Tanggal: Fri, 27 Apr 2007 22:13:54 +0700 (ICT)
Dari: "ramada agus" <[EMAIL PROTECTED]>
Peluang Pasar Agribisnis Organik
Oleh. Agus Ramada Setiadi, Direktur Utama Eka Agro Rama
Go Organic 2010, program pemerintah yang patut diacungkan jempol
sebagai wujud komitmen terhadap perubahan perilaku konsumen khususnya di pasar
internasional dalam mengkonsumsi produk makanan dan minuman yang haruslah
organik. Walaupun sebenarnya negara tetangga kita yaitu Thailand dan Malaysia
sudah sejak tahun 2002 berkomitmen akan hal ini. Bahkan untuk Thailand pada
tahun 2005 yang lalu, transaksi penjualan produk hasil pertanian organik
berorientasi ekspor di negara Gajah Putih ini adalah sekitar 805 juta bath atau
setara dengan 23 juta US dollar.
Potensi pasar organik dunia memang sangatlah menjanjikan terkait dengan hasil
produksi pertanian dan olahannya. Hal ini dikarenakan masih minimnya produsen
organik yang dapat memberikan kontribusi sesuai kebutuhan dan permintaan pasar
yang terus meningkat. Transposisi permintaan pasar dari non organik menjadi
organik adalah berawal dari masyarakat Eropa yang menyadari bahaya akan residu
pestisida kimia pada produk hasil pertanian untuk kesehatan, dan gerakan
kecintaan lingkungan untuk menjaga kondisi struktur tanah dari bahaya kimia
sintentis akibat pemberian pupuk buatan pabrik.
Untuk melihat sampai sejauh mana perilaku konsumen tersebut telah menjadikan
pertanian organik memiliki potensi dan peluang pasar yang menjanjikan, sebuah
data menarik diperoleh dari situs Suistanable Agriculture Research and
Education (SARE), yaitu tentang kenaikan permintaan produk organik hasil
pertanian dengan rata-rata 30 – 40% tiap tahunnya di beberapa negara kawasan
Asia antara lain Singapura, Malaysia, Jepang dan Taiwan. Penelurusan di
beberapa situs Eropa juga memberikan hasil yang tidak jauh berbeda mengenai
jumlah kenaikan permintaan konsumen atas produk organik. Mulai dari produk
sayur mayur, produksi rempah, buah-buahan sampai dengan jenis makanan dan
minuman olahan siap saji. Total transaksi perdagangan untuk konsumsi produk
pertanian organik di dunia pada tahun 2006 lalu diperkirakan mencapai kurang
lebih 800 juta US dollar, sebagaimana sumber data yang diperoleh dari food
navigator.com.
Trend permintaan hasil pertanian organik diproyeksikan akan terus meningkat
dari tahun ke tahun, dan ini akan diikuti dengan pertumbuhan gerai retail yang
khusus menjual produk berlabel organik baik di kawasan Asia dan Eropa. Tidak
hanya itu, investasi industri pengolahan makanan dan minuman juga akan
berkembang dengan pesat karena produk organik dapat pula disajikan tidak dalam
bentuk mentah. Sebagai contoh adalah industri pengolahan minuman buah organik
di Jerman, industri biskuit organik di Cina dan lainnya.
Adapun gambaran pasar produk pertanian organik yang didapat dari berbagai
sumber, Jerman dan Inggris merupakan pasar terbesar dalam penyerapan produksi
pertanian organik di kawasan Eropa. Pisang organik merupakan salah satu contoh
komoditi yang menjadi primadona untuk buah-buahan di negara tersebut. Pada
tahun 2004, konsumsi buah Pisang organik di negara Inggris mencapai 80 ribu
ton. Kentang organik adalah jenis sayuran yang pada kurun waktu yang sama dapat
mencapai angka konsumsi sebesar 350 ribu ton. Potensi penyerapan terbesar atas
produk sayuran dan buah-buahan organik di kawasan Eropa adalah 48% dikonsumsi
langsung oleh masyarakat dengan membeli di gerai atau supermarket berlabel
organik. Lainnya adalah sektor industri pengolahan makanan dan minuman,
restoran dan hotel.
Untuk kawasan Asia, Jepang, Singapura dan Taiwan menjadi tujuan pasar organik
yang menggiurkan. Produk kopi organik adalah komoditi favorit di negara Sakura,
di mana pada tahun 2002 permintaan atas produk ini mencapai 1.620 ton.
Sedangkan di Taiwan hampir semua produk yang berlabel organik memiliki pasar
menjanjikan seperti beras, sayuran, buah-buahan bahkan sampai sambal saos
organik. Konsumen organik di Taiwan rata-rata berusia 31 tahun ke atas dan
terdapat lebih dari 1000 supermarket yang menjual produk berlabel organik.
Kondisi yang tidak jauh berbeda di negara Singapura sebagai tetangga dekat
kita. Mulai dari buah-buahan seperti apel, mangga, pear dan strawberry, produk
sayuran seperti kembang kol, tomat dan wortel berlabel organik akan dengan
mudah ditemukan di berbagai toko organik negara singa tersebut. Salam Bertani
Sehat!
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]