apakah sudah sampe di bondowoso pak, daerah mana?

=============================
BEKAL SUKSES BERBISNIS AGRO
Tersedia di: http://tiny.cc/kios
=============================
ABC CLUB: http://tiny.cc/formulir
BURSA: http://tiny.cc/bursa
KOPERASI: http://tiny.cc/agrokoperasi




________________________________
Dari: haryanto yusuf <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 6 September, 2009 12:37:50
Judul: Re: [agromania] "Peternak Tidak Harus Ngarit Lagi"

  
Pak Wahyu,

Produk Bapak sudah  tersebar sampai dimana? apakah sudah ada yang sampai
didaerah solo jawa tengah?
Salam
haryanto

============ ========= ========
Mitra Bisnis Menanti Anda di:
DIREKTORI: http://tiny. cc/direktori
BURSA JUAL-BELI: http://tiny. cc/bursa
KIOS PRODUK: http://tiny. cc/kios
KOPERASI: http://tiny. cc/agrokoperasi
INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
============ ========= ========

2009/9/5 Humus Hosc <pupukh...@yahoo. com>

>
>
> Salam,
>
> Kami Selaku pemberi Solusi Agro Organic baik utk pertanian,perikanan &
> peternakan telah melakukan sistem pakan fermentasi atau biasa disebut Tape
> Jerami oleh para peternak di daerah Bondowoso.
>
> Alhmdllh, dg solusi yang kami tawarkan yaitu Cattlegro, maka ternak mereka
> tetap gemuk meski tidak makan hijauan lagi.
>
> Sebenarnya sistem pakan jerami kering adalah sistem yg telah lama
> diterapkan di negara maju seperti Australia, Eropa & Amerika. Maka dari itu
> kami terus melakukan kampanye pakan kering kepada para peternak yang
> menginginkan kemudahan dalam beternak.
>
> SAVE OUR NATURE FOR NEXT GENERATIONS.
>
> Thx
>
> Wahyu Fajar Widodo
> PT. Trisukses Bio-Organic
> Desa Wonokerso Kec.Pakisaji, Kab. Malang
> Telp.0341-9101224 / 081-338936121
> email : pupukh...@yahoo. com <pupukhosc%40yahoo. com>
> blog 1 : www.pupukhosc. blogspot. com
> blog 2 : www.transtritunggal jaya.blogspot. com
> Facebook : transtritunggaljaya @yahoo.com <transtritunggaljay a%40yahoo. com>
>
> ============ ========= ========= ========= =====
> Diupdate Terus!!
> DIREKTORI PEBISNIS AGRO INDONESIA
> Berisi data penjual dan pembeli, eksporter,
> importer, perusahaan, distributor, produsen,
> mediator di bidang agro (pertanian, perkebu-
> nan, perikanan, peternakan, agroindustri) .
> Edisi terbaru dari Agro & Food Expo.
> Dapatkan di Kios Agromania: http://tiny. cc/kios
> Kontak Info: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
> ============ ========= ========= ========= =====
> GABUNG DI ABC: http://tiny. cc/formulir
> BURSA JUAL-BELI: http://tiny. cc/bursa
> KOPERASI: http://tiny. cc/agrokoperasi
>
> --- On Sat, 8/29/09, riksanagara <riksanagara@ yahoo.com<riksanagara% 
> 40yahoo.com> >
> wrote:
>
> From: riksanagara <riksanagara@ yahoo.com <riksanagara% 40yahoo.com> >
> Subject: [agromania] "Peternak Tidak Harus Ngarit Lagi"
> To: agroma...@yahoogrou ps.com <agromania%40yahoog roups.com>
> Date: Saturday, August 29, 2009, 4:03 PM
>
>
>
>
> Rekan2 Agromania
>
> Disampikan indo mengenai tulisan "Peternak Tidak Harus Ngarit Lagi"
> yang dimbil dari Majalah gatra online, [Lingkungan, Gatra Nomor 41 Beredar
> Kamis, 20 Agustus 2009] hari ini
> barangkali ada manfaatnya
>
> Untuk Rekan2 Agromania yang beragama Islam, saya ucapkan selamat Menunaikan
> Ibadah Shaum di bulan Ramadhan
>
> salam baktos
>
> riksanagara - dilembur pangumbaraan
>
> ============ ========= ========
> BEKAL SUKSES BERBISNIS AGRO
> Tersedia di: http://tiny. cc/kios
> ============ ========= ========
> ABC CLUB: http://tiny. cc/formulir
> BURSA: http://tiny. cc/bursa
> KOPERASI: http://tiny. cc/agrokoperasi
>
> Kusmayanto Kadiman berbagi cerita. "Pada saat musim kering, peternak tidak
> kurang akal. Mereka menyematkan kacamata hijau pada ternak agar mau makan
> rumput mati," tuturnya.
>
> Mendengar cerita itu, hadirin kontan terbahak-bahak. "Ini betul terjadi,"
> Kusmayanto, Menteri Negara Riset dan Teknologi, meyakinkan. Kusmayanto
> menyampaikan cerita itu ketika berdialog dalam rangka memperingati Hari
> Kebangkitan Teknologi Nasional ke-14 di Jakarta, 10 Agustus lalu.
>
> Kejadian sapi berkacamata hijau itu terjadi di Cijangkar, Nyalindung,
> Sukabumi, Jawa Barat. Di situ, tiap kali masa panen jagung tiba, persediaan
> pakan pun berlimpah. Saking banyaknya, ternak yang dimiliki petani tidak
> sanggup menghabiskan hijauan segar itu. Oleh peternak, sebagian pakan itu
> kemudian disimpan sebagai pakan kering yang akan dimanfaatkan pada musim
> paceklik.
>
> Tapi masalah muncul, lantaran ternak enggan memakan makanan kering. Itu
> sebabnya, untuk kamuflase, pada ternak itu dikenakan kacamata hijau.
>
> Nah, agar ternak tidak perlu lagi memakai kacamata hijau, Badan Pengkajian
> dan Penerapan Teknologi (BPPT) punya cara lain. Yakni dengan teknologi
> ensilasi atau teknologi fermentasi anaerob (tanpa oksigen) yang memberikan
> kesempatan pada bakteri asam laktat (Lactobacillus sp) untuk memproduksi
> asam laktat organik.
>
> Diah Asri Erowati, peneliti di Pusat Teknologi Lingkungan BPPT, menjelaskan
> bahwa dalam pembuatan silase konvensional, biasanya karbohidrat --dedak dan
> onggok-- dicampur-campur dengan hijauan yang dicincang. Nah, dengan metode
> baterai, karbohidrat tidak dicampur, melainkan ditempatkan di atas hijauan
> dalam drum plastik.
>
> Caranya, rajangan tumbuhan hijau dimasukkan ke drum plastik hingga padat.
> Baru pada bagian atas ditambahkan karbohidrat dan ditutup rapat. Produk yang
> dihasilkan dari teknik ensilasi itu adalah silase.
>
> Silase adalah awetan pakan ternak berbahan baku tumbuhan hijau, limbah
> pertanian, dan bahan pakan alami lainnya. Dengan kadar air tertentu, bahan
> itu dimasukkan ke sebuah wadah tertutup rapat kedap udara --biasa disebut
> silo.
>
> Peneliti BPPT menggunakan drum plastik sebagai silo agar mudah
> dipindah-pindahkan dalam kondisi anaerob. Juga mudah untuk memadatkan
> cacahan hijauan sehingga satu drum sanggup menampung 100 kilogram.. Metode
> baterai merupakan inovasi pada penerapan teknologi ensilasi, guna
> memanfaatkan karbohidrat berupa dedak dan onggok.
>
> Dalam proses penyimpanan, silo dibalik, agar cairannya turun dan diserap
> karbohidrat. Dengan diserapnya air, proses fermentasi tidak akan berlanjut
> menjadi alkohol, karena pembentukan alkohol memerlukan air. Sehingga
> silasenya menjadi kering, wangi, dan manis. Dengan metode ini, secara teori,
> hijauan bisa tahan hingga tiga tahun.
>
> Menurut Asri, karbohidrat penyerap air harus dipanen tiga bulan sekali.
> "Jika warnanya hitam-hitam, jangan diberikan pada ternak," katanya.
> Tanda-tanda hitam itu menunjukkan bahwa karbohidrat telah membusuk. "Tetapi
> ada yang sampai lima bulan tetap bagus. Mungkin tergantung mutu
> karbohidratnya, " ia menambahkan..
>
> Karbohidrat yang bagus itu bisa menjadi makanan tambahan atau konsentrat
> untuk ternak. Konsentrat adalah bahan makanan yang konsentrasi gizinya
> tinggi tetapi kandungan serat kasarnya relatif rendah dan mudah dicerna.
>
> GATRA (Dok. GATRA)
>
> Dalam proses pengawetan tersebut memang terjadi penurunan nilai gizi. "Yang
> namanya pengawetan pasti menurunkan nilai gizi," kata Asri. Namun ensilasi
> yang merupakan pengawetan basah hanya menurunkan sedikit kadar gizi hijauan,
> yakni 5%. Ensilasi juga tidak menggunakan energi, sehingga terik ataupun
> tidak, tetap bisa diawetkan.
>
> Bandingkan dengan pengawetan kering dengan penjemuran yang menurunkan kadar
> protein hingga 60%. Kelebihan lain silase adalah mengandung mikroba yang
> menguntungkan untuk pencernaan ternak karena bisa meningkatkan kinerja
> fili-fili usus dalam menyerap makanan. Sehingga ternak lebih gampang gemuk.
>
> Dengan demikian, silase akan menguntungkan peternak. Setiap 22,2 kilogram
> silase sanggup mendongkrak satu kilogram berat badan ternak. Bandingkan
> dengan rumput lapangan segar yang memerlukan 27,3 kilogram. Dengan
> menggunakan drum ensilasi, peternak juga menghemat pengeluaran untuk pakan
> ternak.
>
> "Ensilasi bisa menghemat hingga 100% dibandingkan dengan ngarit biasa.
> Dengan setiap hari ngarit, biaya per hari Rp 10.000 untuk per ekor sapi.
> Dengan silase, cukup Rp 5.000," ujar Asri.
>
> Selain itu, juga meningkatkan kemampuan petani dalam memelihara sapi dalam
> kandang komunal. Dengan ngarit biasa, satu orang hanya sanggup memelihara
> maksimal tiga ekor sapi. Sedangkan dengan ensilasi, satu orang bisa
> memelihara 20 ekor sapi.
>
> Caranya dengan menabung makanan ketika panen raya dan menyimpannya dalam
> drum-drum ensilasi. Lagi pula, setelah habis, drum-drum ensilasi bisa diisi
> ulang seperti tabung elpiji atau galon air kemasan.
>
> GATRA (Dok. GATRA)
>
> Diah Asri berharap, perbankan mau membantu memodali petani untuk mengadakan
> drum-drum ensilasi. Satu drum harganya sekitar Rp 100.000. Dengan kredit Rp
> 3 juta, petani bisa mengadakan 30 drum dengan kapasitas 3 ton silase. Cukup
> untuk pakan tiga ekor sapi selama dua bulan. Jika biaya produksi per
> kilogram silase Rp 300, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk pakan Rp
> 900.000 per dua bulan untuk tiga ekor sapi.
>
> Jika diproduksi secara pabrikan, harga silase bisa Rp 400 per kilogram saat
> panen raya. Sedangkan di musim penghujan dan tidak panen raya, bisa Rp 600
> per kilogram. Pada musim kering bisa lebih mahal lagi.
>
> Dalam setahun, Indonesia memiliki tiga bulan yang sangat kering. "Dalam
> kondisi demikian, dengan harga Rp 1.200 per kilogram pun peternak mau,"
> tutur Asri.
>
> Jika diproduksi secara pabrikan, produksi 300 ton silase memerlukan 3.000
> drum. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 4,5 milyar. "Itu cukup untuk 1.000
> ekor sapi," katanya. Yang terpenting, petani harus memiliki drum sendiri,
> sehingga ketika habis, tinggal diisi ulang. Memang penyimpanan drum-drum itu
> memerlukan tempat, tapi bisa ditempatkan di pabrik dan dipungut biaya sewa.
>
> Tentu pabrik itu berada di daerah-daerah sentra peternakan, yang sekaligus
> tersedia pertanian dengan tanaman jagung atau tebu. "Meskipun hijauan itu
> pada musim kering sulit didapat," katanya. Dengan tersedianya silase di
> pabrik, peternak tidak perlu lagi menyematkan kacamata hijau untuk memacu
> selera makan ternaknya. Sebab silase yang berbau wangi, manis, dan kesat itu
> sangat disukai ternak.
>
> Berkat inovasinya, Asri mendapat penghargaan sebagai peneliti skema
> insentif ristek yang bisa diterapkan pada industri bidang ketahanan pangan.
>
> Rohmat Haryadi
> [Lingkungan, Gatra Nomor 41 Beredar Kamis, 20 Agustus 2009]
>
> &&&&&&&&&&&& &&&&&&&&& &&&&&&&&&
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>

[Non-text portions of this message have been removed]


   


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger..yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke