Harga sejumlah barang kebutuhan pokok merambat naik beberapa hari terakhir. 
Kenaikan tertinggi terjadi pada daging sapi. Minggu (18/1), harga daging sapi 
di sejumlah pasar mencapai Rp 63.000-Rp 65.000 per kg. Kenaikan harga terjadi 
terutama pasca-Idul Fitri, akibat langkanya pasokan sapi yang memenuhi syarat 
untuk dipotong.

Di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, harga daging sapi menjadi Rp 65.000 per 
kg, atau naik Rp 5.000 per kg sejak 10 Januari lalu. Sementara itu, di Pasar 
Sleman dan Pasar Beran (Sleman), harga daging sapi mencapai Rp 63.000 dan Rp 
66.000 per kg.

Pedagang daging sapi di Bering-harjo, Ny Slamet (62), mengatakan kenaikan harga 
terjadi karena langkanya pasokan. Untuk meyakinkan pembeli, ia memasang kertas 
pengumuman kenaikan harga dari Persatuan Pengusaha Daging Sapi Segoroyoso 
(PPDSS).


U  N  D  A  N  G  A  N
++++++++++++++++++++++++++++++++
Temu Pelaku Bisnis dan Investor Sapi Potong
Menjalin Relasi, Membina Kerjasama Bisnis
Minggu, 14 Maret 2010 (Pkl.09.30 s/d Selesai).
Daftar sekarang juga di: http://tiny.cc/acaramania
SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 
++++++++++++++++++++++++++++++++
|a|g|r|o|m|a|n|i|a 
Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000
BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa
KIOS PRODUK: http://tiny.cc/kios
GABUNG DI ABC: http://tiny.cc/formulir


"Katanya pasokan daging sapi agak susah, makanya mereka menaikkan harga," ucap 
Ny Slamet. Kenaikan harga yang cukup tinggi, lanjutnya, membuat penjualan 
menurun hingga lebih dari 50 persen. Kalau biasanya menjual 20 kg per hari, 
kini tak lebih dari 10 kg. Ismiyati, penjual daging sapi di Pasar Sleman, juga 
mengeluhkan sepinya pembeli. Kemarin ia hanya membawa 20 kg daging dan sampai 
siang masih tersisa beberapa kg. Makin susah

Secara terpisah, Ilham, pengusaha pemotongan sapi di Segoroyoso, Bantul, 
mengaku semakin susah mendapat sapi potong dari peternak pasca-Idul Fitri lalu. 
Secara jumlah, sapi potong sebenarnya cukup. Akan tetapi, banyak sapi yang 
ternyata kurang memenuhi syarat.

"Sapi yang dijual petani dan peternak, banyak yang umurnya kurang dari dua 
tahun, umur minimal sapi bisa dipotong. Selain itu, walau sudah berumur dua 
tahun lebih, banyak sapi terlalu kurus. Saya ya jelas rugi kalau memotongnya," 
ujar Ilham.

Ditambahkan Ilham, banyak petani peternak sapi potong yang belum memahami 
strategi penggemukan sapi.

"Agar sapi gemuk, ya harus keluar uang banyak untuk beli pakan. Bagi petani 
peternak, itu terlalu berat sehingga pakannya ya seadanya saja," ucap Ilham.

Lelaki yang juga punya usaha penggemukan sapi ini mengeluarkan Rp 25.000 per 
hari untuk pakan sapi. Biasanya, ia menggemukkan sapi selama 3-4 bulan. "Biaya 
untuk beli pakan sehari sebanding dengan penambahan berat sapi. Masih untung 
walau sedikit," kata Ilham.

Selain daging sapi, harga beras, minyak goreng curah, dan gula pasir juga naik. 
Di Pasar Sleman, tiga hari lalu, harga gula Rp 6.000 per kg, naik dari Rp 
5.400. "Menjelang Imlek mungkin banyak yang butuh gula," tutur Sutiyah, 
pedagang di Pasar Beran.

Di Pasar Kranggan, harga beras merangkak naik. Beras C4 kualitas sedang, 
misalnya, naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 5.800 per kg. Harga minyak goreng curah 
juga naik dari Rp 6.200 per kg menjadi Rp 7.000 per kg.

Harga telur ayam dan daging ayam ras turun. Di Pasar Sleman, harga telur Rp 
10.800 per kg, turun Rp 200 sejak dua hari lalu. Sementara itu, menurut 
pedagang ayam di Beringharjo, Ninik (30), dalam seminggu harga daging ayam 
turun dari Rp 22.000 menjadi Rp 21.000 per kg. (ARA/PRA)

SUMBER: Kompas.com
Senin, 19 Januari 2009 | 14:11 WIB

-----------------------------------------
Cara Mudah dan Cepat Bergabung di:
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
-----------------------------------------
(1) Buka: http://tiny.cc/formulir
(2) Isi data Anda dengan lengkap dan benar
(3) Tekan tombol Submit Form. Tunggu sebentar
(4) Klik Continue. Data Anda akan langsung masuk
(5) Kirim SMS ke: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 dengan isi "Daftar"
-----------------------------------------
|a|g|r|o|m|a|n|i|a
Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000


Kirim email ke