Dengan introduksi teknik rekayasa pembibitan dan budidaya, Indonesia mulai 
berswasembada beras dan berencana mengekspornya tahun depan. Prestasi ini 
memicu perlakuan sama untuk peternakan sapi. Target Indonesia berswasembada 
daging ternak ini dalam lima tahun mendatang.

Sejak lama Indonesia menghadapi defisit daging sapi. Kebutuhan komoditas pangan 
ini belum dapat dipenuhi oleh produksi daging sapi dalam negeri sehingga impor 
daging sapi atau sapi bakalan masih dilakukan. Pada tahun 2007, impor daging 
sapi dari berbagai negara mencapai 270.000 ton dan cenderung terus meningkat. 
Hingga tahun 2015 dengan penduduk mencapai 253 juta jiwa diperkirakan defisit 
daging sapi hampir 334.000 ton.


U  N  D  A  N  G  A  N
++++++++++++++++++++++++++++++++
Temu Pelaku Bisnis dan Investor Sapi Potong
Menjalin Relasi, Membina Kerjasama Bisnis
Minggu, 14 Maret 2010 (Pkl.09.30 s/d Selesai).
Daftar sekarang juga di: http://tiny.cc/acaramania
SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 
++++++++++++++++++++++++++++++++
|a|g|r|o|m|a|n|i|a 
Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000
BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa
KIOS PRODUK: http://tiny.cc/kios
GABUNG DI ABC: http://tiny.cc/formulir


Untuk itu pemerintah mulai melirik sapi bali sebagai sapi lokal unggulan. 
Menurut Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman ketika berkunjung 
ke Agro Techno Park (ATP) Jembrana dan Nusa Penida, Bali, pekan lalu, budidaya 
sapi bali dengan teknik peternakan modern memungkinkan Indonesia berswasembada 
sapi dalam lima tahun mendatang.

Sapi bali terpilih untuk program nasional pengembangan peternakan sapi potong 
karena memiliki beberapa kelebihan. Sapi yang hidup di Pulau Dewata dan Nusa 
Penida dikenal sebagai sapi bali murni. Kemurnian genetikanya telah dilindungi 
dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2004 dan Perda No 2/2003 yang 
melarang bibit sapi bali betina keluar dari wilayah provinsi ini.

Khusus sapi bali Nusa Penida, selain bebas empat macam penyakit, yaitu 
jembrana, penyakit mulut dan kuku, antraks, serta MCF, juga tinggi tingkat 
reproduksi dan kualitas dagingnya. Sapi Nusa Penida juga menghasilkan vaksin 
penyakit jembrana.

Saat ini, rasio populasi sapi bali di Nusa Penida antara betina dan jantan 
tergolong ideal dijadikan pusat pengembangan sapi, yaitu 2,4: 1 pada tahun 
2006—menurut data Dinas Peternakan Bali. Nusa Penida ditetapkan sebagai kawasan 
Konservasi Sapi Bali.

Pengembangan sapi bali di Nusa Penida diusulkan oleh Sentana Putra, pakar 
teknologi peternakan dari Universitas Udayana (Unud). Potensi sebagai pusat 
konservasi dan pengembangan sapi Bali dirumuskan tahun 2000 dan 2005 melalui 
pengkajian peneliti dari Unud dan Pemkab Klungkung dan Pemprov Bali.

Pengembangan Nusa Penida sebagai daerah pengembangan sapi bali terbuka dengan 
kesepakatan Pemprov Bali dan pemerintah pusat untuk membangun fasilitas 
pelabuhan, penyediaan kapal roro, pembangkit listrik dan pompa air, dan mesin 
pengolah biji jarak.

Menurut riset peneliti dari Unud, lokasi yang layak dijadikan kawasan pusat 
konservasi dan pengembangbiakan sapi adalah Bukit Mundi, Desa Klumpu—10 hektar. 
Di sana dilakukan produksi semen beku, pemuliaan bibit, penggemukan, pemantauan 
penyakit, penanaman pakan, pabrik mini untuk formulasikan dan memproduksi 
ransum ternak, pengolahan limbah peternakan menjadi gas bio dan pupuk organik.

ATP Jembrana

Di Pulau Bali, pemprov bekerja sama dengan Kementerian Negara Riset dan 
Teknologi (KNRT) mengembangkan ATP Jembrana di Bali Barat di lahan seluas 5 
hektar bekas kebun koleksi tanaman hortikultura Provinsi Bali.

ATP Jembrana mulai dikembangkan Maret 2007 hingga lima tahun mendatang dengan 
melibatkan peneliti dari LPND Ristek terkait antara lain LIPI, BPPT, dan Batan.

Pengembangan sapi bali di kawasan ATP ini, kata I Wayan Budiastra, Koordinator 
ATP KNRT, diharapkan dapat mengatasi tiga masalah besar, yaitu menurunnya 
populasi dan mutu sapi bali, persilangan satu keluarga (imbreeding), dan 
terbatasnya akses petani/peternak akan teknologi peternakan modern, termasuk 
teknologi pertanian terpadu (biocyclofarming).

Untuk menstimulasi peningkatan populasi dilakukan program intensifikasi sapi 
potong, pelaksanaan program sejuta akseptor inseminasi buatan (IB), pembangunan 
pusat penanaman bibit sapi di pedesaan dan pendirian pusat agrobisnis komoditas 
unggul.

Upaya peningkatan populasi sapi perlu diakselerasi melalui penerapan teknologi 
agar sasaran swasembada daging pada tahun 2010 dapat tercapai.

Program ATP Jembrana, kata Syahruddin Said, peneliti Bioteknologi Reproduksi 
Ternak LIPI, difokuskan pada penerapan dan alih teknologi pembibitan sapi bali, 
yaitu transfer embrio dan IB sexing dan program lain yang mendukung pembibitan 
sapi Bali dan siklus pertanian terpadu seperti teknologi pakan, pengolahan 
kotoran sapi, biogas dan budidaya hijauan makanan ternak (HMT), termasuk juga 
budidaya hortikultura dan teknologi pembenihan ikan.

Pembibitan sapi unggul difokuskan pada kelompok tani dengan supervisi teknologi 
dari ATP. Sebanyak 17 kelompok tani terikat perjanjian gaduh sapi dengan ATP 
(model yang umum dipakai Direktorat Jenderal Peternakan). Setiap kelompok 
mendapat 10 induk sapi betina sehingga sapi ATP yang ada di kelompok berjumlah 
180 ekor.

Sebanyak 20 ekor sapi betina akan menjadi kelompok setelah mengembalikan 20 
anak sapi paling lama tiga tahun. Anak sapi yang dikembalikan akan digulirkan 
kembali pada kelompok lain yang belum mendapat sapi gaduh. "Diharapkan dengan 
program ini populasi sapi bali akan meningkat menurut deret ukur," urainya.

Kegiatan embrio transfer juga dilaksanakan di ATP Jembrana. Pada 2008 telah 
dihasilkan 2.200 straw atau dosis sperma sexing dan telah diaplikasikan pada 
220 sapi betina, menghasilkan 52 anak sapi.

Teknologi penggemukan sapi dilakukan pada 78 sapi jantan di ATP dengan 
menerapkan kombinasi HMT dan formulasi konsentrat pakan hasil litbang Batan, 
BPPT, dan LIPI. Untuk mengatasi keterbatasan HMT, khususnya pada musim kemarau, 
digunakan teknologi pakan suplemen UMMB dan SPM berbasis sumber daya lokal yang 
menjadi target pengembangan ATP mendatang. (Yuni Ikawati)

SUMBER: Kompas.com
Rabu, 10 Desember 2008 | 08.33 WIB

-----------------------------------------
Cara Mudah dan Cepat Bergabung di:
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
-----------------------------------------
(1) Buka: http://tiny.cc/formulir
(2) Isi data Anda dengan lengkap dan benar
(3) Tekan tombol Submit Form. Tunggu sebentar
(4) Klik Continue. Data Anda akan langsung masuk
(5) Kirim SMS ke: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 dengan isi "Daftar"
-----------------------------------------
|a|g|r|o|m|a|n|i|a
Online & Terpercaya Sejak 1 Agustus 2000


Kirim email ke