Pak Soebekti,
 
Saya juga ada niatan yg sama u coba membuat pelet sendiri untuk pakan
ikan. Sedang mencari mesin pelet yg bagus dan terjangkau harganya,
barangkali bisa share kalo ada mesin pelet yg bagus dan relatif murah.
Ada buku tentang teknis budidaya ikan di kolam jaring apung yg membahas
tentang formula campuran pelet. Intinya kita harus menentukan dulu kadar
protein yg diinginkan karena parameter utama pakan/pelet adalah kadar
proteinnya. Semakin tinggi kadar protein biasanya semakin bagus mutu
pakan sehingga diharapkan ikan akan semaikn cepat besar.
Sudah ada table kandungan protein dari masing2 bahan seperti tepung
ikan, tepung darah, ampas tahu, onggok dll. Dari masing2 bahan yg ada
disekitar kita yg mudah didapat dgn harga murah, kita bisa menghitung
dengan rumus yg ada untuk mnedapatkan kadar protein yg diinginkan
sehingga bisa ditentukan prosentase masing2 bahan. Prinsip perhitunganny
berdasarkan "subsidi silang" antara bahan yg berkadar protein tinggi (
misal tepung ikan 35-50-an %) dng yang rendah (misal dedak, onggok
singkong). Apabila tertarik, nanti sy bisa kirim contoh perhitungan
berdasar bahan2 yang tersedia disekitar kita.
 
Salam, 
 

Yasid 


________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Soebekti Soebekti
Sent: Thursday, April 05, 2007 2:14 PM
To: [email protected]
Subject: [agromania] Re: pakan lele



Saya dan beberapa teman sedang mulai memelihara lele (kita mulai dengan
160.000 bibit). Menurut perhitungan profitnya cukup baik dan
memasarkanya tidak begitu susah. Tapi bisa lebih bagus lagi kalau kita
buat pakan sendiri. Saya berniat membeli mesin pelet. Apakah ada yang
bisa membantu memberitahu dari mana bisa mendapatkan informasi untuk
campuran membuat pakan lele ?
Kalaua saya dan grup saya berhasil, pasti nanti saya share di rubrik
ini. Terimakasih.

----- Original Message ----
From: informasi kita <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:infokita2%40yahoo.co.id> >
To: [email protected] <mailto:agromania%40yahoogroups.com> 
Sent: Thursday, April 5, 2007 9:34:58 AM
Subject: [agromania] Terusan: Tentang Petani

Sebetulnya banyak ide2 yang bisa sangat membantu apabila dipecahkan
bersama.
Seperti kita ketahui, dimana2 di negara2 yang sudah maju, produsen /
petani mendapat bagian yang lebih "sweet" dari total bisnis di area
tersebut. Misalnya apel. Di supermarket, yang namanya apel Malang
harganya selalu diatas 12 rb, tapi di kebun harganya oleh tengkulak
hanya dibayar 2 rb. Dengan spread harga seperti itu susah untuk menaikan
quality dari produknya. Di negara2 lain para petani bisa menikmati hasil
produknya karena mereka mempunyai koperasi yang sangat strong (Jepang,
Perancis etc) untuk menentukan harga jual di level petani.

Contoh lain : mangga pada saat puncak musimnya, di Malang bisa dijual
Rp1,500.- dengan kwalitas bagus (bisa dibayangkan di level petani bisa
jauh lebih rendah). Tapi itu hanya dalam jangka 1 bulan. Setelah
produknya mulai habis harganya naik lagi. Setahu saya di Manila, banyak
mangga yang dijual kering dan dijajakan di jalan2, bahkan di airport.
Teknologi food processor mereka sudah canggih, sehingga kwalitas produk
mereka begitu menarik. Kalau kita bisa melakukan hal yang sama, maka
petani tidak harus menjual produk dengan begitu murah dan tingkat
kehidupan mereka tidak terlalu terpuruk seperti sekarang. Sebetulnya
banyak hal2 yang bisa didiskusikan kalau kita punya wadah untuk hal
tersebut.

Dari: "Soebekti Soebekti" <[EMAIL PROTECTED] com>

Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com>  

[Non-text portions of this message have been removed]



 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke