Wadah para pelaku agrobisnis IndonesiaPak Risnandar dan rekan agromania,
Barangkali, memang kondisi penurunan harga sawit, juga komoditas perkebunan 
lain untuk pasar ekspor saat ini memang membingungkan.
Namun kalau kita pikir, penyebabnya sama saja dengan kenapa harga komoditas 
beberapa waktu yll melonjak tajam dengan margin tidak wajar (Menurut 
perhitungan, kisaran harga tbs yang wajar adalah +/- 1000 /kg).

Pangkal sebabnya adalah kondisi pasar saham dan future komoditas +/- 2 tahun 
yang lalu akibat permasalahan kredit perumahan di amerika yang amburadul, 
mengakibatkan investor menyerbu dan mempermainkan saham/komoditas minyak bumi 
sehingga harganya meroket. Menyiasati hal tersebut, konsumen/produsen barang 
turunan minyak bumi mencari substitusinya : bahan bakar beralih ke bahan bakar 
nabati (biodisel - dari minyak sawit/kedelai, bioethanol - dari pati jagung 
dll), karet sintetis minyak bumi kembali ke karet alam, jadilah komoditas 
pertanian sawit, karet, kedelai dan jagung melonjak harganya.
Hal ini semakin menarik investor untuk mempermainkan/menggoreng harga komoditas 
perkebunan tsb.

Nah saat  4 bulanan yang lalu, permainan mereka sudah mentok, para investor 
lari dari saham/komoditas, akibatnya harga komoditas merosot. Permasalahan 
kredit perumahan di amerika juga semakin berlarut bahkan membawa korban 
beberapa bank investasi di amerika ambruk dan phk besar2an, ini berakibat 
konsumsi amerika terhadap minyak bumi dan turunannya juga merosot. 
Dampaknya harga minyak bumi turun terus, so, permintaan akan substitusinya 
(bahan bakar nabati biodisel/bioethanol, karet alam) juga turun drastis. 
Akibatnya harga sawit, karet, kedelai dan jagung juga melorot.

Pada sisi lain kita sebagai produsen, terutama sawit, kita juga keliru. Eforia 
harga sawit yang terus meninggi beberapa tahun terakhir, membutakan kita. Hutan 
kita tebang diganti sawit, akibatnya bisa jadi sekarang sebenarnya produksi 
minyak nabati dunia berlebih, dan pasokan yang berlebih pasti menurunkan harga. 
Begitu juga karena efek perusakan lingkungan tsb, menyebabkan harga cpo kita 
dihargai lebih rendah, kalaupun tidak ditolak oleh eropa yang memang sangat 
concern ke lingkungan.

Harga Sawit 
Posted by: "Risnandar Risnandar" [EMAIL PROTECTED]   risnandar.enviro 
Mon Nov 24, 2008 1:01 am (PST) 
Rekan...

Mohon pencerahan dong kenapa harga sawit kian merosot.... di jambi harga Rp 
1.800,-/kg turun menjadi 800san dan sekaring menjadi 400san.... kasihan juga 
yah petani, hasilnya cuma lepas buat upah aza....

Tks
Salam
Risnandar

******************************
Pelaku dan Indeks Komoditi Direktori Agromania Business Club (ABC): penjual dan 
pembeli ikan kakap, penjual dan pembeli ikan kakap merah, penjual dan pembeli 
ikan kakap putih, penjual dan pembeli ikan kaleng, penjual dan pembeli ikan 
kapasan, penjual dan pembeli ikan kembung, penjual dan pembeli ikan kerapu.
DIREKTORI: http://www.direktoriabc.co.cc
FORMULIR: http://www.formulirabc.co.cc
INFORMASI: http://www.agromania.co.cc
MAILING LIST: http://www.milisabc.co.cc
INFO SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS ONLY)
******************************

Kirim email ke