--- In [email protected], Melawan Kristenisasi <melawankristenis...@...> 
wrote:
>
Al Quran tidak MURNI………..!!!!!

Fakta bahwa Al Quran tidak murni bisa ditelusuri dari proses pencatatannya :
Dari Al-Sira oleh al-'Iraqi:
Pencatat (Al Quran) untuk Muhammad ada 42 orang.  Abdallah Ibn Sarh al-`Amiri 
adalah salah satu dari mereka, dan dia adalah suku Quraisy pertama dari pada 
orang-orang yang menulis di Mekkah sebelum dia berpaling dari Islam. Dia mulai 
mengatakan, "Saya biasanya mengarahkan Muhammad kemanapun saya mau. Dia 
(Muhammad) mendiktekan kepada saya "Yang Maha Tinggi, Maha Bijaksana", dan saya 
cuman menuliskan "Maha Bijaksana" saja. Kemudian dia (Muhammad) mengatakan, 
"Ya, itu semua sama saja". Dalam suatu keadaan tertentu, dia mengatakan, 
"Tuliskan begini dan begini", tetapi saya hanya mencatatkan "Menulis" saja, dan 
dia (Muhammad) berkata, "Tulis apapun yang kamu sukai."

Diceritakan tentang percekcokan Umar bin Khatab dengan Hisyam bin Hakim sbb :
Pada suatu hari semasa Rasulullah masih hidup, aku mendengar Hisyam bin Hakim 
membaca SURAH AL FURQAAN. Aku mendengarkan baik-baik bacaannya. Tapi tiba-tiba 
ia membaca BEBERAPA HURUF YANG TIDAK PERNAH DIBACAKAN RASULULLAH kepadaku 
sehingga hampir saja ia kuserang ketika ia sedang shalat. Akhirnya kutunggu ia 
sampai mengucapkan salam. Setelah itu kutarik bajunya. Aku bertanya kepadanya : 
"Siapakah yang membacakan surah itu kepadamu?". IA MENJAWAB, "RASULULLAH YANG 
MEMBACAKANNYA KEPADAKU." Kukatakan, "Engkau berdusta! Demi Allah, RASULULLAH 
TIDAK MEMBACAKAN SURAH ITU KEPADAKU SEPERTI KUDENGAR DARIMU." Hisyam bin Hakim 
lalu kuseret menghadap rasulullah dan aku bertanya, "Ya Rasulullah, aku 
mendengar orang ini membaca surah Al-Furqaan dengan huruf-huruf yang tidak 
engkau bacakan kepadaku ketika engkau membacakan surah Al-Furqaan kepadaku.!" 
Rasulullah menjawab, "Hai Umar, lepaskan dia. Hai Hisyam, bacalah." Hisyam 
kemudian membaca surah Al-Furqaan sebagaimana yang kudengar tadi. Kemudian 
rasulullah menanggapinya, "Demikian surah itu diturunkan." . Beliau 
melanjutkan, "Qur'an itu diturunkan dalam tujuh huruf, karena itu BACALAH MANA 
YANG MUDAH DARI AL-QUR'AN."
(Sahih Bukhari VI, hal 185)

Umar dan Hisyam yang sama-sama orang Quraish, yang berbicara dialek Quraish, 
ternyata saling bertentangan dalam bacaan Qur'an dalam dialek Quraish, dan 
konon ada 7 macam Al-Qur'an dialek Quraish. Terus kemana sekarang 6 macam 
Qur'an dialek Quraish lainnya yang ternyata juga tidak diketahui oleh Umar 
hingga 13 tahun setelah bergaul dengan Muhammad SAW???

Menarik untuk mencermati kutipan dari ulama-ulama kuno berikut.
1.      Abu'l-Faraj Muhammad ibn Ishaq Al-Nadim
 Mengarang buku yang sangat terkenal yaitu Fihrist yang berisi ulasan tentang 
buku-buku kuno Islam yang ditulis sebelumnya. Buku ini diselesaikannya pada 
tahun 987/988 M. Meninggal pada 17 September 995 Dia [Al-Fadl ibn Shadhan] 
berkata :
Selama ini aku telah mengikuti Qur'an menurut Ubbay bin Kaab. Menurut 
pernyataan Ubbay bin Kaab jumlah total ayat adalah Enam Ribu Dua Ratus Sepuluh 
(6.210). Total jumlah sura menurut Ata ibn Yasar adalah seratus Empat Bela s 
(114), jumlah ayatnya adalah Enam Ribu Seratus Tujuh Puluh (6.170), jumlah 
kata-katanya adalah Tujuh Puluh Tujuh Ribu Empat Ratus Tiga Puluh Sembilan 
(77.439), jumlah hurufnya adalah Tiga Ratus Dua Puluh Tiga Ribu Lima Belas 
(323.015)
Menurut pernyataan Asim al Jahdari, ada Seratus Tiga Belas Surah (113). Jumlah 
total ayat Qur'an menurut Yahya ibn Al-Harith al Dhamari adalah Enam Ribu Dua 
Ratus Dua Puluh Enam (6.226), jumlah hurufnya adalah Tiga Ratus Dua Puluh Satu 
Ribu Lima Ratus Tiga Puluh (321.530).

2.      Menurut Ibn Kathir
 Namanya Abul Fida Ismail ibn Abi Hafs Shihabuddin Omar ibn Kathir ibn Daw ibn 
Kathir. Lahir di Busra (Syria) tahun 1302 M, meninggal 1373 M. Mengarang kitab 
tafsir yang diakui oleh muslim sebagai satu yang terbaik.
Tafsir Ibn Kathir. Abridged, Volume 1, Parts 1 and 2 (Surat Al-Fatihah to Verse 
252 of Surat Al-Baqarah) Shaykh Safiur-Rahman Al-Mubarakpuri Darussalam 
Publishers & Distributors, Riyadh, Houston, New York, Lahore Januaury 2000, 
halaman 35 – 36 :
Jumlah Ayat al-Qur'an
Tentang jumlah ayat Al-qur'an, paling sedikit ada Enam Ribu (6.000). Ada 
perbedaan pendapat tentang jumlah ayat ini. Beberapa menyatakan jumlahnya Enam 
Ribu (6.000), sementara yang lain menambahkan Dua Ratus Empat (6.204) ayat dan 
beberapa menambahkan Empatbelas (6.014). Juga, beberapa menambahkan Dua Ratus 
Sembilan Belas (6.219), yang lain menambahkan Dua Ratus Dua Puluh Lima (6.225) 
atau Dua Puluh Enam (6.226). Lebih lanjut lagi, beberapa menambahkan Dua Ratus 
Tiga Puluh Enam (6.236), sesuai yang dilaporkan oleh Abu Amr Ad Dani dalam 
bukunya, Al-Bayan
Jumlah Kata dan Huruf Dalam Qur'an
Tentang jumlah kata dan huruf dalam Qur'an, Al Fadl bin Shadhan berkata bahwa 
Ata bin Yasar berkata jumlah kata adalah "Tujuh Puluh Tujuh Ribu Empat Ratus 
Tiga Puluh Sembilan (77.439) kata"
Tentang jumlah huruf dari Qur'an, Abdullah bin Kathir berkata bahwa Mujahid 
berkata, "Inilah perhitungan kami tentang jumlah huruf dalam Qur'an : Tiga 
Ratus Dua Puluh Satu Ribu Seratus Delapan Puluh (321.180) huruf ." Lebih 
lanjut, Al Fadl berkata bahwa Ata bin Yasar berkata bahwa jumlah huruf Qur'an 
adalah Tiga Ratus Dua Puluh Tiga Ribu Lima Belas (323.015) huruf . Sebagai 
tambahan, Salam Abu Muhammad Al-Hamani berkata, "Al Hajjaj mengumpulkan pembaca 
Qur'an, mereka yang menghafal, berikut salinan-salinan Qur'an, dan bertanya 
kepada mereka, "Katakan padaku, berapa jumlah huruf dalamkeseluruhan Qur'an.?" 
Mereka berkata, "Kami menghitung ada Tiga Ratus Empat Puluh Ribu Tujuh Ratus 
Empat Puluh (340.740) huruf." 

Jadi setidak-tidaknya hingga era Ibn Kathir (1300-an M) atau sekitar 700 tahun 
setelah wafatnya Muhammad SAW ternyata belum ada Qur'an yang baku karena jumlah 
ayat dan jumlah hurufpun masih diperdebatkan.

Jadi klaim kemurnian Qur'an dijaga melalui hafalan tidak lebih adalah klaim 
bohong dengan tujuan untuk :
a.      Memberikan bukti yang tidak akan dapat dikritisi secara ilmiah karena 
siapa yang dapat membuktikan hafalan Muhammad SAW, siapa yang bisa membuktikan 
hafalan Zaid bin Tsabit, siapa yang bisa membuktikan hafalan Usman karena 
orangnya sudah pada meninggal 1400 tahun yang lalu.
b.      Melarikan diri dari pembuktian melalui KRITIK TEKSTUAL PERBANDINGAN 
TEKS KUNO QUR'AN

Untuk mengatasi VARIAN-VARIAN BACAAN YANG SEMAKIN LIAR, pada tahun 322 H (944 
M), Khalifah Abbasiyah lewat dua orang menterinya Ibn Isa dan Ibn Muqlah, 
memerintahkan Ibn Mujahid (w. 324 H) melakukan penertiban. SETELAH 
MEMBANDING-BANDINGKAN SEMUA MUSHAF YANG ADA DI TANGANNYA, Ibn Mujahid memilih 
tujuh varian bacaan dari para qurra ternama, yakni : 
1.      Nafi (Madinah)
2.      Ibn Kathir (Mekah)
1.      Ibn Amir (Syam)
2.      Abu Amr (Bashrah)
3.      Asim, Hamzah, dan Kisai (ketiganya dari Kufah).

Tindakannya ini berdasarkan hadis Nabi yang mengatakan bahwa "Alquran 
diturunkan dalam tujuh huruf."
Adanya perbedaan tulisan Al-Qur'an ini dilaporkan juga oleh seorang ulama yaitu 
ibn al-Nadim di tahun 988 M.



PENULISAN ULANG DI KAIRO 1923/1924
Upaya terakhir untuk menstandarisasi Al-Qur'an dilakukan di Kairo Mesir ditahun 
1923/1924. Satu catatan yang unik adalah mushaf Kairo 1924 ini TIDAK DISUSUN 
DARI NASKAH KUNO YANG MANAPUN, melainkan DIKLAIM mendasarkan pada murni 
"HAFALAN".
Hingga ditahun 1918 ketika pakar-pakar muslim, berkumpul di Kairo, Mesir dan 
memutuskan untuk MENULISKAN EDISI STANDARD AL-QUR'AN UNTUK MENGHINDARKAN SEMUA 
KESALAHAN TULISAN DALAM EDISI AL-QUR'AN YANG SAAT ITU BEREDAR diseluruh dunia 
dan untuk menstandarkan penomoran surah dan ayat-ayat alQur'an. Di tahun 1924 
mereka menerbitkan edisi Al-Qur'an yang kemudian menjadi standar edisi 
diseluruh dunia. MEREKA SEPENUHNYA MENDASARKAN PADA TRADISI LISAN AL-QUR'AN 
UNTUK MENGOREKSI SEMUA PERBEDAAN TULISAN DAN PENOMORAN DARI AL-QUR'AN YANG 
BERBEDA-BEDA. 

Akibatnya hal ini sangat serius, karena menjadikan seluruh TULISAN Al-Qur'an 
sebelum 1923/1924 adalah SALAH.
Contohnya adalah :
Banyak pakar muslim mempercayai bahwa kodek Samarkand yang disimpan di 
perpustakaan Tashkent adalah mushaf yang dikumpulkan oleh Usman. Pemeriksaan 
cermat terhadap teks mushaf ini membuktikan bahwa mushaf ini bukan mushaf asli 
Usman karena MUSHAF INI BERBEDA DENGAN KODEKS YANG KITA MILIKI SAAT INI.
 
Jadi klaim muslim bahwa Al-Qur'an selalu sama tidaklah berdasar. Keseragaman 
teks dan isi Al-Qur'an baru dicapai setelah tahun 1924 dengan diterbitkannya 
KARANGAN AL-QUR'AN YANG BARU OLEH ULAMA-ULAMA MUSLIM. HASIL KARYA TAHUN 1924 
INILAH YANG KEMUDIAN DIKLAIM SAMA DENGAN YANG DIBACA OLEH NABI MUHAMMAD SAW.
 
PUUUUCCCCIIIIIING……………., KOK JADI GENE……..?????


Kirim email ke