Profit margin sapi potong memang sangat kecil, itu sebabnya saya nggak bisa 
kaya raya, sapinya gemuk tony nya makin kurus.
Anda telah menemukan salah satu kunci utamanya, yaitu "keuntungan tergantung 
harga pakan sapi". Sehingga perhitungan detail dalam hal ini sangat menentukan 
ada tidaknya keuntungan.
Salah satu Tipu Daya atau Trick, yang mudah dan sering saya lakukan adalah 
Trade off limbah pertanian dengan Transport. Petani sekarang tidak lagi memikul 
hasil panennya, mereka membutuhkan alat transport berupa Truck atau Pick 
Up/Colt Buntung. Kita juga membutuhkan kendaraan ini untuk mengambil limbah 
yang kita beli. Kita tawarkan sarana transport dengan imbalan limbah pertanian. 
Bensin mahal, kendaraan juga mahal - karena pake AC, musik Dangdutan, makin 
jauh makenya, makin berat bawaannya , biaya makin mahal. Sedangkan limbah kan 
nggak ada harganya, malah harus keluar biaya untuk membersihkannya. Al-hasil si 
petani senang dan si penyedia sarana transport jauh lebih di untungkan, berarti 
biaya pakan sapinya juga bisa lebih murah.
Dan banyak lagi Tipu Daya Nasional yang bisa kita jalankan, selama yang di tipu 
merasa senang dan puas, halal hukumnya. Barangkali  ???? 
Terimakasih dan salam hormat 
TONY_SAPI
http://sapiology.com
http://tonysapi.multiply.com

---------------------------------------
Daftar Pengusaha Agrobisnis Indonesia:
http://www.direktoriabc.co.cc
---------------------------------------





________________________________
From: gunsts <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, 3 November 2008 7:03:34
Subject: [agromania] Re: pengawetan limbah hijauan jagung


Terima kasih boss Tony atas penjelasannya. Bukan menggurui, melainkan
apa yang boss Tony sampaikan pasti merupakan suatu info yang kita
perlukan.

Saya saat ini sih posisinya cuman coba-coba piara sapi dengan sistem
paron, yang saya pikir resikonya juga gede. Tetapi sebelumnya saya
sudah tanya sana-sini mengenai sapi, sampai pada akhirnya mendapat
kesimpulan bahwa ternyata penggemukan sapi ini profit marginnya sangat
tipis, terutama bila kita tidak mendapatkan pakan dengan harga yang
'dibanting'. Di daerah probolinggo, tempat saya paron, adalah sentra
sapi perah. Disini, akibatnya, hijauan menjadi 'langka' dimusim
kering, karena berebut dengan sapi perah. Di gunung sana, triknya
adalah menyewa lahan eks perhutani untuk ditanami jagung atau rumput
(disela-sela pohon jati). Tapi tetap saja kalo dihitung hijauan kalau
beli, biayanya gak masuk. Jadi saya tertarik dengan teknologi
pengawetan hijauan ini. Jadi bisa beli murah di musim hujan.

Sekarang dengan asumsi bahwa kita punya lahan sendiri yang bisa kita
tanami hijauan, nah kira-kira untung mana bila:

1. Lahan ditanami jagung, limbah daun/batang diambil, dan kemudian
jagungnya dijual. Mumpung jual jagung gampang sekarang? Tentu saja
kita perlu keluarin biaya u/ tanam jagung tadi (pupuk, buruh, bibit,
dlsb.). Kita harap dapat keuntungan di jagung, lah limbahnya gratis
gitu. Berapa ton limbah hijauan per hektar?

2. Ditanami rumput, dimana rumput itu bisa tumbuh terus menerus
setelah dipotong. Dan tentunya ada sedikit biaya u/ pemupukan. Disini
kerugiannya ya rumput cuman buat sapi saja, kita gak bisa dapat
apa-apa. Berapa ton rumput bisa didapat?

ATAU malah:
3. Lebih untung beli saja semua, kemudian diawetkan, daripada tanam
semuanya sendiri?

Nah ini menarik, kalo bisa dilihat itung2annya.

Sekali lagi, maaf kalo ada kata2 yang salah, saya pingin banget
belajar dari boss disini mengenai ini.. Dulu saya penasaran dengan
boss Edhy yang bisa kasih pakan sapi sehari rp. 5000 (kalo ga salah).
Wah profitnya bisa gede tuh..

salam,
Gunawan
------------ --------- --------- ---------
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
INFORMASI:http://www.agromani a.co.cc
FORMULIR:http://www.formulir abc.co.cc
DIREKTORI:http://www.direktor iabc.co.cc
------------ --------- --------- ---------

--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, tony sapi <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote:
>
> Para Boss SAPI'er yth,
> Kalau di hitung satu kali jalan atau "single cycle", perhitungan
nanam jagung kemudian batang dan daunnya di pakai untuk silage, memang
untung.
> Karena dengan menanam jagung saja, kita sudah dapat untung bukan.
Daun dan batangnya sebagai tambahan pendapatan. Ok lah lumayan.
> Untuk putaran berikutnya , berapa lama anda harus menunggu untuk
menanam jagung ulang, belum lagi biayanya. Terkecuali anda menanam
sendiri dengan mengerjakan sendiri, tanpa membayar tenaga buruhnya.
> Silahkan hitung dengan pembanding berikut:
> Biarlah petani lain yang menanam jagung, kita yang membeli
limbahnya, yg berupa daun dan batang jagung, untuk kita buat silage.
> Dengan demikian jumlah bahan silage relative tak terbatas, dan
tersedia setiap saat. Syaratnya kita harus rajin keluar masuk
perkebunan petani lain, beli kontrak sejak dini agar harganya murah.
> Pembanding kedua adalah dengan  menanam rumput sendiri, untuk
langsung diberikan sebagai pakan dan untuk di buat silage. Sehabis
panen rumput, kita tidak keluar biaya lagi untuk menanamnya, hanya
menunggu sampai rumputnya tumbuh kembali.
> Dengan cara ini, kendala utamanya hanya "waktu" , menyiasatinya dapat
dilakukan dengan banyak cara yang antara lain:
> * Lakukan penanaman secara bertahap, dengan jarak waktu tanamnya
disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan lama tumbuhnya rumput
(ROG=rate of growth)
> * Menanamnya di lahan mati milik petani lain, seperti di sela-sela
saluran air, pagar kebun/rumah dll. Tanpa di sadari karena tidak
pernah di perhatikan, yang namanya lahan mati ini sebetulnya sangat
amat luas. Jika anda pernah menjadi tukang ngarit seperti saya ini,
maka anda akan mudah memahaminya, karena saat ngarit rumput - pada
lokasi-lokasi tersebutlah yang paling banyak dan baik kualitas
rumputnya (tidak pernah di injak orang dll).
> Penjelasan saya tersebut di atas, di dasari oleh satu syarat, yaitu
"keluarlah dari lingkungan anda" atau bahasa kotanya sih "out of the
box", jika kita terkungkung oleh kenyamanan kita untuk berupaya di
lingkungan sendiri, kadang segala sesuatunya nampak serba terbatas.
Konsekuensinya kita harus mempunyai daya angkut yang bisa menjelajah
ke lingkungan lain.
>  
> Mohon maaf bukanlah saya berniat mengajari para Boss SAPI'er yang
terhormat, apa yang saya utarakan hanyalah  salah satu pengalaman
pribadi dalam mengatasi kesulitan hijauan di lingkungan internal
peternakan ndeso kami dahulu kala.
> Terimakasih dan salam hormat
>  
> TONY_SAPI
> http://sapiology. com
> http://tonysapi. multiply. com
>
> ------------ --------- --------- ---------
> AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
> INFORMASI:http://www.agromani a.co.cc
> FORMULIR:http://www.formulir abc.co.cc
> DIREKTORI:http://www.direktor iabc.co.cc
> ------------ --------- --------- ---------
>
>




      ______________________________________________________________________
Search, browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel.
http://sg.travel.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke