Terkadang, kita terlalu sombong & berani mengatakan apa yang bukan dibawah
kekuasaannya.
Contoh: "Setelah shalat aku akan kerumahmu!", padahal belum tentu dia masih
hidup beberapa menit kemudian.
Dengan itulah dianjurkan mengatakan insya Allah dalam setiap kegiatan yang akan
datang karena kita belum tahu apa yang akan terjadi detik-detik kedepan.
Ada sebagian umat agama lain yang sangat membenci sekali jika ada muslim
berkata "insya Allah", dia berdalih bahwa dalam islam itu "serba tak pasti"
karena sedikit-sedikit berkata "Insya Allah.", padahal perintah insya Allah itu
tidak hanya tertulis dalam alkitab, melainkan juga DIHARUSKAN oleh alkitab
christian yang ada ditangan mereka sendiri.
Yakobus 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami
berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang
serta mendapat untung",
4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu?
Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.4:15
Sebenarnya kamu HARUS berkata: "INSYA ALLAH, kami akan hidup dan berbuat ini
dan itu."4:16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua
kemegahan yang demikian adalah SALAH.
Kisah Para Rasul 18:21 Ia minta diri dan berkata: "Aku akan kembali kepada
kamu, INSYA ALLAH." Lalu bertolaklah ia dari Efesus.
1 Korintus 4:19 Tetapi aku akan segera datang kepadamu, INSYA ALLAH. Maka aku
akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang
kekuatan mereka
Saudara saudari, dalam alkitab terbitan lama tahun 1964 atau ejaan lama, jelas
tertulis "INSYA ALLAH", hanya saja dalam terbitan sekarang ini sudah diganti
menjadi "JIKA TUHAN MENGHENDAKINYA" dan "JIKA ALLAH MENGHENDAKINYA" yang
artinya sama juga dengan Insya Allah. Jika saudara-saudarai / handai
tolan memiliki alkitab lama, coba dilihat pada ayat tersebut.
Di dalam Al-Qur'an pun jelas tertulis demikian:
QS.18:23. Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya
aku akan mengerjakan ini besok pagi, 18:24. kecuali: "INSYA ALLAH". Dan
ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku
akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini."
QS.48:27. Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang
kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan
memasuki Masjidil Haram, INSYA ALLAH dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut
kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah
mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu
kemenangan yang dekat.
QS.2:70. Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia
menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya
sapi itu samar bagi kami dan sesungguhnya kami INSYA ALLAH akan mendapat
petunjuk."
QS.12:99. Maka tatkala mereka masuk ke Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya dan
dia berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, INSYA ALLAH dalam keadaan aman."
QS.18:69. Musa berkata: "INSYA ALLAH kamu akan mendapati aku sebagai orang yang
sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun".
QS.37:102. Maka tatkala anak itu sampai berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim
berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku
menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku,
kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; INSYA ALLAH kamu akan mendapatiku
termasuk orang-orang yang sabar".
Jelas baik dalam alkitab Christian maupun Al-Qur'an sama-sama MEWAJIBKAN /
MENGHARUSKAN mengucapkan Insya Allah jika hendak melakukan sesuatu kemudian.
Juga baik dalam alkitab Christian maupun Al-Qur'an sama-sama MELARANG
mengatakan kepastian akan sesuatu kejadian yang akan datang dimana tidak
dibawah kekuasannya.
Mengapa dikatakan berdosa?
1. Karena dia telah SOMBONG berani memastikan apa yang belum tentu dibawah
kekuasannya, padahal sombong ialah pangkal dosa utama yang menggelincirkan
Iblis dari derajatnya sebagai pemimpin Malaikat menjadi terkutuk.
2. Juga karena dia tidak berserah diri pada Allah atas apa yang akan terjadi.
Dan apa manfaat mengatakan Insya Allah?
1. Pasrah atas kehendak Allah diwaktu yang akan datang.
2. Hati tenang & tentram, tidak tergesa-gesa mengharuskan sesuatu terjadi.
3. Mensucikan hati & jiwa karena tidak sombong & berani memastikan apa yang
tidak dibawah kuasanya.
4. dan lainnya silahkan masukan dari saudara-saudari.
Setidaknya, silahkan saudara-saudari baik muslim maupun bukan muslim mulai
sekarang tidak benci lagi jika ada muslim berkata "Insya Allah", malah saya
sarankan tidak ada salahnya bagi saudara-saudarai non muslim untuk mulai
mengamalkan & melaksanakan apa yang ditulis dalam alkitab dengan mulai
mengatakan "INSYA ALLAH" atau "JIKA ALLAH MENGHENDAKI" sedari sekarang.. Apa
salahnya mengikuti apa yang tertulis di alkitab & mengikuti apa yang diajarkan
Yesus pada para muridnya?
Mudah2an hidayah Allah Pencipta Alam semesta berkenan turun pada
saudara-saudari dan sekitarnya dibulan mulia Ramadhan penuh berkah ini.
Sekian Terima Kasih,
Salomo eleikhem.... (Yohanes 20:26)
[Non-text portions of this message have been removed]