Selamat Siang Pak Ade;
Untuk daerah Kalimantan dan Sulawesi saya tidak tahu persis kondisi lahannya.
Tapi kalau melihat dari peta, kayaknya kurang cocok karena daerahnya terlalu
basah (berawa-rawa) dan ini yang penting terlalu subur sehingga "sayang" kalau
lahan subur itu diusahakan untuk penanaman Jatropha Curcas L.
Kalau Pak Ade melihat sendiri daerah Jawa Tengah - Surakarta -
Sragen/Boyolali, Grobogan dan Purwodadi yang kami tanami jarak kepyar itu,
benar-benar kering dan berkapur (masuk daerah pegunungan kapur tengah dan
utara). Sehingga jagung atau singkong saja terkesan ogah-ogahan untuk hidup dan
tumbuh.
Demimkian Pak Ade, semoga informasi ini bermanfaat
ade embong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bagaiman kelayakan Jatropha Curcas L di areal Kalimantan dan SUlawesi
?
bambang kusharyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Selamat Malam Pak Ade juga untuk
KlipingMedia;
Tanaman jarak, yang diusahakan orang sementara ini jenisnya Jarak pagar atau
Jatropha Curcas L. Jenis ini untuk bio diesel, tanamannya bisa berumur lama,
hingga 50 tahunan, sedangkan yang satu lagi jarak kepyar atau Ricinnus Communis
L. Tanaman jenis ini hanya bertahan hingga 4-5tahun saja, setelah itu harus
diremajakan.
Dahulu kami, dari Yayasan Daya Tani Manunggal di Solo, pernah mengembangkan
tanaman ini, kami memilih jenis ASB-81 hasil dari Ballitas Malang.
Soal lahan, tidak masalah, di daerah Jawa Tengah, Solo dan sekitarnya (Sragen,
Boyolali, Wonogiri dan Karang Anyar) hingga ke Gundih, Grobogan, Purwodadi
tersedia buuuaanyak sekali hektar lahan yang cocok untuk itu.
Salah satu lahan uji coba kami pernah dimuat di harian Suara Merdeka edisi
Selasa, 19 Februari 2002.
Mudah-mudahan informasi ini cukup membantu dalam upaya berkeinginan menanam
jarak kepyar Ricinus communis L. ASB-81 (bukan jarak pagar - Jatropha Curcas L.
yang sementara ini dihebohkan orang untuk pembuatan bio diesel) seperti
keterangan dibawah ini:
"Akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah datang juga. Semoga dengan lahirnya
Perpres dan Inpres di bidang Energi pada awal tahun 2006 ini dapat menjadi
pendorong berkembangnya biofuel dan energi terbarukan di Indonesia"
Bagi yang berminat dan ingin mengetahui selengkapnya isi dari Perpres dan
Inpres mengenai Kebijakan Energi Nasional dan Biofuel, silahkan berkunjung ke
website Yayasan Pelangi Indonesia, file-nya sudah di-upload dalam bentuk PDF
http://www.pelangi.or.id/resources.php?q=database
Energy, Transportation and Air Quality
Jl. Pangeran Antasari no. 10 Jakarta 12150 INDONESIA
ade embong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau ada lahan yang dapat dikerjasamakan, marilah kita beberapa penanam modal
untuk bekerjasama mengembangkan potensi bisnis yang sangat baik ini.
Terima kasih.
klipingmedia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Membudidayakan Tanaman Jarak di Daerah Lahan Kering
Minyak yang berasal dari tanaman jarak (Ricinus communis L) hingga
saat ini masih banyak dibutuhkan untuk industri. Jenis komoditas ini
bisa dikembangkan di lahan kering dan potensinya cukup besar di
Indonesia. Namun, masih sedikit usaha tani untuk komoditas ini.
Sebenarnya, tanaman ini memiliki manfaat ekonomi dan ekologi untuk
lahan yang dibiarkan menganggur.
Hasil utama tanaman jarak adalah buah yang terdiri atas 20 persen
bahan serabut (kulit buah) dan 80 persen yang mengandung minyak
sekitar 47 persen dengan sifat tidak mudah mengering. Pada awalnya,
minyak jarak dipergunakan untuk minyak lampu penerangan, obat-obatan
antara lain cuci perut, minyak gosok apabila terkilir, dan bahan
kosmetik. Sedangkan ampasnya (residunya) dipergunakan sebagai pupuk.
Akhir-akhir ini, penggunaan minyak biji jarak makin berkembang
terutama dalam bidang industri, antara lain untuk industri cat,
bahan pelapis, vernis. Kemudian industri polimer berupa resin,
plastik, kulit sintetis, industri tekstil seperti serat sintetis
berupa jala penangkap ikan, tali pancang, kemudian industri logam
berupa metal working oil.
Selain itu, digunakan untuk industri elektronika, bahan baku isolasi
listrik, industri kertas dan percetakan berupa duplicating paper,
tinta cetak. Juga untuk industri karet sebagai bahan pembantu pada
pemrosesan karet alam, industri otomotif berupa minyak pelumas
sintetis, minyak rem. Minyak jarak juga bisa dimanfaatkan untuk
bahan bakar roket. Sedangkan ampasnya kecuali untuk pupuk organik,
juga dipakai sebagai campuran media jamur merang (campignon).
Menurut informasi dari Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat
(Balittas) di Malang (telepon 034-491447 ), tanaman jarak dapat
tumbuh pada ketinggian hingga 800 meter dari permukaan air laut
(dpl), bahkan di daerah ekuator dapat tumbuh hingga 2.750 meter dpl.
Suhu optimum 20-26 derajat Celcius dengan kelembaban rendah. Suhu
rendah akan menghambat perkecambahan dan pertumbuhan awal,
sebaliknya pada saat penyerbukan tidak menghendaki suhu tinggi.
Tanaman ini toleran terhadap kondisi kering sehingga tanaman ini
tersebar pada areal bercurah hujan rendah (300-700 mm/tahun), bahkan
jenis jarak genjah dari hasil seleksi hanya memerlukan curah hujan
60-100 mm pada saat tanam sampai dua bulan berikutnya. Tanaman jarak
akan mampu tumbuh berkembang dan berproduksi, asal tiga bulan
pertama cukup air dan jarak tanam longgar.
Menurut Balittas, pada kondisi lingkungan yang semakin kering
sebaiknya dibudidayakan jarak varietas yang berumur lebih dalam
(panjang). Untuk wilayah kering yang berpenduduk jarang dianjurkan
membudidayakan varietas tengahan atau dalam.
Kelebihan jenis ini mampu berkembang dan berproduksi sepanjang musim
kemarau, asal tiga bulan pertama cukup air dan jarak tanam longgar.
Sebaliknya untuk jenis genjah akan mati setelah berbuah dan
menghasilkan biomassa sedikit sehingga sesuai untuk diusahakan
secara intensif.
Jarak ditanam langsung melalui benih tanpa disemaikan lebih dahulu.
Benih berasal dari blok pertanaman yang seragam, berdaya hasil
tinggi, dan berkadar minyak lebih dari 47 persen serta memiliki daya
kecambah minimal 80 persen.
Sedangkan tanah perlu diolah sampai gembur, sebaiknya sampai
kedalaman 30 cm. Saluran pembuangan (drainase) perlu diupayakan agar
lahan pada musim penghujan tidak tergenang.
Jarak tanam yang dianjurkan adalah 0,50 m x 1,00 m untuk jenis
genjah, 2 m x 2 m untuk jenis dalam. Benih ditanam dengan cara
ditugal sedalam 3 cm dan tiap lubang diisi 2-3 butir. Penjarangan
dilakukan pada 20 hari setelah tanam dengan menyisakan satu tanaman
per lubang. Waktu tanam diperhitungkan tiga bulan sebelum bulan
kering.
Tanaman jarak mulai rimbun pada umur tiga bulan, yaitu setelah mulai
bercabang. Percabangan terbentuk bila tanaman telah berbuah sehingga
pada saat tiga bulan pertama, tanaman jarak tidak mengganggu apabila
ditumpangsarikan dengan palawija yang berumur pendek seperti
kedelai, kacang hijau, atau kacang tanah. Untuk jenis tengahan atau
dalam, sebaiknya ditumpangsarikan dengan palawija sehingga jarak
dapat memanfaatkan lahan pada musim kemarau yang pada saat tersebut
tanaman lain tidak mampu berproduksi. Idealnya umur palawija yang
ditumpangsarikan tidak lebih dari tiga bulan.
Perlu juga diperhatikan soal hama dan penyakit karena tanaman jarak
sangat disenangi ulat walaupun tidak setiap tahun menyerang secara
serius. Hama di dalam tanah dapat dikendalikan dengan pemberian Fura
dan 3 G atau sejenisnya sebanyak 5 gram/lubang tanam bersamaan
dengan tanam. Hama yang sering merugikan adalah Achaea janata yang
menyerang daun dan pucuk tanaman.
Saat panen yang tepat dilakukan apabila buah sudah mulai mengering.
Penulis : (S-27)
Sumber : Pembaruan
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel
bargains.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
[Non-text portions of this message have been removed]