Kalau kita jalan jalan mengunjungi supermarket besar di MEE (misalnya
Carrefour, Tesco, ALdi etc.)di UK, Perancis, Jerman, ...sangat sulit
menemukan products agro made in Indonesia,...

Kenapa dengan mudah nya kita bisa menemukan products agro dari negara
tetangga seperti (Malaysia, Vietnam, Thailand),..negara2 Africa atau
America Latin,...?

Penglihatan saya selain mereka mendapatkan total supports dari
pemerintahnya,..mudah meng-akses ke jaringan informasi juga mereka
sudah bisa meng-implementasikan kata kata products mereka
- on quality
- on quanitity
- on time delvery
- on specification
- on budget
pada kehidupan sehari hari,...jadi tidak hanya teruir pada company
profile perusahaan nya,....

Fasilitator seperti pada milist Agromania ini akan ikut berkontribusi
meningkatkan competencies dari products Indonesia untuk bisa menembus,
survive, berkembang dan sukses di regional dan global market.

Wasalam

Riksanagara

__________________________________________
|
$  AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
$  Mau Daftar? Segera Hubungi:
$  AGROMANIA (online & terpercaya sejak 1 Agustus 2000)
$  SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
$  EMAIL: [EMAIL PROTECTED]
$  MILIS: http://groups.yahoo.com/subscribe/agromania
$  AKTIVITAS: http://ph.groups.yahoo.com/group/agromania/photos
$  REFERENSI: http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/
$  ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jaksel 12510
$  TELP/FAX: ( 0 2 1 ) 7 1 9 9 6 6 0
|_______________________________________




--- In [email protected], Ahmad Yanuardi <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Insya Allah pak, semoga doa bpk dan kita semua di kabulkan oleh
Allah SWT.
> Amin, Amin, Amin.
>
> Hari Sabtu kemarin, saya diskusi dgn salah satu teman yang sudah
cukup lama mamiliki lahan pertanian, membina petani2 dan memasarkan
hasilnya.
> Masalah yg terutama adalah GOOD WILL (keinginan baik) dari kita semua :
> petani, penyuluh lapangan, departemen terkait, akademika, peneliti,
pengusaha, investor dan pasar.
> Semestinya, kita semua duduk dan sama-sama mencari solusi dan
sesudah itu harus ada TEKAT YANG KUAT UNTUK MENGAPLIKASIKAN
hasil-hasil dari pertemuan tsb, jika tidak, kita hanya akan jalan di
tempat saja.
>
> Tidak heran dgn negara Amerika, bukan hanya di pertanian tapi semua
sektor sudah ada aturan dan ditaati oleh masyarakatnya, walau ada juga
yang bandel.
> Negara tetangga kita sajalah, Thailand, yg maju dan berhasil dgn
memperhatikan sektor pertanian.
> Seharusnya kita semua di Indonesia harus banyak belajar dari Thailand.
>
> Wassalam,
> Ahmad Yanuardi
>
>
> --- On Sat, 8/9/08, yovanka jojo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> From: yovanka jojo <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Bls: [agromania] Nikmatnya jadi Petani Amerika
> To: [email protected]
> Date: Saturday, August 9, 2008, 3:29 PM
>
> Suatu saat nanti setelah pejabat dan penguasa korup sudah ditumpas
habis dan
> diganti dengan generasi penerus yang bersih yang tulus mengabdi
tanpa ada pamrih
> . Mungkinkah? Mungkin suatu saat nanti entah kapan.
>
> --- Pada Sab, 9/8/08, D. Hadi <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Dari: D. Hadi <[EMAIL PROTECTED]>
> Topik: [agromania] Nikmatnya jadi Petani Amerika
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Sabtu, 9 Agustus, 2008, 5:41 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>             Kapan Indonesia bisa seperti ini?
>
>
>
> D. Hadi
>
>
>
> NDSU<http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 08/08/18040358/ nikmatnya.
> jadi..petani. amerika#>
>
> Petani di North Dakota memanfaatkan teknologi dan peralatan canggih
untuk
>
> bertani.
>
>  /<http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 08/08/18040358/ nikmatnya.
> jadi.petani. amerika>
>
>   Jumat, 8 Agustus 2008 | 18:04 WIB
>
>
>
> *Laporan dari Minot, North Dakota*
>
>
>
> Apa yang terjadi jika panen Pak Amat di Jawa Tengah atau Kang Asep
di Jawa
>
> Barat gagal? Keluarga mereka pasti akan mengalami kesulitan
setelahnya. Bisa
>
> jadi mereka terpaksa makan nasi aking, menggadaikan barang-barang, dan
>
> menunggak bayaran sekolah anaknya. Tapi bila mereka adalah petani di
Amerika
>
> Serikat, hal seperti itu sepertinya tak akan terjadi. Pasalnya
pemerintah
>
> akan mengganti kerugian gagal panen mereka.
>
>
>
> Jaminan dari pemerintah adalah salah satu kenikmatan yang didapat para
>
> petani. Selain jaminan gagal panen, para petani AS juga mendapat bantuan
>
> pengetahuan dan teknologi dari berbagai pihak, terutama universitas.
Mereka
>
> bisa dengan mudah mendapat informasi bibit unggul terbaru, kondisi cuaca
>
> harian, bahkan harga berbagai jenis panenan. Itu artinya para petani
>
> diharapkan akrab dengan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
>
>
>
> Menurut Jay Fisher, direktur Pusat Riset Distrik di North Dakota State
>
> University, petani memang sudah menggunakan internet untuk mencari
berbagai
>
> informasi. "Petani di North Dakota sebagian besar memiliki akses
internet
>
> dari rumahnya," ujar Fisher saat ditemui Senin (28/7) di pusat riset di
>
> pinggiran kota kecil Minot, North Dakota.
>
>
>
> Selain di rumah, para petani dan peternak bisa berkumpul di pusat riset
>
> untuk mengikuti ceramah tentang produk pertanian atau peternakan. Bukan
>
> hanya mendengarkan para peneliti lokal, mereka juga bisa bertanya atau *
>
> sharing* dengan peneliti di lokasi lain secara *teleconference* .
> "Akibatnya
>
> petani menjadi akrab dengan teknologi. Mereka bahkan menentukan apa yang
>
> akan ditanam atau di mana hasil panen akan dijual melalui internet,"
ujar
>
> Fisher.
>
>
>
> Kedekatan para petani terhadap teknologi juga terlihat dalam penggunaan
>
> alat-alat pertanian mereka. Selain mesin-mesin besar yang dipakai
memanen,
>
> mereka juga memiliki perlengkapan penanda lokasi semacam GPS (*global
>
> positioning system*) yang bisa menuntun jalannya traktor sehingga tidak
>
> belok ke lahan orang. Alat ini sangat penting mengingat tiap petani
>
> menggarap rata-rata 1.000 hektar lahan. Dengan ketepatan alat ini,
>
> lahan-lahan pertanian terlihat rapi terkotak-kotak dari atas langit
North
>
> Dakota.
>
>
>
> Lalu hal apa yang bisa ditiru petani Indonesia? Sulit memang mencontoh
>
> penggunaan mesin-mesin besar dalam proses pertanian karena lahan
para petani
>
> Indonesia tergolong amat kecil. Kebanyakan petani juga bukan pemilik
lahan
>
> melainkan penggarap. Namun teknologi dan informasi tetap bisa
dimanfaatkan.
>
> Petani sayur di Buleleng, Bali, misalnya sempat meneguk keuntungan
setelah
>
> mereka melalui internet berhasil mengetahui kebutuhan pasar. Ada
pula petani
>
> kacang di Jawa Timur yang menemukan pembeli setelah menjelajahi
dunia maya.
>
> Tak jarang di antara mereka membentuk komunitas online untuk saling
bertukar
>
> pikiran.
>
>
>
> Permulaannya memang sulit. Kebanyakan petani Indonesia bercerita bahwa
>
> mereka sangat takut mengoperasikan komputer. Takut keliru, katanya.
Tapi itu
>
> bukan hanya masalah di Indonesia. Petani Amerika pun mengalami hambatan
>
> serupa. "Awalnya sulit mengajak mereka memanfaatkan internet," papar
> Fisher..
>
> "Namun setelah beberapa orang mendapatkan manfaat, yang lain akhirnya
>
> tertarik."
>
>
>
> Hal lain yang dirasa sangat membantu petani adalah mudahnya mengakses
>
> informasi pertanian lewat internet. Situs North Dakota State
>
> University<http://www.ag. ndsu.nodak. edu/minot/>misalnya menyediakan
>
> hasil-hasil penelitian mereka yang terbaru mengenai
>
> hama dan sistem pertanian. Itu juga pasti bisa dibangun di
Indonesia. Yang
>
> sedikit sulit mungkin adalah memastikan petani akan mendapat ganti
rugi bila
>
> panen mereka gagal. Namun bisa jadi itu bukan hal yang mustahil
kelak. Dan
>
> bila sudah begitu, produk pertanian kita mungkin bisa bersaing di pasar
>
> dunia. Siapa tahu?
>
>
>
> *A. Wisnubrata*
>
> Sent from my BlackBerry (c) Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
>
>
>
> ____________ _________ _________ _________ ___
>
> |
>
> $  AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
>
> $  Mau Daftar? Segera Hubungi:
>
> $  AGROMANIA (online & terpercaya sejak 1 Agustus 2000)
>
> $  SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
>
> $  EMAIL: [EMAIL PROTECTED] co.id.
>
> $  MILIS: http://groups. yahoo.com/ subscribe/ agromania
>
> $  AKTIVITAS: http://ph.groups. yahoo.com/ group/agromania/ photos
>
> $  REFERENSI: http://groups. yahoo.com/ group/agromania/ files/
>
> $  ALAMAT: Jl.Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jaksel 12510
>
> $  TELP/FAX: ( 0 2 1 ) 7 1 9 9 6 6 0
>
> |___________ _________ _________ _________ _
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
___________________________________________________________________________
> Dapatkan alamat Email baru Anda!
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> ------------------------------------
>
> DAFTAR JADI ANGGOTA MILIS AGROMANIA:
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Posting Pesan: [email protected]
> Kontak Moderator: [EMAIL PROTECTED]
> SMS Moderator: 0811-18-5929
>
> TIPS PENCARIAN DI GOOGLE:  daftar alamat pembeli agrobisnis /
agribisnis,
> daftar alamat penjual dan pembeli Indonesia dan mancanegara, diskusi
dan teori
> agribisnis, cara melakukan ekspor, buah-buahan, sayur-sayuran,
ternak, kebun,
> taman, tanaman, tanaman obat (herbal), mesin pengolahan, mesin
pertanian,
> makanan, minuman, ikan hias, hutan, pupuk, ikan, ikan laut, benih, biji,
> kacang-kacangan, daging, rempah-rempah, budidaya, hidroponik,
hortikultura,
> sapi, ayam, burung, kambing, sawit, minyak sawit, bonsai, walet,
anggrek, minyak
> atsiri, udang, kayu, lada, vanili, kopi, coklat, kacang, nilam,
markisa, durian,
> lebah madu, pisang, bekicot, salak, ubi kayu, jagung, karet, eksportir /
> importir, penjual / pembeli, waralabais (pengusaha waralaba), produsen,
> wiraswasta, petani, informasi jasa, iklan produk agribisnis,
informasi lowongan
> bidang agrobisnis, forum diskusi, konsultasi, daftar alamat,
informasi harga,
> pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan,
agroindustri, agro
> indonesia.Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke