Untuk Bpk Soebekti dan Yasid..

Perkenalkan nama saya : Rudiana
Ada sedikit informasi yang ingin saya berikan berkaitan dengan usaha bapak 
dalam meningkatkan usaha bapak.

TON (Tambak Organik Nusantara)
Formula      alami (organik) khusus tambak untuk meningkatkan kuantitas dan 
kualitas      produksi serta menjaga/memperbaiki kelestarian lingkungan tambak 
dengan      memberikan mineral-mineral yang dibutuhkan ikan / udang,  
mempercepat      pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang/ikan serta 
mengikat logam      - logam berat sekaligus membantu mengurai senyawa komplek 
berbahaya beracun      bagi udang/bandeng. TON juga membantu merutinkan molting 
     udang

VITERNA Plus        merupakan suplemen pakan ternak yang diolah dari berbagai 
macam bahan        alami untuk :
       1.Meningkatkan pertambahan berat badan        perhari, kualitas daging 
dan   kesehatan ternak.
       2.Memacu enzim pencernaan ternak.
       3.Memberikan mineral - mineral esensial        maupun non esensial.
       4.Memberikan protein, lemak, vitamin. 
       5.Menambah kandungan asam - asam lemak        didalam lambung ternak.
       6.Meningkatkan efisiensi dan efektifitas        pakan (TDN).
       7.Meningkatkan nafsu makan.
       8.Mengurangi kandungan kolesterol dan bau        kotoran ayam.
       9.Aman bagi ternak dan lingkungan.

RUDIANA : 081586792670

Untuk informasi lebih banyak lagi :  
http://naturalnusantara.co.id/pageISIPRODUK010.htm


"Ghufroni, Yasid" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
Pak Soebekti,
  
 Saya juga ada niatan yg sama u coba membuat pelet sendiri untuk pakan
 ikan. Sedang mencari mesin pelet yg bagus dan terjangkau harganya,
 barangkali bisa share kalo ada mesin pelet yg bagus dan relatif murah.
 Ada buku tentang teknis budidaya ikan di kolam jaring apung yg membahas
 tentang formula campuran pelet. Intinya kita harus menentukan dulu kadar
 protein yg diinginkan karena parameter utama pakan/pelet adalah kadar
 proteinnya. Semakin tinggi kadar protein biasanya semakin bagus mutu
 pakan sehingga diharapkan ikan akan semaikn cepat besar.
 Sudah ada table kandungan protein dari masing2 bahan seperti tepung
 ikan, tepung darah, ampas tahu, onggok dll. Dari masing2 bahan yg ada
 disekitar kita yg mudah didapat dgn harga murah, kita bisa menghitung
 dengan rumus yg ada untuk mnedapatkan kadar protein yg diinginkan
 sehingga bisa ditentukan prosentase masing2 bahan. Prinsip perhitunganny
 berdasarkan "subsidi silang" antara bahan yg berkadar protein tinggi (
 misal tepung ikan 35-50-an %) dng yang rendah (misal dedak, onggok
 singkong). Apabila tertarik, nanti sy bisa kirim contoh perhitungan
 berdasar bahan2 yang tersedia disekitar kita.
  
 Salam, 
  
 
 Yasid 
 
 ________________________________
 
 From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
 Behalf Of Soebekti Soebekti
 Sent: Thursday, April 05, 2007 2:14 PM
 To: [EMAIL PROTECTED]
 Subject: [agromania] Re: pakan lele
 
 Saya dan beberapa teman sedang mulai memelihara lele (kita mulai dengan
 160.000 bibit). Menurut perhitungan profitnya cukup baik dan
 memasarkanya tidak begitu susah. Tapi bisa lebih bagus lagi kalau kita
 buat pakan sendiri. Saya berniat membeli mesin pelet. Apakah ada yang
 bisa membantu memberitahu dari mana bisa mendapatkan informasi untuk
 campuran membuat pakan lele ?
 Kalaua saya dan grup saya berhasil, pasti nanti saya share di rubrik
 ini. Terimakasih.
 
 ----- Original Message ----
 From: informasi kita <[EMAIL PROTECTED]
 <mailto:infokita2%40yahoo.co.id> >
 To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:agromania%40yahoogroups.com> 
 Sent: Thursday, April 5, 2007 9:34:58 AM
 Subject: [agromania] Terusan: Tentang Petani
 
 Sebetulnya banyak ide2 yang bisa sangat membantu apabila dipecahkan
 bersama.
 Seperti kita ketahui, dimana2 di negara2 yang sudah maju, produsen /
 petani mendapat bagian yang lebih "sweet" dari total bisnis di area
 tersebut. Misalnya apel. Di supermarket, yang namanya apel Malang
 harganya selalu diatas 12 rb, tapi di kebun harganya oleh tengkulak
 hanya dibayar 2 rb. Dengan spread harga seperti itu susah untuk menaikan
 quality dari produknya. Di negara2 lain para petani bisa menikmati hasil
 produknya karena mereka mempunyai koperasi yang sangat strong (Jepang,
 Perancis etc) untuk menentukan harga jual di level petani.
 
 Contoh lain : mangga pada saat puncak musimnya, di Malang bisa dijual
 Rp1,500.- dengan kwalitas bagus (bisa dibayangkan di level petani bisa
 jauh lebih rendah). Tapi itu hanya dalam jangka 1 bulan. Setelah
 produknya mulai habis harganya naik lagi. Setahu saya di Manila, banyak
 mangga yang dijual kering dan dijajakan di jalan2, bahkan di airport.
 Teknologi food processor mereka sudah canggih, sehingga kwalitas produk
 mereka begitu menarik. Kalau kita bisa melakukan hal yang sama, maka
 petani tidak harus menjual produk dengan begitu murah dan tingkat
 kehidupan mereka tidak terlalu terpuruk seperti sekarang. Sebetulnya
 banyak hal2 yang bisa didiskusikan kalau kita punya wadah untuk hal
 tersebut.
 
 Dari: "Soebekti Soebekti" <[EMAIL PROTECTED] com>
 
 Send instant messages to your online friends
 http://uk.messenger.yahoo.com <http://uk.messenger.yahoo.com>  
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                       

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke