Pak Risdi dan teman-teman di AIT,
Saya menyaksikan pertandingan lewat siaran langsung RCTI. Sengaja saya
menonton dari awal dengan harapan kalau kamera diarahkan ke supporter
Indoesia, siapa tahu saya bisa melihat Didin, Risdi, Eka dan
teman-teman lainnya. Kamera memang sesekali di arahkan ke supporter
Indo, tetapi yang jelas terlihat hanya yang di bagian depan, terutama
ada cewek yang mengibar-ngibarkan bendera Indo. Saya coba lihat ke
bagian atasnya, tapi nngak kelihatan. Di mana kah kalian duduk?
Saya salut kepada tim Indonesia. Terlepas dari hasil akhir, mereka
berjuang pantang menyerah. Salut juga kepada pelatih Benny Dolo yang
kreatif mengubah taktik permainan dari laga pertama. Ternyata
perubahan taknik ini cukup efektif. Sayang pertahanan kesebelasan Indo
akhirnya jebol juga menghadapi serangan-serangan tim Thailand yang
bagaikan serangan tsunami.
Saya menerawang tidak berdasarkan ilmu paranormal, hanya berdasarkan
statistik pertandingan-pertandingan sebelumnya. Pengolahan data juga
tidak pakai SPSS, cukup imaginasi saja. Mengenai uang muka, kalau
memang Pak Risdi sudah transfer, akan saya sumbangkan ke kas Permitha.
Siapa ya bendaharanya? :)
Gimana pengalaman kalian nonton langsung di Rajamangala? Cerita-cerita
dong...Kalau dulu ketika baru lulus S1 Unpar saya dan teman-teman
pernah nonton langsung pertandingan semifinal Liga Indonesia (waktu itu
sistemnya nngak kompetisi penuh seperti sekarang) antara Persib Bandung
vs. Persija Jakarta di Stadion Senayan (sekarang Stasion Bung Karno
namanya). Wah penuh sesak. Saat itu kita agak nakal, masuknya nggak
pakai karcis karena sudah nngak kebagian. Lalu kok bisa masuk?
(padahal yang jaga pintu masuk dan periksa karcis adalah banyak petugas
polisi). Ternyata uang berkuasa. Dengan uang kalau nngak salah
sekitar 10,000 rupiah (tahun 1994 jumlah segitu lumayan besar), para
petugaspun membiarkan kita bertiga masuk tanpa karcis.
Para supporter Persib memang fanatik (saya kira juga para supporter
tim-tim lainnya di Indonesia), meraka mau mendukung tim-nya bukan hanya
dengan teriakan-teriakan saja, tapi juga dengan melempar benda-benda ke
pemain lawan atau ke wasit. Nah, karena tidak ada botol-botol plastik
(apalagi beling) yang bisa dibawa masuk (sudah si-screen oleh
petugas), mereka lalu melempar plastik yang berisi (maaf) air kencing.
Celakanya karena jarak anatara penonton dan lapangan cukup jauh, yang
terjadi adalah lemparan itu mengena kepada para penonton lainnya.
Jadi, saat saya nonton saat itu juga sibuk berkelit dari lemparan
benda-benda kotor seperti itu :D Itu serunya kalau nonton Liga
Indonesia :D
Salam,
Wong F.T.
Quoting [email protected] on 12/20/08:
Dear pak Wong,
Sampai babak pertama berakhir, prediksi pak Wong memang OK... (saya
sampai deg-degan lho Pak...sambil bertanya-tanya dalam hati..apa
bener desas-desus yang beredar di masyarakat bahwa pak Wong udah alih
profesi jadi paranormal..).
Bagaimanapun perlu diakui, permainan Thailand kali ini memang Top
Markotop. Akan tetapi Markus memang pantas jadi bintang... Huebat
banget penampilannya.
Insiden-insiden kecil cukup mendebarkan... takuuuuuuut klo bentrok...
maklum kita minoritasss... Untung ada Kemal yang gagah berani..
Tengkyu Kemal..
Hidup Pak Wong!!
Risdy
NB:
Pak Wong, maaf beribu maaf, dengan amat berat terpaksa saya batalin
rencana mo belajar jadi paranormal ke Pak Wong setelah kesekian
kalinya gak pernah bener terawangannya...(mohon uang mukanya
dikembalikan ya Pak..)
Quoting Wong Foek Tjong <[email protected]> on 12/19/2008:
Rekan-rekan, khususnya para bola mania
Kita tahu tim Indonesia tertinggal 1-0 di putaran pertama semifinal.
Namun pertandingan belum berkahir, baru setengah jalan.
Berikut ini prediksi pertandingan kedua di Stadium Rajamangala di
Bangkok (Din, ini stadion yang di dekat Silom, yang juga berdekatan
dengan rumah mantan pacar saya di Bumrungmuang, atau yang di
Ramkamheng?)
Didukung oleh Didin, si jurig Persib, dan teman-teman lainnya
seperti Pak Risdi beserta anak tetangganya, dan supporter lainnya
dari anggota Permitha di beberapa universitas di Thailand, tim
sepakbola Indo bermain penuh semangat untuk memenangkan
pertandingan. Budi Sudarsono berhasil mengoyak gawang Thailand di
babak pertama, 1-0 untuk Indonesia.
Di babak kedua, Indonesia dapat menahan skor sampai akhir 1-0.
Namun karena dalam putaran pertama kalah dengan skor yang sama,
akhirnya harus dilakukan perpanjangan waktu. Karena dukungan suara
supporter Indo semakin melemah karena capai berteriak selama 90
menit (mungkin karena semalam sebelumnya juga capek bertanding
gulat), ditambah dengan terkurasnya tenaga para pemain Indonesia,
akhirnya tim Thailand bisa menyamakan 1-1. Sampai pluit akhir
dibunyikan skor tetap 1-1.
Seandainya Indo bisa mempertahankan skor 1-0 sampai adu penalti,
saya yakin akan melangkah ke final karena saya menilai penjaga
gawang Markis Horozon punya gerak reflek yang sangat baik untuk
menangkis bola penalti.
Demikian prediksi dari pemain bola di Surabaya, dan juga mantan
pemain bola di klub Pathumthani. Sekian.
Wong F.T.
Manchester United vs. Gamba Osaka rame euy, loba gol, 5-3
_______________________________________________
Ait-indo mailing list
[email protected]
https://listserv.ait.ac.th/mailman/listinfo/ait-indo
--
Wong Foek Tjong
...studying for better serving
School of Engineering and Technology
Asian Institute of Technology
Thailand
Office tel: 66-2-524-6587
Residence tel: 66-2-524-7770
Mobile tel: 66-31-309760
_______________________________________________
Ait-indo mailing list
[email protected]
https://listserv.ait.ac.th/mailman/listinfo/ait-indo