wakil Allah ini memberitahu Maria bahwa dia 
membawa Roh (dengan kata lain Benih Allah) untuk menghamilinya. Lalu orang ini 
(Jibril) meniupkan ke dalam tubuh Maria agar Benih Allah (Roh) masuk ke dalam 
uterusnya dan membuatnya hamil. Interpretasi ini sungguh sukar untuk dipercaya.

Mari kita baca tulisan ilmuwan Qur'an yang paling terkemuka: ibn Kathir. Ibn 
Kathir berkata tentang kehamilan seperti ini (artificial insemination? ).

Dalam tafsir ayat 21:91, ibn Kathir menulis
<http://www.tafsir. com/default. asp?sid=21& tid=33408> :

`Isa dan Maryam Muslim Sejati.
Di sini Allah menyinggung kisah Maryam dan putranya `Isa, tak lama setelah 
mengutarakan tentang Zakariyya dan putranya Yahya, semoga damai menyertai 
mereka semua. Dia mengutarakan kisah Zakariyya terlebih dahulu, lalu diikuti 
kisah tentang Maryam karena keduanya berhubungan satu sama lain. Yang pertama 
adalah tentang seorang anak yang lahir dari orang yang sudah sangat tua, dari 
seorang wanita tua yang mandul dan tidak pernah hamil sebelumnya. Lalu Allah 
mengutarakan kisah Maryam yang bahkan lebih ajaib lagi karena ini adalah kisah 
tentang anak yang lahir dari seorang wanita tanpa berhubungan dengan seorang 
pria. Kisah2 ini juga ditulis di Surah Al `Imran dan di Surah Maryam. Di sini 
Allah menyampaikan kisah Zakariyya dan lalu diikuti kisah Maryam, inilah yang 
dikatakanNya:
 (Dan dia yang menjaga kehormatannya, ) berarti, Maryam (damai menyertainya) . 
Ini sama seperti di Ayat Surah At-Tahrim:
 (Dan Maryam, anak perempuan `Imran yang menjaga kehormatannya. Dan Kami 
meniupkan ke dalam [bajunya] Roh Kami)
[66:12].
 (dan Kami membuatnya dan putranya sebagai tanda bagi negara2.)
berarti, bukti bahwa Allah mampu melakukan semua hal dan Dia menciptakan apapun 
yang Dia inginkan. Sesungguhnya, perintahNya, jika Dia bermaksud sesuatu, yang 
perlu dikatakanNya hanyalah, "Jadilah" – dan lalu hal itu terjadi! Ini sama 
seperti Ayat:
 (Dan (Kami ingin) menunjuknya sebagai tanda bagi umat manusia) [19:21]

Tafsir di atas berarti bahwa Malaikat (Jibril) menaruh benih (Roh) Allah di 
dalam rahim Maryam. Ini mungkin sukar dipercaya tapi mari kita baca tafsir 
<http://www.tafsir. com/default. asp?sid=66& tid=54439> ibn Kathir atas ayat 
66:12.
(dan Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya (bagian seksualnya)) 
berarti, yang melindungi dan menyucikan kehormatannya, dengan menjadi suci dan 
bermoral, (maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) 
Kami) berarti, melalui seorang malaikat Jibril. Allah mengirim malaikat Jibril 
kepada Maryam, dan dia datang padanya dalam bentuk seorang pria. Allah 
memerintahkannya untuk meniupkan dari celah bajunya dan tiupan ini masuk ke 
dalam rahimnya melalui vaginanya; inilah cara Isa dibentuk. Karena itulah Allah 
berkata, 
(maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami,
dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab- Nya,)
berarti Firman dan hukumNya.

Bahkan ibn Kathir mengakui bahwa Isa membawa benih Allah (sperma atau Roh?). 
Jadi mengapa Islam harus menolak pengertian orang Nasrani bahwa Isa adalah anak 
Allah (atau Tuhan)? Tampaknya malah benar pengertian orang Nasrani bahwa Isa 
adalah anak Allah.



Kirim email ke