Dear Winston,
 
Dibawah ini pengalaman yang saya saksikan dilakukan oleh teman-teman petani di 
Palabusa -Buton, dan di Manggarai - Flores NTT: mereka memupuk bibit rumput 
laut Cottonii memakai pupuk Greentama + SP36. Caranya sbb: 
siapkan dua buah drum plastik yang sudah dibuka bagian atasnya.
Isis salah satu drum tsb dengan air laut sampai penuh.
Masukkan 8 takaran Greentama (takar dengan penutup botolnya) ditambah dengan 
satu genggam (lebih kurang 100 gram sp36) kedalam air laut tsb. kemudian aduk 
sampai rata.
Masukkan bibit rumput laut yang sudah diikat ditali resnya kedalam drum kosong 
satunya, kemudian isi dengan air laut yang sudah dicampur tadi sampai rumput 
lautnya terendam sempurna.
Biarkan bibit tsb terendam selama +/- 10 jam (dari jam 19 sampai dengan jam 5 
subuh)
Sebelum matahari terbit bibit tsb langsung dibawa kelaut dan dipasang pada 
patok yang sudah disiapkan.
 
Pembudidaya di Bantaeng-Sulawesi Selatan memakai SUPER ACI untuk memupuk 
bibitnya.
Caranya kurang lebih sama dengan yang diatas.
Pemupukan ini cuma dilakukan satu kali saja. Dianjurkan untuk memakai sarung 
tangan dan kaos lengan panjang ketika mengangkat bibit tsb dari drum dan 
membawanya kelaut untuk mencegah iritasi.
 
Sekian, kiranya bermanfaat.
 
Salam hangat,
Marcel

__________________________________________
|
$  AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
$  Mau Daftar? Segera Hubungi:
$  AGROMANIA (online sejak 1 Agustus 2000)
$  SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
$  EMAIL: [EMAIL PROTECTED]
$  MILIS: http://groups.yahoo.com/subscribe/agromania
$  AKTIVITAS: http://ph.groups.yahoo.com/group/agromania/photos
$  REFERENSI: http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/
$  ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jaksel 12510
$  TELP/FAX: ( 0 2 1 ) 7 1 9 9 6 6 0
|_______________________________________



To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Fri, 4 Jul 2008 06:21:12 
+0000Subject: [agromania] Re: Budidaya Rumput Laut




Salam kenal P Wahyu & rekan2 agromania,Saya tertarik dg artikel bp mengenai 
pemakaian TON dalam budidayarumput laut. Saat ini saya membudidayakan e cottoni 
di kalimantan.Tapi pertumbuhannya sangat mengecewakan (menggunakan long 
line).Ada bbrp hal yg saya ingin tanyakan pak :1. Utk budidaya cottoni (yg 
tidak bisa ditambak) penggunaan TONmenggunakan perendaman spt yg bpk katakan 
apakah perlu perendamanulang; atau diawal saja saat masih bibit?2. Utk cottoni, 
penggunaan TON diharapkan bisa meningkatkan hasilsampai brp % pak? (bila utk 
grasilarea 30-100% sesuai artikel bpk)3. Hormonik yg bpk sarankan hormonik apa 
pak?4. Utk cottoni, berapakah pertumbuhan ideal yg dapat dicapai (1kgbibit 
menjadi brp kg)??Saya ucapkan terima kasih atas bantuan dan 
kerjasamanya.Winston__________________________________________|$ AGROMANIA 
BUSINESS CLUB (ABC)$ Mau Daftar? Segera Hubungi:$ AGROMANIA (online sejak 1 
Agustus 2000)$ SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9$ EMAIL: [EMAIL PROTECTED] MILIS: 
http://groups.yahoo.com/subscribe/agromania$ AKTIVITAS: 
http://ph.groups.yahoo.com/group/agromania/photos$ REFERENSI: 
http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/$ ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten 
Barat 2, Jaksel 12510$ TELP/FAX: ( 0 2 1 ) 7 1 9 9 6 6 
0|_______________________________________--- In [email protected], "FX. 
Wahyu Andhika Putra A.P."<[EMAIL PROTECTED]> wrote:>> BUDIDAYA RUMPUT LAUT> 
---------------------------------> > A. Latar Belakang> Rumput laut (sea weeds) 
yang dalam dunia ilmu pengetahuan dikenalsebagai Algae sangat populer dalam 
dunia perdagangan akhir - akhir ini. > Rumput laut dikenal pertama kali oleh 
bangsa Cina kira - kira tahun2700 SM. Pada saat itu rumput laut banyak 
digunakan untuk sayuran danobat - obatan. Pada tahun 65 SM, bangsa Romawi 
memanfaatkannya sebagaibahan baku kosmetik. Namun dengan perkembangan waktu, 
pengetahuantentang rumput lautpun semakin berkembang. Spanyol, Perancis, 
danInggris menjadikan rumput laut sebagai bahan baku pembuatan gelas.> Kapan 
pemanfaatan rumput laut di Indonesia tidak diketahui. Hanyapada waktu bangsa 
Portugis datang ke Indonesia sekitar tahun 1292,rumput laut telah dimanfaatkan 
sebagai sayuran. Baru pada masa sebelumperang dunia ke - 2, tercatat bahwa 
Indonesia telah mengekspor rumputlaut ke Amerika Serikat, Denmark, dan 
Perancis.> > Sekarang ini rumput laut di Indonesia banyak dikembangkan 
dipesisir pantai Bali dan Nusa Tenggara. Mengingat panjangnya garispantai 
Indonesia (81.000 km), maka peluang budidaya rumput laut sangatmenjanjikan. 
Jika menilik permintaan pasar dunia ke Indonesia yangsetiap tahunnya mencapai 
rata - rata 21,8 % dari kebutuhan dunia,sekarang ini pemenuhan untuk memasok 
permintaan tersebut masih sangatkurang, yaitu hanya berkisar 13,1%. Rendahnya 
pasokan dari Indonesiadisebabkan karena kegiatan budidaya yang kurang baik dan 
kurangnyainformasi tentang potensi rumput laut kepada para petani. > > > B. 
Kandungan > Rumput laut yang banyak dimanfaatkan adalah dari jenis 
ganggangmerah (Rhodophyceae) karena mengandung agar - agar, keraginan,porpiran, 
furcelaran maupun pigmen fikobilin (terdiri dari fikoeretrindan fikosianin) 
yang merupakan cadangan makanan yang mengandung banyakkarbohidrat. Tetapi ada 
juga yang memanfaatkan jenis ganggang coklat(Phaeophyceae). Ganggang coklat ini 
banyak mengandung pigmen klorofila dan c, beta karoten, violasantin dan 
fukosantin, pirenoid, danlembaran fotosintesa (filakoid). Selain itu ganggang 
coklat jugamengandung cadangan makanan berupa laminarin, selulose, dan 
algin.Selain bahan - bahan tadi, ganggang merah dan coklat banyak 
mengandungjodium. > > > C. Manfaat> 1. Agar - agar> Masyarakat pada umumnya 
mengenal agar - agar dalam bentuk tepungyang biasa digunakan untuk pembuatan 
puding. Akan tetapi orang tidaktahu secara pasti apa agar - agar itu. Agar - 
agar merupakan asamsulfanik yang meruapakan ester dari galakto linier dan 
diperolehdengan mengekstraksi ganggang jenis Agarophytae. Agar - agar 
inisifatnya larut dalam air panas dan tidak larut dalam air dingin.> > Sekarang 
ini penggunaan agar - agar semakin berkembang, yangdulunya hanya untuk makanan 
saja sekarang ini telah digunakan dalamindustri tekstil, kosmetik, dan lain - 
lain. Fungsi utamanya adalahsebagai bahan pemantap, dan pembuat emulsi, bahan 
pengental, bahanpengisi, dan bahan pembuat gel. Dalam industri, agar - agar 
banyakdigunakan dalam industri makanan seperti untuk pembuatan roti, sup,saus, 
es krim, jelly, permen, serbat, keju, puding, selai, bir,anggur, kopi, dan 
cokelat. Dalam industri farmasi bermanfaat sebagaiobat pencahar atau peluntur, 
pembungkus kapsul, dan bahan campuranpencetak contoh gigi. Dalam industri 
tekstil dapat digunakan untukmelindungi kemilau sutera. Dalam industri 
kosmetik, agar - agarbermanfaat dalam pembuatan salep, krem, lotion, lipstik, 
dan sabun.Selain itu masih banyak manfaat lain dari agar - agar, seperti 
untukpembuatan pelat film, pasta gigi, semir sepatu, kertas, danpengalengan 
ikan dan daging. > > 2. Keraginan> Keraginan merupakan senyawa polisakarida 
yang tersusun dari unitD-galaktosa dan L-galaktosa 3,6 anhidrogalaktosa yang 
dihubungkan olehikatan 1 - 4 glikosilik. Ciri kas dari keraginan adalah setiap 
unitgalaktosanya mengikat gugusan sulfat, jumlah sulfatnya lebih kurang 35,1%.> 
Kegunaan keraginan hampir sama dengan agar - agar, antara lainsebagai pengatur 
keseimbangan, pengental, pembentuk gel, danpengemulsi. Keraginan banyak 
digunakan dalam industri makanan untukpembuatan kue, roti, makroni, jam, jelly, 
sari buah, bir, es krim, dangel pelapis produk daging. Dalam industri farmasi 
banyak dimanfaatkanuntuk pasta gigi dan obat - obatan. Selain itu juga dapat 
dimanfaatkandalam industri tekstil, kosmetik dan cat. > > 3. Algin (Alginat)> 
Algin ini didapatkan dari rumput laut jenis algae coklat. Algin inimerupakan 
polimer dari asam uronat yang tersusun dalam bentuk rantailinier panjang. 
Bentuk algin di pasaran banyak dijumpai dalam bentuktepung natrium, kalium atau 
amonium alginat yang larut dalam air.> Kegunaan algin dalam industri ialah 
sebagai bahan pengental,pengatur keseimbangan, pengemulsi, dan pembentuk 
lapisan tipis yangtahan terhadap minyak. Algin dalam industri banyak digunakan 
dalamindustri makanan untuk pembuatan es krim, serbat, susu es, roti, 
kue,permen, mentega, saus, pengalengan daging, selai, sirup, dan puding.Dalam 
industri farmasi banyak dimanfaatkan untuk tablet, salep,kapsul, plester, dan 
filter. Industri kosmetik untuk cream, lotion,sampo, cat rambut,. Dan dalam 
industri lain seperti tekstil, kertas,fotografi, insektisida, pestisida, dan 
bahan pengawet kayu. > > > D. Fungsi TON dalam Ekologi Rumput Laut> Rumput laut 
pertama kali ditemukan hidup secara alami bukan hasilbudidaya. Mereka tersebar 
di perairan sesuai dengan lingkungan yangdibutuhkannya. Rumput laut memerlukan 
tempat menempel untuk menunjangkehidupannya. Di alam tempat menempel ini bisa 
berupa karang mati,cangkang moluska, dan bisa juga berupa pasir dan lumpur. > > 
Selain itu rumput laut sangat membutuhkan sinar matahari untukmelangsungkan 
proses fotosintesa. Banyaknya sinar matahari ini sangatdipengaruhi oleh 
kecerahan air laut. Supaya kebutuhan sinar mataharitersedia dalam jumlah yang 
optimal maka harus diatur kedalaman dalammembudidayakannya. Kedalaman idealnya 
adalah berada 30 - 50 cm daripermukaan air. > > Proses fotosintesa rumput laut 
tidak hanya dipengaruhi oleh sinarmatahari saja, tetapi juga membutuhkan unsur 
hara dalam jumlah yangcukup baik makro maupun mikro. Unsur hara ini banyak 
didapatkan darilingkungan air yang diserap langsung oleh seluruh bagian 
tanaman.Untuk mensuplai unsur hara ini biasanya dilakukan pemupukan 
selamabudidaya. Untuk membantu menyediakan unsur hara dalam jumlah yangoptimal 
dan supaya cepat diserap oleh rumput laut ini, maka harusdisediakan unsur hara 
yang sudah dalam keadaan siap pakai (ionik).Unsur hara ini banyak dikandung 
dalam TON (Tambak Organik Nusantara). > > TON (Tambak Organik Nusantara), 
mengandung segala bahan-bahan yangdibutuhkan dalam pertumbuhan rumput laut. 
Baik menyediakan unsur haramikro lengkap, juga menyediakan unsur makro. Selain 
itu TON juga akanmeningkatkan kualitas rumput laut, karena akan menurunkan 
tingkatpencemaran logam berat yang juga akan terserap oleh rumput laut. 
Jikalogam berat ini tidak ada yang mengikat, maka akan ikut terserap 
dalamproses absorbsi unsur hara dari rumput laut, sehingga sangat berbahayabagi 
konsumen. Dengan adanya TON, logam berat ini akan terikat dalambentuk senyawa 
dan akan mengendap atau sulit terserap oleh prosesabsorbsi. > > Pertumbuhan 
rumput laut juga dipengaruhi oleh jumlah oksigenterlarut (DO), salinitas (kadar 
garam) dan temperatur. KandunganOksigen selain dipengaruhi oleh gerakan air 
juga dipengaruhi olehketersediaan unsur hara. Sehingga TON juga sangat penting 
untukmenunjang ketersediaan oksigen di perairan. Temperatur ideal 
bagipertumbuhan rumput laut adalah berkisar 200 - 280 C > > Dengan tersedianya 
unsur hara dalam jumlah yang optimal dan kondisilingkungan yang seimbang karena 
pengaruh TON, maka kualitas dankuantitas bahan - bahan yang dikandung oleh 
rumput laut juga akanmeningkat. > > Selain itu, pemakaian TON untuk budidaya 
rumput laut juga akanmembantu mengikat senyawa - senyawa dan unsur - unsur 
berbahaya dalamperairan. Senyawa - senyawa dan unsur-unsur ini jika teradsorbsi 
dalamsistem metabolisme rumput laut, akan mengganggu pertumbuhan rumputlaut dan 
juga akan menurunkan kualitas hasilnya. Selain itu jikarumput laut ini akan 
digunakan untuk bahan makanan, akan sangatberbahaya bagi yang menkonsumsinya. 
Kandungan senyawa karbon aktifdari TON akan sangat membantu untuk mereduksi 
senyawa-senyawa danunsur - unsur berbahaya tersebut. > > > E. Budidaya Rumput 
Laut dan Cara Pemakaian TON (Tambak OrganikNusantara)> Dalam menjalankan 
budidaya rumput laut, pertama yang harusdiperhatikan adalah pemilihan lokasi 
budidaya. Sebaiknya lokasibudidaya diusahakan di perairan yang tidak mengalami 
fluktuasisalinitas (kadar garam) yang besar dan bebas dari pencemaran 
industrimaupun rumah tangga. Selain itu pemilihan lokasi juga 
harusmempertimbangkan aspek ekonomis dan tenaga kerja. > > Budidaya rumput laut 
dapat dilakukan di areal pantai lepas maupundi tambak. Dalam pembahasan 
sekarang ini kita akan menekankan padabudidaya di tambak. Hal ini mengingat 
peran TON yang tidak efektifjika diperairan lepas (pantai). Untuk budidaya 
perairan lepasdibedakan dalam beberapa metode, yaitu : > 1. Metode Lepas Dasar> 
Dimana cara ini dikerjakan dengan mengikatkan bibit rumput lautpada tali - tali 
yang dipatok secara berjajar - jajar di daerahperairan laut dengan kedalaman 
antara 30 - 60 cm. Rumput laut ditanamdi dasar perairan. > > 2. Metode Rakit > 
Cara ini dikerjakan di perairan yang kedalamannya lebih dari 60 cm.Dikerjakan 
dengan mengikat bibit rumput di tali - tali yang diikatkandi patok - patok 
dalam posisi seperti melayang di tengah - tengahkedalaman perairan. > > 3. 
Metode Tali Gantung> Jika dua metode di atas posisi bibit - bibit rumput laut 
dalamposisi horizontal (mendatar), maka metode tali gantung ini dilakukandengan 
mengikatkan bibit - bibit rumput laut dalam posisi vertikal(tegak lurus) pada 
tali - tali yang disusun berjajar. > > Pemakaian TON dengan 3 cara di atas 
hanya dapat dilakukan dengansistem perendaman bibit. Karena jika TON 
diaplikasikan di perairanakan tidak efektif dan akan banyak yang hilang oleh 
arus laut. Metodeperendaman bibit dilakukan dengan cara :> 1. Larutkan TON 
dalam air laut yang ditempatkan dalam wadah .> 2. Untuk 1 liter air laut 
diberikan seperempat sendok makan (5 -10 gr) TON dan tambahkan 1 - 2 cc 
Hormonik.> 3. Rendam selama 4 - 5 jam, dan bibit siap ditanam. > > Pemakaian 
TON akan sangat efektif jika diaplikasikan dalam budidayarumput laut di tambak. 
Cara budidaya di tambak ini dapat dilakukandengan metode tebar. Caranya adalah 
sebagai berikut :> 1. Tambak harus dilengkapi saluran pemasukan dan 
pengeluaran.> 2. Tambak dikeringkan dahulu.> 3. Taburkan kapur agar pH-nya 
netral ( 0,5 - 2 ton per-hektartergantung kondisi keasaman lahan).> 4. Diamkan 
selama 1 minggu.> 5. Aplikasikan TON, dengan dosis 1 - 5 botol per-hektar 
(untukdaerah - daerah yang tingkat pencemarannya tinggi, dosisnyaditinggikan), 
dengan cara dilarutkan dengan air dahulu, kemudiandisebar secara merata di 
dasar tambak.> 6. Diamkan 1 hari> 7. Masukkan air sampai ketinggian 70 cm.> 8. 
Tebarkan bibit rumput laut yang sudah direndam dengan TON danhormonik seperti 
cara perendaman di atas. Dengan kepadatan 80 - 100gram/m2. > 9. Bila dasar 
tambak cukup keras, bibit dapat ditancapkanseperti penanaman padi.> 10. Tidak 
perlu ditambah pupuk makro. > > > F. Pemeliharaan dan aplikasi TON (Tambak 
Organik Nusantara) susulan. > Selama budidaya, harus dilakukan pengawasan 
secara kontinyu. Khususuntuk budidaya di tambak harus dilakukaan minimal 1 - 2 
minggu setelahpenebaran bibit, hal ini untuk mengontrol posisi rumput laut 
yangditebar. Biasanya karena pengaruh angin, bibit akan mengumpul di 
arealtertentu, jika demikian harus dipisahkan dan ditebar merata lagi diareal 
tambak. > > Kotoran dalam bentuk debu air (lumpur terlarut/ suspended 
solid)sering melekat pada tanaman, apalagi pada perairan yang tenang 
sepertitambak. Pada saat itu, maka tanaman harus digoyang - goyangkan didalam 
air agar tanaman selalu bersih dari kotoran yang melekat.Kotoran ini akan 
mengganggu metabolisme rumput laut. Beberapa tumbuhanlaut seperti Ulva, Hypea, 
Chaetomorpha, dan Enteromorpha seringmembelit tanaman. Tumbuhan - tumbuhan 
tersebut harus segeradisingkirkan dan dipisahkan dari rumput laut agar tidak 
menurunkankualitas hasil. Caranya dengan mengumpulkannya di darat. Bulu 
babi,ikan dan penyu merupakan hewan herbivora yang harus dicegah agar 
tidakmemangsa rumput laut. Untuk menghindari itu biasanya dipasang 
jaringdisekeliling daerah budidaya. Untuk budidaya di tambak di lakukandengan 
memasang jaring di saluran pemasukan dan pengeluaran. > > > G. Pemanenan> Pada 
tahap pemanenan ini harus diperhatikan cara dan waktu yangtepat agar diperoleh 
hasil yang sesuai dengan permintaan pasar secarakualitas dan kuantitas. > > 
Tanaman dapat dipanen setelah umur 6 - 8 minggu setelah tanam. Caramemanen 
adalah dengan mengangkat seluruh tanaman rumput laut ke darat.Rumput laut yang 
dibudidayakan di tambak dipanen dengan cara rumpuntanaman diangkat dan 
disisakan sedikit untuk dikembangbiakkan lebihlanjut. Atau bisa juga dilakukan 
dengan cara petik dengan memisahkancabang - cabang dari tanaman induknya, 
tetapi cara ini akan berakibatdidapatkannya sedikit keraginan dan pertumbuhan 
tanaman induk untukbudidaya selanjutnya akan menurun. > > Jika rumput laut 
dipanen pada usia sekitar satu bulan, biasanyaakan diperoleh perbandingan berat 
basah dan berat kering 8 : 1, danjika dipanen pada usia dua bulan biasanya akan 
didapat perbandingan 6: 1. Untuk jenis gracilaria biasanya diperoleh hasil 
panen sekitar1500 - 2000 kg rumput laut kering per- hektarnya. Diharapkan 
denganpenggunaan TON (Tambak Organik Nusantara) akan meningkat sekitar 30 -100 
%.> > > > kireina lie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kami membutuhkan rumput laut 
kering dengan spec sebagai berikut:> > - Jenis : E Cottoni> > - MCR 35%> > - 
Kotoran 2% (termasuk garam)> > - Terima gudang Surabaya> > Apakah ada yang bisa 
memberikan penawaran?&nbsp; Terima kasih> > Regards,> Kireina> > ======> 
KOMUNITAS ONLINE <======> AGROMANIA (online sejak 1 Agustus 2000)> SMS: 0 8 1 1 
1 8 5 9 2 9> EMAIL: [EMAIL PROTECTED]> MILIS: 
http://groups.yahoo.com/group/agromania> AKTIVITAS: 
http://ph.groups.yahoo.com/group/agromania/photos> REFERENSI: 
http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/> ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten 
Barat 2, Jaksel 12510> TELP/FAX: ( 0 2 1 ) 7 1 9 9 6 6 0> BERGABUNG: 
http://groups.yahoo.com/subscribe/agromania> ======> I N D O N E S I A <======> 





_________________________________________________________________
Manage multiple email accounts with Windows Live Mail effortlessly.
http://www.get.live.com/wl/all

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke