Di kalangan IE scholar sendiri terjadi 'perdebatan' yg hangat ttg dasar 
penetapan atas margin murabahah (untuk transaksi base on jual beli) dan besaran 
bagi hasil transaksi mudharabah (transaski base on investasi). kalo dikaji 
lebih dalam praktek yg dilakukan saat ini penentuan ratenya angkanya tidak jauh 
berbeda atau dalam beberapa kasus lebih besar dari tingkat suku bunga kredit. 
Dimana secara teoritis, dasar suku bunga ini adalah adanya time value of 
money/TVM. bagi sebagian IE scholar yg "puritan" TVM tidak dikenal dalam 
syariah. Kalo di'bongkar' lebih jauh bahkan konsep keseimbangan IS-LM nya Hicks 
menjadi tidak dikenal dalam syariah, karena sumbu vertikalnya kan interest.

kalo diperhatikan kan konsep TVM sangat mendominasi dalam financial economics, 
dia menjadi benchmark dalam perhitungan imbal hasil investasi. Lihat saja 
penentuan yield dalam obligasi. Dan saya kira penentuan yield di sukuk gak jauh 
beda ya. Apalagi pernah lihat brosurnya sukuk Depkeu, disana kan sukuknya 
callable setelah beberapa lama, dasar callable kan biasanya melihat suku bunga 
patokan di pasar.
sehingga perdebatan halal-haram untuk saat ini menjadi tidak akan pernah 
habisnya ..:)
yg paling pas sih segenap proponent eksya harus bisa membuktikan bahwa eksya 
dan segala perangkatnya mampu menjadi 'penentang' yg sepadan buat ekonomi 
konvensional. krisis global kemarin sebenarnya momen yg pas untuk itu. terutama 
di institusi pasar finansial, cuma ya sayang kesandung di kasus Dubai World.


--- On Wed, 7/4/10, [email protected] 
<[email protected]> wrote:

From: [email protected] 
<[email protected]>
Subject: Re: Bls: [Millis AKI- stop smoking] Fatwa Bunga Bank Haram 'Suburkan' 
Bank Syariah
To: [email protected]
Date: Wednesday, 7 April, 2010, 22:23







 



  


    
      
      
      Ngga apa2 kok mas,





Masih dalam koridor diskusi yang sehat. Yang gak setuju ya monggo posting.





Btw, saya tertarik dengan ungkapan sbb:


"Kalo anak kita disuruh nyapu sama tetangga, trus anak kita dikasih permen 
coklat, apakah permen coklatnya haram?"





Sama juga dengan uang yang kita titipin, dipake buat modal orang lain, trus 
sebagai imbalannya dikasih 'lebihan', apakah ini haram?





Salam





Ryan


Powered by Telkomsel BlackBerry®





-----Original Message-----


From: Ari Condro <masar...@gmail. com>


Date: Wed, 7 Apr 2010 22:15:32 


To: <AhliKeuangan- Indonesia@ yahoogroups. com>


Subject: Re: Bls: [Millis AKI- stop smoking] Fatwa Bunga Bank Haram 'Suburkan' 


        Bank Syariah





yah, kalau kayak gitu bisa dilihat, waktu mendirikan bank muamalat yg


masukin dana siapa ajah.  hehehe :)





kalo menurut saya sih, ndak masalah sih punya warung yg jual macam


macam makanan (termasuk minuman hohohoho), terus ane rada sadar, orang


muslim mungkin malas beli ke warung saya yg jualan minuman hohohoho


itu.  so, saya bikin warung baru, khusus jualan jus poligami dan ayam


bakar wong solo.  nah, warung yg ini halalan thoyiban, dwonk.





lagian kalo ikut pandangan yg beda dikit, menurut syekh tontowi, eks


grand mufti al azhar, bunga bank tidak haram, ketua mui pak ma'ruf


amin juga bilang kalau urusan ini khilafiah, meskipun mui mengharamkan


bunga, kenyataannya ada pihak lain yang tidak mengharamkan.  dia


sendiri menyadari ada beragam pandangan fikih yang ada.





btw, lama lama milisnya jadi milis agama, segitu dulu kali yah .... :))





salam,


Ari











2010/4/7  <sigitd...@ahlikeuan gan-indonesia. com>:


> Stupid question,


>


> Kalau modal warung ikan bakarnya dari hasil untung warung babi,


>


> Ikan bakarnya masih halal engga?


>


>


> Powered by Telkomsel BlackBerryŽ


>


> -----Original Message-----


> From: Ari Condro <masar...@gmail. com>


> Date: Wed, 7 Apr 2010 22:02:34


> To: <AhliKeuangan- Indonesia@ yahoogroups. com>


> Subject: Re: Bls: [Millis AKI- stop smoking] Fatwa Bunga Bank Haram 'Suburkan'


>        Bank Syariah


>


> kalau unit syariah, ya sbu, laporan keuangan kalo di BI, si unit


> syariah kudu bikin juga, tapi kalo buat keperluan laporan keuangan


> tahunan ya digabung dengan induk konvensionalnya.  kalo ndak salah ada


> 18 bank yang memiliki sbu syariah.


>


> syariahnya di mana ?  yah, kalau di level unit sih syar'i.  kalau di


> level corporate (yah campur sama yg sistem bunga heehhe :D  )  gak


> usah dibikin bingung lah, kang.  sama aja kayak lagi di thailand.


> satu negara itu, ada warung ikan bakar, warung vegetarian, dan warung


> yg nyediain babi.  secara level warung, yah yg vege dan ikan bakar


> aman dan halal, kalau di level negara thailand, yah, kecampur sama


> warung yg ada babinya.  demikian .... :p


>


> salam,


> Ari





 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke