Mas SM...
Salam kenal dari saya MK...

Rupanya saudara belum lengkap membaca alkitabnya... kenapa dipotong????
Saya tertarik mengkomen post saudara karena saudara telah salah mengerti soal 
AYAT EMAS yang keluar dari beliau Yesus.

Mari jujur & simak ayat lengkapnya Hukum Utama dari Markus:
Markus 12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang 
Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada 
orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling 
utama?" 
12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, 
Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu 
dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu 
sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." 
12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar 
kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. 

Silahkan koreksi analisa saya berikut jika salah:
1. Yesus berkata: Tuhan itu Allah... dia tidak berkata Tuhanmu adalah aku, atau 
Tuhan itu Trinitas.
     Yesus pun tidak bilang sembahlah aku atau sembahlah 3 dalam 1 atau 1 dalam 
3.
2. Yesus berkata: Tuhan Allah KITA... berarti Tuhanmu & Tuhanku (Tuhannya 
Yesus).
     Yesus ber-Tuhan... berarti dia bukan Tuhan! Bisakah ayat "Tuhan Allah 
KITA" diartikan sebagai Tuhanmu & Tuhannya Tuhan??
3. Yesus jelas berkata: Tuhan itu ESA.... Kalau memang Tuhan itu Trinitas... 
kenapa Yesus tidak bilang Trinitas? atau 1 dalam 3 atau 3 dalam 1? Mana ada 
kata Trinitas dalam Alkitab??? Saya bersedia ikut gereja saudara detik ini juga 
jika saudara bisa menunjukkan kata Trinitas dalam alkitab versi katolik, 
protestan, advent, roma, amerika, unitarian, yehova dan versi manapun serta 
tahun berapapun...
4. Kata Yesus hukum di atas ialah Hukum yang TERUTAMA... Ter-Utama=paling 
utama=paling atas=paling tinggi=tidak ada hukum lain yang lebih utama.
    Jadi, andaipun ada kata Trinitas atau ada hukum Tuhan Trinitas, maka tetap 
kalah oleh hukum bahwa TUHAN ITU ALLAH, & TUHAN ITU ESA, BUKAN TRINITAS.
    Jika MAHA ESA masih dapat dibagi 3 atau terdiri dari 3, maka itu namanya 
bukan MAHA Esa!!!
5. Dan lainnya masih banyak lagi kalau saya mau ungkap...

JELAS INI KATA YESUS DALAM ALKITAB, JIKA SAUDARA TIDAK SETUJU, JANGAN PROTES 
SAYA, TAPI PROTESLAH PADA ALKITAB, ATAU AYATNYA DICORET, DIKOREKSI, DITIP-EX, 
DIRUBAH!!!

Hal ini sesuai dengan sabda Yesus dalam Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus 
kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, 
ALLAHmu, dan HANYA KEPADA DIA SAJAlah engkau berbakti!" 

Jelas sekali bukan Perintah Yesus untuk menyembah HANYA KEPADA ALLAH????
Jelas sekali bukan Yesus tidak bilang: Sembahlah aku! karena aku tuhanmu?????
Jika Yesus itu Tuhan atau Allah yang menjelma maka dia tentu akan berkata: 
Engkau harus menyembah padaku, Tuhanmu, dan hanya kepadaku sajalah engkau 
berbakti!"

Saudara mau ingkar pada Alkitab di tangan saudara sendiri yang jelas2 menulis 
demikian????

masih perlu ayat dari Yesus lain bahwa MENYEMBAH harus cuma pada Allah???
masih perlu ayat dari Yesus lain bahwa BERDOA harus cuma pada Allah???
masih perlu ayat dari Yesus lain bahwa MINTA AMPUN DOSA harus pada Allah?? 
bukan ditebus dirinya lewat tiang salib????

AYAT EMAS ITU YANG YANG TER-UTAMA...
KALAU HUKUM KE DUA ITU BUKAN EMAS... TAPI PERAK....
YANG NAMANYA JUARA KE DUA ITU YA DAPETNYA PERAK DONG...

dan memang menyembah Tuhan itu paling utama... pondasi utama... kalau keliru ya 
rumahnya roboh dong...
Eit... ini bukan kata saya mas... saya itu apa sih... ini kata yesus sendiri... 
ini ayatnya...

Matius 7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia 
sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah 
itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 
7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak 
melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas 
pasir. 
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah 
itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." 


Capek deh.... mending ngerjain lainnya yang lebih banyak targetnya daripada 
ngurusin 1 orang...
belajar dulu alkitabnya dibaca baik2... pelan2... direnungkan tiap kata & 
kalimat mas SM ya...


 ORIGINAL MESSAGE ... siap murtad <[email protected]> Wrote:
[Islam-vs-Kristen] Bagaimana Menilai KITAB SUCI yang Berasal dari Tuhan ?...

________________________________

  
Setiap buku dapat dirangkum dalam intisari tema, pesan dan ajarannya.
Setiap undang-undang dapat dirujukkan kepada jiwa perundangannya. Apalagi yang
namanya Kitab Allah, yang memang tidak “dibuat“ oleh para sarjana,melainkan
yang dipercaya diturunkan oleh pewahyuan surgawi untuk dipahami SETIAP
anak-manusia mana saja! Termasuk yang buta-huruf, jelata dan papa. Bila itu
targetnya Tuhan, maka Kitab SuciNya pastilah memiliki sebuah ayat/rangkuman 
explisit
tentang jiwa dan inti-pesan Ilahi yang mudah dipahami, sekaligus menggetarkan,
karena menyentuh keluhuran pesan Tuhan yang paling dalam bagi segenap
kemanusiaan!
 
Suatu ketika kami pernah menanyakan kepada seorang teman Muslim ,“Ayat
manakah dari seluruh Quran yang dianggap paling luhur atau paling utama
ajarannya bagi kemanusiaan?“ Teman kita agak lama berpikir dan dia akhirnya
berkata secara politis, bahwa semua ayat Quran adalah luhur, berguna, dan utama
bagi kemanusiaan.
 
Itu jawaban retoris yang hebat. Namun apakah itu
berarti bahwa Quran memang tidak mempunyai ayat emas yang paling luhur memberi
sumbangan kepada kemanusiaan? Masalah ini perlu dilontarkan karena Taurat dan
Injil (yang dibenarkan Quran) jelas-jelas merangkumkan satu ajaran Tuhan yang
universal, sumber moral dan etika yang paling tinggi dan luhur bagi
kemanusiaan. Dan itulah yang dinyatakan baik oleh Musa , maupun oleh Yesus
sendiri sebagai HUKUM YANG PALING UTAMA, terdiri dari 4 ayat emas:

“Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan 
dengan segenap akal
budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang
sama dengan itu, ialah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada
kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan Kitab para nabi“. (Matius
22:37-40, “sesamamu manusia” disini termasuk orang kafir, “orang yang dibenci
dari Samaria“).
 
Ketika Quran membenarkan Taurat dan Injil berpuluh kali,
maka logisnya (teman Muslim sering mejagokan/mendalilk an kelogisan) Hukum utama
itu harus terkonfirmasi dalam Quran sebagai ayat –utama yang sama! Bahkan ada
perlunya konfirmasi itu dilakukan dengan mengulang-ulang ayat khusus tersebut. 
Namun hal ini tidak terjadi, ia tidak muncul dalam
Quran! Dan ke-absen-an ini
tentu mempunyai makna dan maksud tersendiri. Apakah ayat tersebut tidak cukup
berarti di mata Quran? Ataukah dengan turunnya Quran, kini ada ayat yang
mengunggulinya? Ataukah ayat ini telah dinasakhkan (digantikan secara
wahyu) oleh Allah. Ataukah ini
dianggap sebagai ayat palsu yang disisipkan manusia saja? Entahlah apa
jawabnya. Namun “mungkin“ yang satu ini tidak semestinya berhenti di situ.
Soalnya terlalu besar, bahwa ayat ini telah diberi bobot superlatif oleh Tuhan
dan umatNya sejak ia diwahyukan dalam Taurat hingga direkonfirmasikan lagi ke
dalam Injil, namun ia tidak muncul samasekali dalam Quran!
 
Kitab Ulangan 6:6-9 telah menunjukkan bahwa ayat ini
tidak boleh dan tidak akan terhapus dalam sejarah kemanusiaan. Ia akan menjadi 
“tanda di tangan dan lambang di dahi“
dari umatNya. Musa telah memberikan perintah spesifik sebagai berikut :
 
“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah
engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya
apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan,
apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau
mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di
dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada
pintu gerbangmu.“
 
Ini adalah ayat yang dihafal turun temurun, sangat akrab
bagi telinga orang-orang Yahudi , dan dibacakan di sinagoga sejak dahulu kala.
Ia termasuk khasanah ayat-ayat emas yang kekal. Maka kalau ada satu orang yang
tiba-tiba merekayasa dan mengkorupkannya, tentulah semua penyaksi-penyaksi akan
segera tahu dan akan menghukum si jahil pengkorup tersebut. Jadi, siapakah
orangnya yang percaya (dengan bukti)
bahwa ayat ini bukan aslinya Alkitab? Nabi dan malaikat
dari jaman manakah yang tidak menyetujui akan ayat emas ini? Siapakah orangnya
yang akan berkeberatan terhadap kehadiran ayat luhur ini dalam keasliannya?
Tampaknya tidak mungkin ada pihak-pihak yang tidak setuju akan keaslian dan
keutamaan dari ayat ini. Surat Galatia 5: 23 turut mengatakan : “ Tidak ada 
hukum yang menentang hal-hal itu“(tentang Kasih).
 
Jadi bila sekarang, ayat yang begitu mulia dan luhur itu
– yang bisa dipertentangkan kepada setiap ayat yang datang dari pihak manapun –
ternyata tidak hadir dalam Quran, maka masihkah tepat bahwa Quran disebut
sebagai penilai atau pengoreksi Alkitab ? 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke