--- On Thu, 11/12/09, Ahmad Samantho <[email protected]> wrote:

From: Ahmad Samantho <[email protected]>
Subject: [isyraq] Fw: Kalau Mekah Sudah di Hati
To: "Milist Icas" <[email protected]>, "ACRoSS ICAS JKT" 
<[email protected]>, "Islam muhammadi" 
<[email protected]>, "islam_alternatif Moderator" 
<[email protected]>, "Isyraq" <[email protected]>, 
"Ijabi" <[email protected]>, "santri kiri" 
<[email protected]>, "Paramadina Kajian Islam" 
<[email protected]>, "parapemikir" 
<[email protected]>, "Jaringan Islam" 
<[email protected]>, "smansa" <[email protected]>, 
[email protected], [email protected], "ahli sufi" 
<[email protected]>, "Suara Hati" <[email protected]>, "Suara 
SUARA" <[email protected]>, "Fahmi Basya" 
<[email protected]>, [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], "WISDOM4ALL" <[email protected]>, 
"Abdul Hadi WM"
 <[email protected]>, "WIYOSO HADI" <[email protected]>, "Mahdi unite" 
<[email protected]>, "ahelusunna" <[email protected]>, 
"khalid al walid" <[email protected]>, "anandkrishna Moderator" 
<[email protected]>, [email protected], 
[email protected], "psik demokrasi" <[email protected]>
Cc: "HAIDAR BAGIR" <[email protected]>, [email protected], "Gansar 
Kris" <[email protected]>
Date: Thursday, November 12, 2009, 1:33 PM















 
 



  


    
      
      
      

--- On Thu, 11/12/09, Ahmad Samantho <ay_samantho@ yahoo.com> wrote:

From: Ahmad Samantho <ay_samantho@ yahoo.com>
Subject: Kalau Mekah Sudah di Hati
To: "Milist Icas" <icas-...@yahoogroup s.com>, "ACRoSS ICAS JKT" 
<across_icasjkt@ yahoogroups. com>, "Islam muhammadi" <islam_muhammadi@ 
yahoogroups. com>, "islam_alternatif Moderator" <islam_alternatif- 
ow...@yahoogroup s.com>, "Isyraq" <isy...@yahoogroups. com>, "Ijabi" 
<muktamar2008@ yahoogroups. com>, "santri kiri" <santrik...@yahoogro ups.com>, 
"Paramadina Kajian Islam" <kajianparamadina@ yahoogroups. com>, "parapemikir" 
<parapemikir@ yahoogroups. com>, "Jaringan Islam" <jarik_indonesia@ 
yahoogroups. com>, "smansa"
 <sma1bgr...@googlegr oups.com>, islamprogresif@ yahoogroups. com, 
sufi-is...@yahoogro ups.com, "ahli sufi" <ahli_s...@yahoogrou ps.com>, "Suara 
Hati" <suarah...@yahoogrou ps.com>, "Suara SUARA" <suarasu...@yahoogro 
ups.com>, "Fahmi Basya" <Informasi-Terbuai- Islami-2@ yahoogroups. com>, 
maje...@yahoogroups .com, majelisilmu@ yahoogroups. com, majelisrasulullah@ 
yahoogroups. com, majlisul_ilmi@ yahoogroups. com, "WISDOM4ALL" 
<wisdom4...@yahoo. groups.com>, "Abdul Hadi WM" <had...@yahoo. com>, "WIYOSO 
HADI" <wiyoso.hadi@ pajak.go. id>, "Mahdi unite" <mahdiun...@yahoogro ups.com>, 
"ahelusunna" <ahelusu...@yahoogro ups.com>, "khalid al walid" <khalidalwalid_ 
[email protected]>, "anandkrishna Moderator" <anandkrishna- ow...@yahoogroup 
s.com>, milis_labsos@ yahoogroups. com, salafiy...@yahoogro ups.com, "psik 
demokrasi" <psik-demokrasi@ yahoogroups. com>
Cc: "HAIDAR BAGIR" <[email protected]. id>,
 putut.widjanarko@ gmail.com, "Kris" <gangsar.sukrisno@ gmail.com>, "Gansar 
Kris" <danu...@yahoo. com>
Date: Thursday, November 12, 2009, 1:24 PM

KALAU MEKKAH SUDAH DI HATI…2009 NOVEMBER 12Catatan Hikmat Darmawan
Rindu Mekkah, rindu Ka’bah, adalah rindu rumah bagi jiwa. Umat Islam setidaknya 
punya waktu lima kali sehari buat berjumpa Allah, di mana pun mereka berada. 
Tapi, selalu tersisa tanya: kapankah kita bisa menjumpai Allah di rumah-Nya?
Trailer Film Emak Ingin Naik Haji (EINH):
http://www.youtube. com/watch? v=O_XEYJVYuew
Testimoni para Tokoh yang menonton Film EINH:[youtube=http: //www.youtube.. 
com/watch? v=OUqwTwPc- TY&NR=1]
Ka’bah di Mekkah, kita tahu, adalah bangunan tua berbentuk kubus berjubah 
hitam. Ukurannya 11,03 m kali 12,62 m, dan tinggi 13,10 m. Pada saat Nabi 
Ibrahim dan puteranya, Nabi Ismail, pertama kali ke Mekkah, bangunan itu sudah 
ada sejak lama, dan mereka memugarnya, menyempurnakannya sebagai perlambang 
rumah Allah.Pada zaman Nabi Muhammad pun, saat ia berusia kira-kira 30 dan 
belum jadi Nabi, Ka’bah harus dipugar lagi, gara-gara
 banjir bandang yang melanda pada tahun 600 Masehi. Kita tahu, waktu itu ada 
perselisihan antarsuku tentang siapa yang berhak meletakkan batu Hajar Aswad. 
Muhammad pun memberi solusi: semua kepala suku memboyong batu itu ke tempatnya. 
Peristiwa ini menaikkan pamor Muhammad di mata penduduk Mekkah, sebagai pemuda 
yang berhasil mencegah pertumpahan darah yang serius di Mekkah.Banyak peristiwa 
silih berganti di sekitar Ka’bah, bahkan terhadap Ka’bah sendiri. 
Kejadian-kejadian bersejarah berupa perang, peralihan kekuasaan, bencana, yang 
beberapa kali bahkan sempat menghancurkan bangunan Ka’bah sendiri. Namun semua 
itu hanyalah memperkokoh sosok bangunan Ka’bah sebagai bangunan suci, kiblat 
salat umat Islam seluruh dunia sepanjang masa.Bagaimana Ka’bah tak dirindu. 
Bukan saja ia perlambang rumah Allah. Setiap kita salat, di mana pun kita di 
planet ini, kita harus menghadap ke arahnya. Terbayang saat kita menutup mata, 
bangunan bersahaja itu. Kita
 ruku’, lalu sujud, dengan harap jiwa kita melesat ke rumah Allah, bertandang 
sejenak, mengobrol atau berhadap-hadapan dengan Sang Khalik, sumber jiwa kita. 
Kalau sudah begitu, rasanya akan afdhal hidup kita jika secara fisik pun kita 
ke sana, ke Mekkah, setidaknya sekali saja sebelum kita wafat.Demikianlah kita 
paham, betapa rindu membuncah ketika penyair Sutardji Calzoum Bachrie naik
 haji dan menuliskan puisi Berdepan-depan Dengan Kabah. Ia menulis: Memang 
engkaulah tamu, engkaulah tuan rumah itu. Inilah rumah dirimu. Nah, mulai kini 
benahi lagi dirimu! O tamu dirimu, o jiwa batinmu. Roh yang lapar yang haus, 
ingin mereguk berpuluh-puluh shalat, mengunyah beratus doa! Jamulah dia. Ikuti 
maunya! Ingin berkitar-kitar tawaf, ingin bergegas bolak-balik Safa Marwah. O 
jiwa yang resah, kembalilah engkau kepada Tuhanmu.Kita pun mengerti, mengapa 
Imam Hambali sampai rela jadi kuli pembawa barang, untuk menutupi biaya 
hajinya. Atau Ibn Abbas tak menyesali dunia yang terlewat baginya, tapi 
menyesali mengapa ia tak pernah pergi haji berjalan kaki. Naik haji, dan segala 
perjalanan sulit serta rindu yang menyertainya, adalah perjalanan
 menyucikan jiwa, sebuah fase perjalanan pulang jiwa kita sebelum jiwa kita 
terbang meninggalkan dunia ini selamanya.Kalau Mekkah sudah di hati, maka 
segala aral rintangan yang menghalangi hanya akan menambah mutu niatan kita 
pergi ke tanah suci. Kalaupun akhirnya perjalanan itu tak kesampaian, karena 
Haji memang “rukun Islam bagi yang mampu”, jiwa kita telah menapaki penyucian 
itu. Seperti kata Emak dalam film Emak Ingin Naik Haji, “Emak yakin… hati Emak 
sudah lama ada di sana…”

Kalau Mekkah sudah di hati, hati kita pun akan tiba di Mekkah.***Possibly 
related posts: (automatically generated)SEPANJANG KAKI MELANGKAHsecebis 
kehidupan…Lebaran Jiwa, Bukan Baju



      




      

    
     

    
    


 



  











      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke