Salam sukses..
Saya tidak tahu tata niaga Sawit dan jalur distribusi dengan data yang valid.
Namun, sejauh yang saya tahu, produsen minyak goreng dengan kapasitas 
produksinya yang ada batasannya dan kebutuhan pasar yang relatif bertumbuh 
"perlahan" nampaknya tidak diimbangi oleh pasokan / supply bahan baku minyak 
goreng, yaitu Sawit. Program "sawitisasi" beberapa tahun silam, nampaknya sudah 
menampakkan hasilnya sekarang, dimana sebagian besar sawit sudah produksi 
dengan berlipat ganda namun tidak diimbangi oleh kapasitas pabrik pengolahan 
yang ikut tumbuh dengan percepatan yang sama, maka hukum sederhana ekonomi akan 
berlaku: Supplay besar sementara Demand relatif tetap, maka Harga akan turun). 
Jangan terlena oleh iming-iming dan janji produsen minyak untuk memperluas 
lahan sawit dan akan membeli hasil petani sawit berapapun jumlahnya, karena 
menurut saya ini langkah strategis perusahaan untuk mendapatkan bahan baku 
dengan harga yang murah (semakin luas lahan sawit, makin banyak hasil sawit 
sementara kebutuhan relatif tetap, maka harga akan
 diturunkan. Kalau tidak mau dengan harga yang ditetapkan, petani mau jual 
kemana..? Mengolah sendiri juga tidak ada teknologi dan modal yang cukup). 
Sementara produsen minyak akan sangat diuntungkan, dengan harga beli bahan baku 
yang "semakin kecil", sementara harga jual minyak goreng tidak berubah maka 
margin keuntungan produsen akan berlipat ganda.
 
Salam sukses......
 
NB: Petani yang modern dan berpikir strategis haruslah mempunyai portofolio 
usaha, jangan hanya bergerak di satu sektor bisnis pertanian saja. Sawit bisa 
ditumpangsarikan dengan tanaman lain di sela-selanya (misalnya Coklat, kopi, 
nanas, lada, tanaman hias), maupun hewan ternak (kambing, domba, sapi). Jika 
salah satu bidang bisnis lesu, maka bidang yang lain akan dapat dijadikan 
pegangan untuk sumber penghasilan sehingga secara total portofolio bisnisnya 
berjalan semua.
 
Handa S.

******************************
Pelaku dan Indeks Komoditi Direktori Agromania Business Club (ABC): penjual dan 
pembeli ikan lele dan bibitnya, penjual dan pembeli ikan lele dumbo, penjual 
dan pembeli ikan lemuru, penjual dan pembeli ikan lobi-lobi, penjual dan 
pembeli ikan lodi, penjual dan pembeli ikan louhan, penjual dan pembeli ikan 
makarel.
DIREKTORI: http://www.direktoriabc.co.cc
FORMULIR: http://www.formulirabc.co.cc
INFORMASI: http://www.agromania.co.cc
MAILING LIST: http://www.milisabc.co.cc
INFO SMS: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS ONLY)
******************************


--- On Mon, 11/24/08, Risnandar Risnandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Risnandar Risnandar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [agromania] Harga Sawit
To: [email protected]
Date: Monday, November 24, 2008, 10:03 AM






Rekan...

Mohon pencerahan dong kenapa harga sawit kian merosot.... di jambi harga Rp 
1.800,-/kg turun menjadi 800san dan sekaring menjadi 400san.... kasihan juga 
yah petani, hasilnya cuma lepas buat upah aza....

Tks
Salam
Risnandar

____________ _________ _________ __

DIREKTORI AGROBISNIS INDONESIA
http://www.direktor iabc.co.cc
MAU GABUNG? ISI FORMULIR DI:
http://www.formulir abc.co.cc
____________ _________ _________ _


















[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke