Hasil Pelacakan Penipuan di Bidang Agrobisnis

Berdasarkan laporan dari Waskito Bagus Martimbang 
([EMAIL PROTECTED]) mengenai penipuan di bidang Agrobisnis yang 
telah ia alami (laporan lengkapnya kami lampirkan di bawah, AGROMANIA 
mencoba melakukan pelacakan di Aceh Besar dengan bantuan salah 
seorang sukarelawan anggota milis ini, yakni Yudha Fahrimal 
([EMAIL PROTECTED]). Berikut laporannya:


LAPORAN 10 FEB 2008:
Dear Moderator Agromania,
Kalau memang alamat yang disebutkan dibawah ini di Banda Aceh akan 
saya cek, sepertinya tidak jauh dari kantor saya, tetapi rasanya 
tidak sampai ke nomor 200-an karena memang jalannya tidak panjang dan 
hanya sebelah kiri yang ada bangunan dan itupun kantor pemerintahan 
sedangkan yang sebelah kanan adalah taman kota . Kalau Aceh Besar 
mungkin makan waktu yang lebih lama karena saya tidak tahu daerahnya 
(akan saya cari informasi). 


LAPORAN 11 FEB 2008:
Saya sudah lewat di Jalan Tgk Abu Lam U dan sperti email saya yang 
kemarin, nomor bangunan tidak sampai duaratusan bahkan hanya belasan. 
Saya sudah tanya teman yang cucunya Tgk Abu Lam U, menurut beliau 
tidak ada nama jalan di Aceh Besar dengan nama ulama tersebut. Beliau 
juga mengatakan jalan rumah beliau bernama Tgk Lam U dan tidak sampai 
seratus. Jalan itu bersambung dengan jln Teuku Umar dan hanya 
dipisahkan oleh bundaran mungkinkah yang dimaksud Jln Teuku Umar?. 
Kalau jln T. Umar panjangnya ada sekitar 2 km dan saya yakin 
bangunannya sampai duaratusan. Insya Allah sore waktu pulang kantor 
akan saya cek lagi. Saya akan coba juga untuk cari informasi di Aceh 
Besar


LAPORAN 15 FEB 2008
maaf baru sekarang saya kontak lagi. dalam dua hari terakhir ini saya 
kelapangan. 
Saya sudah cek alamat di Banda Aceh dengan kesimpulan sebagai berikut:
1. Jln Tgk. Abu Lam U di Banda Aceh hanya sampai belasan bangunan 
disebelah kiri jalan sedangkan yang dikanan jalan taman Kota.
2. sambungan jln tersebut Jln Teuku Umar dan hanya dipisahkan dengan 
bundaran. Nomor 254 ada tetapi tidak ada 254C dan merupakan toko 
(saya lupa apa nama tokonya yang pasti bukan CV yang dimaksud). 
Tetapi bangunan disampingnya dipagar seng dan yang nampak pada saya 
hanya rumah-rumah kopel kecil. Saya tidak dpt tempat parkir karena 
jalan padat (salah satu jalan protokol di Banda Aceh) dan waktu 
pulang kantor.
3. Kalau yang di Aceh Besar (seperti yang ditulis oleh pelapor di 
mailing list kita ndak jelas kotanya (kecamatan) dimana. kalau di 
Jantho (ibukota kabupaten), saya juga sudah tanya teman yang kerja di 
Jantho setahu beliau tidak ada nama jalan tersebut.
 Sekian dari saya dan maaf kalau tidak lengkap. Insya Allah akan saya 
cari terus informasinya
 
Demikian hasil pelacakan sementara. Jika ada rekan-rekan lain yang 
bermukim di Aceh, sikap baik seperti rekan Yudha Fahrimal sangat kami 
hargai.

Salam,
Moderator Agromania


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
LAPORAN DARI WASKITO BAGUS MARTIMBANG ([EMAIL PROTECTED])
(sudah pernah dimuat di milis ini)

Dear All Members..,

Belakangan ini telah banyak terjadi penipuan di kalangan perdagangan
umum, terutama agrobisnis. Penipuan ini terjadi tidak hanya menimpa
pihak penjual, namun juga menimpa pada pihak pembeli.
Hal ini juga yang telah terjadi pada perusahaan kami. Kami adalah
sebuah perusahaan kecil yang bergerak di bidang Perdagangan Umum,
yang sedang mencoba untuk menjelajahi bidang agrobisnis.

Kami telah tertipu oleh sebuah badan usaha yang menamakan dirinya
Charvita Indo Komoditi, dengan data berikut ini :
Nama Perusahaan : CV. Charvita Indo Komoditi
Nama Pemilik : Shinta Lesmana
Alamat : Jl. Kapten Soemarsono 193 Helvetia, Medan
Jl Tengku Abu Lamu No 254 C Aceh Besar, Indonesia
No. SIUP : 091/02-13/PM/V/2003
No. NPWP : 03.169.127.0-103.108.502

Bos kami telah melakukan transaksi dengan mereka, tentu saja setelah
membuat kontrak dengan pihak mereka, dan menerima data mereka
seperti 1 lembar SIUP, 1 lembar KTP a/n Bobby Wijaya dan 1 lembar
KTP a/n Shinta Lesmana.
Bos kami telah membayarkan D/P yang diminta, tp setelah tanggal yang
ditentukan ternyata barang tersebut tidak kunjung tiba. Kami telah
berusaha menghubungi no telp mereka tp tidak pernah diangkat. Saat
itulah bos kami baru menyadari bahwa dirinya telah tertipu.

Belajar dari pengalaman kami, sebaiknya para member lebih berhati-
hati dalam melakukan transaksi, baik sebagai pembeli ataupun sebagai
penjual.
Dan satu lagi.., hindari bertransaksi dengan CV. Charvita Indo
Komoditi, kami hanya tidak ingin kejadian ini menimpa member yang
lain.

Terima Kasih
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Kirim email ke