Tanggal: Fri, 27 Apr 2007 17:39:33 +0700 (ICT)
Dari: "ramada agus" <[EMAIL PROTECTED]>
Mohon maaf bila Saya baru merespond Email Bapak. Tidak apa-apa pak bilamana
pak Endot belum dapat berpartisipasi pada kegiatan pelatihan Kami nanti
berhubung kesibukan kantor. Terpenting silaturahmi kita sebagai petani dan
peternak dapat terus terjalin dengan baik.
Suatu langkah awal yang baik bilamana pak Endot sudah memiliki niat untuk
mengembangkan pertanian organik sebagai investasi masa depan, di mana pak Endot
tetap tidak meninggalkan profesi yang dimiliki saat ini terlebih dahulu karena
masih produktif. Kalau bahasa Tung Desam Waringin bilang pak Endot sedang
menuju persiapan revolusi keuangan di masa depan.....he3x.....
Ide yang sangat bagus pula bila pak Endot bermaksud tetap menjalankan
keduanya walaupun kebun organiknya nanti sudah menghasilkan, selama semuanya
dapat dikelola dengan baik maka sekali mendayung jadilah 2 sampai dengan 3
pulau terlampaui.......Namun terpenting pada tahap awal akan lebih baik
tentunya bila pak Endot dapat memberikan porsi perhatian yang sedikit lebih
pada usaha pertanian organik yang akan dijalankan, porsi perhatian sedikit
lebih bukan berarti setiap hari pak Endot harus berada di kebun, paling tidak 1
minggu sekali akan sangat baik bila pak Endot mengunjungi kebun
organiknya.......Nilai Investasi kita sangat ditentukan perkembangannya dengan
Keseriusan kita khan pak.....he3x.......
Merekrut seseorang ditahap awal untuk membantu pak Endot yang belum dapat
meninggalkan pekerjaannya juga adalah ide yang sangat baik. Namun tentunya pula
harus disesuaikan dengan fungsinya, apakah seseorang tersebut akan menjadi
manajer perkebunan bila usaha pak Endot ingin skala besar? Ataukah hanya cukup
setara penjaga dan pemelihara kebun? Luas lahan yang akan digarap pastinya juga
akan menentukan banyaknya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pak Endot.
Terlepas daripada itu semua, terpenting pertamakali pak Endot harus lakukan
ketika akan memulai usaha pertanian dan peternakan adalah: Penentuan di mana
lokasi wilayah pak Endot akan membeli atau menyewa lahan, kemudian jenis
tanaman pertanian apa yang akan dikembangkan oleh pak Endot, apakah tanaman
semusim ataukah tanaman keras dan tahunan? Langkah berikutnya baru coba
sesuaikan kemampuan modal yang dimiliki pak Endot untuk mengembangkan jenis
tanaman yang dimaksud, berapa luas lahan yang bisa dikembangkan,
syarat kondisi lingkungan, jumlah tenaga kerja, target pencapaian BEP dan
lainnya. Kemudian kembali lagi ke langkah awal, apakah di lokasi yang pak Endot
tentukan untuk membeli atau menyewa lahan dapat sesuai dengan perhitungan usaha
yang pak Endot buat. Hilangkan dan buang jauh-jauh bahwa produk ini harganya
rendah bila ditanam, kemudian harga jualnya jatuh dan sebagainya. Karena disini
kita belum memperhitungkan faktor kualitas, persyaratan pasar dan distribusi
pemasaran. Ketika ada petani di desa Kami tinggal pernah curhat dan mengeluh
harga tomat di tingkat pengumpul rendah, ada artikel di internet bahwa tomat
organik laku dipasar ekspor Singapura dengan harga bagus....... Unik khan
pak.....he3x.......
Disamping itu berdasar pengalaman Kami, akan lebih baik menurut Kami pak
Endot bekerjasama dengan peneliti, lembaga penelitian ataupun perguruan tinggi
yang terkait dengan jenis tanaman yang akan pak Endot kembangkan. Ini akan
sangat membantu pak Endot dalam memperoleh bibit varietas unggulan, bimbingan
teknis budidaya serta menambah kekuatan nilai jual dari produksi hasil kebun
pak Endot. Sebagai contoh untuk tanaman obat, pak Endot bisa berkolaborasi
dengan Dr. Ir. Mesak Tombe dari Balai Tanaman Obat dan Aromatika, kemudian
untuk sayuran, pak Endot bisa mengontak Institut Pertanian Bogor. Untuk
peternakan bisa pula mengontak Universitas Padjajaran atau Puslitbangnak.
Terpenting pak Endot memiliki tempat untuk bertanya dan bertanya.
Keuntungan lain dari bekerjasama dengan peneliti, lembaga penelitian ataupun
perguruan tinggi, disamping menjamin kualitas produksi, umumnya pasti mereka
akan menyertakan mahasiswa/i untuk Praktek Kerja Lapangan ataupun Kegiatan
Penelitian. Ini akan menambah wawasan dan pengetahuan pak Endot tentunya dalam
akses ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru. Pekerja-pekerja pak Endot pasti
akan termotivasi bilamana dapat bergaul juga dengan akademisi, seperti yang
Kami terapkan di perkebunan dan peternakan Kami, desa Jatisari, kecamatan
Cangkuang, kota Banjaran, mereka bangga bila diajarkan oleh para Profesor dan
Doktor langsung, mereka senang bilamana ada mahasiswa/i yang bergabung dan PKL
di tempat Kami. Jaringan produksi pak Endot tentunya juga akan semakin lebih
kuat di mana pak Endot akan berkenalan dengan petani dan peternak lainnya yang
menerapkan ilmu dan teknologi yang sama, keseragaman dan kontinuitas supply
juga dapat tercapai. Pengalaman yang Kami alami kira-kira
demikian pak.
Ada suatu keterbatasan di mana para peneliti, lembaga penelitian ataupun
perguruan tinggi ini mengetahui keberadaan posisi kita, tapi mereka akan sangat
senang membantu bilamana kita bertanya dan meminta bantuan serta bimbingan.
Malaysia, Singapura dan Cina saja bahkan sampai rela kirimkan utusannya untuk
mendekati peneliti kita, tentunya kita sebagai sesama bangsa harus lebih
agresif dibandingkan negara-negara lainnya.
Salam Bertani Sehat!
Agus Ramada Setiadi
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]