Salam kemakmuran..
Halo rekan sekalian, bolehkan saya disini sedikit banyak mulut.Eeeeh, maksudnya 
pengen cerita tentang pengalaman hari Jum'at lalutentang gaharu.Tanggal 13 
maret 2009, tepatnya hari Jum'at, saya diundang salahsatu
rekan pakar gaharu di Bogor, asli Sumatera utara ke pertemuan akbar petani di 
Tarutung.
Bapak Ir, Joner Pangihutan M.Si dari Biotrop Bogor.
Beliau sebagai narasumber pada acara itu, sedangkan saya adalah tamu biasa aja. 
Tapi karena saya undangan khusus pada acara itu, saya berksempatan duduk pada 
kursi paling depan, sehingga berpotensi berkenalan dengan beberapa pejabat 
setempat.

Ternyata acara itu juga di muati nuansa politik, untuk mendukung salah satu 
partai di negeri kita. Saya sedikit terkejut, karena pada undangan tersebut 
tidak ada cerita politik segala.Tapi baiklah,ada atau tidak muatan politik 
tidak kita bahas. Namun, yang minta didukung namanya pada adalah juga mendukung 
pertanian di daerah itu.Acara dimulai pada jam 11 wib, diadakan di gedung Serba 
guna Tarutung.Undangan sekitar 1500 orang, namun yang hadir ada sekitar 1700 
orang.Sungguh luar biasa pikir saya, karena yang hadir pada saat itu dimulai 
dari petani, kelompok tani, KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), Penyuluh 
Pertanian, Pejabat Pertanian, Seluruh jajaran Pemkab Tapanuli utara, juga tak 
ketinggalan Bapak TORANG LUMBAN TOBING, Bupati Tapanuli utara terpilih.
Acara berlangsung hikmat, seru dan gembira.Satu demi satu acara di langsungkan, 
dimulai dari Nara sumber Bapak Ojak Siagian, mantan anggota MPR RI,yang juga 
pernah menjabat sebagai pengurus KTNA Nasional.Beliau berpendapat, petani 
Sumatera utara tidak ketinggalan teknologi. Karena, beberapa petani nasional 
masih banyak yang mempunyai nama di pertanian nasional.Acara ke dua, Nara 
sumber nya bapak Ir, Joner Pangihutan Situmorang, M.Si dari BIOTROP Training 
and Information Centre, Bogor.

Pada saat itu, acara berlangsung sangat hidmat seperti sedang dalam merenung 
masal. Mengapa ???Beliau menerangkan betapa pohon Gaharu yang mempunyai potensi 
dan nilai jual juga manfaat serta harganya yang sangat menggiurkan tersebut, 
ternyata sangat banyak tumbuh liar di Tapanuli utara.Para petani terkejut, dan 
mengatakan: "Ai songondia do hau na dohot aha do goarna molo adong dison?". 
artinya,: Seperti apa sich pohonnya, dan apa nama bahasa daerah sini kalo emang 
benar itu ada disini???
Sungguh ironis, petani belum mengenal tumbuhan yang bernama Gaharu tersebut. 
Padahal, bila petani mau investasi 10 pohon saja untuk di tanam dipekarangan 
rumah, dan itu dilaksanakan setiap yang namanya petani, bisa kita bayangkan, 
negeri ini aman, minimal tidak ada maling atau Koruptor.Karena dapat kita 
hitung kasar, setiap pohon akan menghasilkan getah gaharu sebanyak 3 - 5 kg 
saja, dengan harga rata rata Rp 10.000.000.00 / kg. Maka petani akan memanen 
gaharunya 7 - 10 tahun mendatang, 10 pohon dikali kan 1 kg saja dengan harga 
tsb diatas, maka: Rp 100.000.000. 00 / Kepala Keluarga. Bila petani / 
masyarakat masing masing sudah memiliki uang sebanyak itu dengan rata rata. 
Secara sosial, negeri ini akan aman sedemikian rupa.

Memang benar, di Kabupaten Tapanuli utara itu sangat banyakpohon gaharu 
tersebut, ratusan atau bahkan ribuan tumbuh liar di sela sela pohon karet, 
kemenyan yang berada diatas tanah / hutan masyarakat. Artinya bukan berada di 
hutan lindung. Posisi paling banyak pohon gaharu itu berada di Kecamatan Adian 
koting dan Kecamatan Pahae Julu.
Acara selesai pada pukul 15 wib. Masyarakat sangat antusias, sebagian besar 
mendatangi bapak Situmorang untuk menanyakan lebih lanjut dan tentang no hp. 
Juga saya, yang sedikit pun tidak bersuara atau berbicara kedepan mimbar, tapi 
mereka tau kalau saya adalah tamu dari luar daerah,, sebagian kecil mereka juga 
mengerubungi atau mengadakan tanya jawab dengan saya. Mungkin tadinya saya 
dianggap sebagai Peneliti gaharu dari Bogor juga. Selesai acara kami terus 
kerumah dinas bupati, atas undangan beliau. Ternyata bapak bupati juga merasa 
penasaran juga terhadap gaharu.
Mengapa saya sebagai kepala daerah tidak mengetahui keberadaan gaharu di 
kampung saya, pikirnya.
Maka kami: Bapak Ojak Siagian, Bapak Joner Situmorang, Bapak Bloner Nainggolan 
(Kepala Badan Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan), Staff bupati dan 
Bapak Bupati berangkat dengan mengendarai mobil dinas bupati menuju lokasi 
pohon gaharu terdekat dan terjangkau untuk dilihat. Sekitar 30 km dari Tarutung 
menuju Kecamatan Adaian koting. Yang sangat aneh saya rasa adalah bapak Torang 
Lumban Tobing adalah seorang bupati yang bersahaja, dekat dengan rakyatnya, 
terbukti dari kunjungan kami ke Adian koting tersebut, beliau lah yang memandu 
atau menyupir mobil dinas bupatinya bersama sama kami. Sungguh luar biasa. Kami 
menanyakan: "Bah !!! Pak bupati do na mamboan mobil?" Lho, pak bupati yang 
menyupir mobil?

Apa jawab beliau: "Akh, bupati masa kini do!" Akh, biasa. Bupati jaman 
sekarang.Nah, dari pelajaran ini, banyak yang dapat kita suri tauladani. 
Sebagai pemimpin daerah, bupati juga sangat mendukung tentang pertanian.Juga 
gaharu yang hidup di Tapanuli utara itu juga hidup di Asahan. Seperti kita 
ketahui, di Asahan juga ada di 2 kecamatan.Kecamatan Air batu dan Bandar 
pulau.Mengapa tidak kita lestarikan seperti halnya para pembudidaya gaharu dari 
daerah lain. Inikan suatu modal untuk masa depan kita. Untuk menyelamatkan 
gaharu di Asahan, mari kita lestarikan. Mari kita hijaukan Asahan dengan 
Gaharu, yang memang sudah sangat langka. Gaharu kita sudah punah, karena selama 
ini banyak para pemburu gaharu yang menebangnya dengan liar, dan tidak 
terpikirkan oleh mereka untuk mengganti tanam gaharu tersebut.

Ini menjadi tanggung jawab kita untuk mengganti tanam, seperti Reboisasi. 
Bedanya, reboisasi kita tidak perlu tanam ke hutan, kita juga dapat menanam nya 
kembali di pekarangan rumah kita, atau di sekitar halaman balai desa juga 
halaman rumah ibadah. Kalau bisa, mari kita sukseskan program bapak SBY, yang 
menyatakan di tahun 2009 ini kita harus menanam 1 pohon untuk 1 jiwa penduduk 
negeri ini, maka untuk ambil surplus nya mari kita tanam 10 pohon untuk setiap 
jiwa.
Seperti yang sudah di laksanakan Pemerintah Daerah Garut Jawa barat, setiap 
pasangan Pengantin baru dan pasangan yang akan mengurus perceraian rumahtangga 
di kantor urusan agama, di wajibkan menanam pohon agar daera Garut tersebut 
akan hijau berpenghijauan.
Dari cerita diatas, saya mengharapkan dukungan para rekan rekan pembaca untuk 
mendukung program penghijauan ini. Baik dari Asahan maupun masyarakat Asahan 
dimanapun berada. Agar terwujud cita cita Gaharu di Asahan yang kita cintai ini.

Demikian lah sekelumit gaharu di Asahan yang juga belum tersentuh tangan tangan 
trampil para putera puteri nya yang akan menyongsong masa depan.


Terimakasih.

Muji Tarmiji.


Asahan Budidaya Gaharu - Club.

Best Regards.

-----------------------------------------------------
CARA BARU Mendaftar di Agromania Business Club (ABC)
(1) Buka: http://www.formulirabc.co.cc
(2) Isi data Anda dengan lengkap dan benar
(3) Tekan tombol Submit Form. Tunggu sebentar
(4) Klik Continue. Data Anda akan langsung masuk
(5) Segera lakukan Pembayaran Iuran dan Infokan
melalui SMS ke: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
(6) Data keanggotaan Anda akan langsung diproses.
-----------------------------------------------------


Kirim email ke