Rekan Harry Ponto dan rekan advokat lainnya, Kita sebaiknya ketemuan jum'at malam minggu ini, selain kongkow kita juga bisa bicara santai tentang peradi VS KAI, dan masa depan profesi advokat kita. Mustinya sih tempat kongkownya yang agak santai dan gak terlalu bising dengan suara musik hingar bingar. Ada beberapa rekan yang udah kirim ke email saya [EMAIL PROTECTED], mestinya pingin juga nimbrung kongkow santai. Other comment ? Iming
----- Original Message ---- From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, May 28, 2008 1:55:43 PM Subject: [Advokat-Indonesia] Re: Lawyer's Nite di DF - Dragon Fly bukan DUfan .... Aku juga ikut dong. Salam saya, Harry Ponto Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: "S. N." <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue, 27 May 2008 21:38:59 To:[EMAIL PROTECTED] Subject: [Advokat-Indonesia] Re: Lawyer's Nite di DF - Dragon Fly bukan DUfan .... Ikutan dong. Salam, Suria ----- Original Message ---- From: Rosita Radjah <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, May 28, 2008 11:26:23 AM Subject: [Advokat-Indonesia] Re: Lawyer's Nite di DF - Dragon Fly bukan DUfan .... Jumat malem sabtu boljug, saya gabung deh, ditentuin aja tanggalnya. Rossy Radjah. ----- Original Message ---- From: gunawan tjahjadi <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, May 27, 2008 6:50:15 PM Subject: [Advokat-Indonesia] Re: Lawyer's Nite di DF - Dragon Fly bukan DUfan .... Yg paling eank sepertinya hari Jumat malem Sabtu kali ya ----- Original Message ----- From: S. N. <mailto:[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, May 27, 2008 5:17 PM Subject: [Advokat-Indonesia] Re: Lawyer's Nite di DF - Dragon Fly bukan DUfan .... Kapan? hehehehehe ----- Original Message ---- From: gunawan tjahjadi <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, May 27, 2008 5:06:07 PM Subject: [Advokat-Indonesia] Re: Lawyer's Nite di DF - Dragon Fly bukan DUfan .... Acaranya kapan Van ?? ----- Original Message ----- From: Ivan Wibowo <mailto:[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, May 27, 2008 4:49 PM Subject: [Advokat-Indonesia] Re: Lawyer's Nite di DF - Dragon Fly bukan DUfan .... Dear S.N. DF tuh singkatan dari DragonFly ... alamatnya di Plaza BIP di jalan Gatot Subroto, setelah Planet Hollywood. Sape lagi mo ikutan ... ----- Original Message ----- From: S. N. <mailto:[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, May 26, 2008 2:58 PM Subject: [Advokat-Indonesia] Re: Lawyer's Nite di DF - Dragon Fly bukan DUfan .... Alamatnya DF dong, kita kan udah lama ga beredar, maklum udah agak uzur .... ----- Original Message ---- From: SA Law Office <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, May 23, 2008 4:36:46 PM Subject: [Advokat-Indonesia] Re: Lawyer's Nite di DF - Dragon Fly bukan DUfan .... bener, gw tadi malem juga mau mampir ke DF tapi karena gw kusut ngga segar...alias ngga bisa ngajakin "temen" maka gw ngga jadi merapat ke DF...maklum teman2x 1 group dugem pada ke DF...gw males pentolan semua alias laki...ha ha ha .... Bung iming coba dong kita ketemu di DF gitu..trus ajakin Pak Suria dll yg senior....hilangkan jarak antara yg tua , muda dan yg nanggung umurnya. Bilang sama orang rumah...papah/ayah lembur ketemu klien pulang shubuh...... Yg ibu-ibu dan nona-nona gabung juga di DF ya...... Adi > > Frento2 lawyer .... kebetulan kemaren aku diajak teman ke DragonFly .... > katanya temenku yg non lawyer itu ada Lawyer's Nite .... wah, gw gak tau > tuh > ... jadi ok deh gw ikutan, nemenin die so gak nyetir juga eniwei ... sampe > sana, ternyata acara itu emang dipersiapkan .... ada poster yg bagus, > spesial disiapkanlah intinya .... ada deretan host di poster itu. Gak ada > yg > kenal sih .... bukan hostnya gak ngetop mustinya, tapi gw yg gak gaul kali > ya .... he he he .... > > Salah satu host-nya adalah Fitria .... sangat ok ... pas lah jadi host. > > btw eniwey busway .... bagus kali ya kalo acara kayak gitu diadakan dan > diinformasikan di milis ini. Biar gak ketinggalan geto loh .... buat > lawyer > jalanan kayak gw ini, informasi gaul lawyer kan rada susah. Beda sama > lawyer > sudirman yang lawyer segabrek2 sehingga so pasti diundang ..... > > gaulnya lawyer kan gak urusin konggres/mubes/munas doang .... perlu ketawa > ketiwi sama rekan rekan sejawat .... ato, diskusi disana juga bakalan asik > deh ... gak perlu otot ototan ... serius tapi santai .... > > Gimane toh frento2 ..... > > > ----- Original Message ----- > From: "iming tesalonika" <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >; "ui ui" > <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >; "po po" <[EMAIL PROTECTED] > <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >; > <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >; "akhi akhi" > <[email protected] <mailto:[email protected]> > > Cc: "ad ad" <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >; "hu hu" > <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > > Sent: Friday, May 23, 2008 12:42 PM > Subject: [Advokat-Indonesia] Pemikiran PERADI Tidak > Berkeadilan/Merata/Sustainable > > > > > REkan2 penggemar hukum, > Ide Wulan dari Unpar ini cukup baik juga ditinjau lebih dalam, yaitu : > (i) ujian advokat bisa dilakukan tanpa melalui kursus advokat or PKPA, > (ii) setelah lulus, ada kewajiban CLE, baik yang belum atau udah > berpengalaman (soalnya sebelum UU advokat, banyak advokat senior (baca: > udah > bangkotan) tapi gak ngerti perkembangan hukum terbaru, sehubungan dengan > otonomi daerah dan aturan mekanisme pasar, > (iii) biaya kursus tidak semahal sekarang, karena kita harus mewujudkan > pendidikan hukum yang murah, terjangkau dan demokratis (baca: merata dan > disubsidi pememerintah), mengingat konsekuensi status advokat sebagai > penegak hukum, dimana penegak hukum non advokat khan digaji, ada THT dan > pensiun. > Kemarin saat Raker peradi di gran melia, saya berbincang sebentar dengan > rekan Jack Sidabutar (anggota majelis kehormatan DKI Peradi), dan beliau > mengatakan pendanaan kegiatan PERADI cukup aman dan (i) terbesar adalah > berasal dari pemasukan kursus calon advokat, dengan konsep bagi hasil > dengan > penyelenggara PKPA, (ii) tidak ada yang berasal dari APBN. > Alasan: > 1. prinsip bahwa negara kita adalah negara hukum, jadi pemahaman hukum > adalah hak dan sekaligus kewajiban warga negara, dan karenanya negara > wajib > menyelenggarakan pendidikan hukum yang terjangkau(jika mungkin, gratis); > 2. prinsip bahwa negara hukum tidak mungkin bisa menciptakan keadilan dan > kemakmuran, tanpa jumlah ahli hukum yang handal. > 3. prinsip bahwa pihak yang kuat wajib mensubsidi pihak yang lemah, dan > tidak boleh sebaliknya, yang terjadi saat ini adalah lulusan baru dari FH, > yang orang tuanya baru saja mengeluarkan biaya besar untuk pendidikan > hukum, > dan harus dibebani lagi dengan PKPA, sementara kelulusan PKPA tidak > terjamin, lapangan kerja setelah lulus PKPA tidak terjamin, pemerintah > apalagi peradi tidak menjamin dan tidak bisa menciptakan adanya lowongan > kerja lulusan PKPA, mengingat kualitas intelektual dan integeritas baik > staf > pemerintah/peradi kurang cukup memadai untuk menciptakan lapangan kerja > bidang hukum. > 4. PKPA yang mahal dapat dipandang sebagai (i) ketidakadilan dan elitisme > profesi hukum bagi kalangan berpunya belaka, atau (ii) ketidakbersediaan > para advokat senior untuk berkompetisi dengan tenaga muda yang mau dibayar > lebih murah. > 5. prinsip cost recovery yang ada dalam sektor migas tidak boleh serta > merta > diterapkan pada pendidikan calon advokat. > 6. Ada banyak manusia Indonesia yang cukup pandai otaknya, tapi pas-pasan > kantongnya, sehingga tidak adil dan kejam, jika profesi advokat hanya bisa > disandang oleh orang yang berkantong tebal, karena hal ini akan > mengajarkan > orang untuk mengambil jalan pintas, untuk berkantong tebal saja dech, > daripada pusing dikerjain oleh peradi. > 7. proses PKPA yang UUD (ujung-ujungnya duit) menciptakan bottle neck bagi > (i) harapan anak-muda untuk membantu penyelenggaraan penegakan hukum yang > lebih baik, (ii) harapan bagi peradi untuk dihormati dan diusung sebagai > lembaga advokat satu-satunya. > 8. UU Advokat tidak mewajibkan (i) pengenaan biaya mahal, (ii) pendidikan > PKPA, dan karenanya pengurus PERADI harus berhati-hati menerjemahkan > aturan > UU ke dalam peraturan PERADI dan juklak peradi, mengingat pengurus PERADI > hanya bertugas sementara saja hingga MUNAS tahun 2010, sehingga jika > pengurus PERADI ingin terpilih lagi, maka kebijakan pengurus harus bisa > merangkul secara seimbang berbagai kepentingan (i) seluruh pihak atau > calon > advokat terutama mayoritas yang umumnya marjinal (stakeholder utama dan > sangat berkuasa dalam MUNAS) , lalu (ii) pihak yang memiliki pengaruh > politik i.e. BUYUNG Nasution, Todung MUlya Lubis, serta juga (iii) pejabat > penegak hukum (jaksa, hakim serta polisi). > Jika ada pihak-pihak yang merasa bahwa pernyataan di atas adalah tidak > masuk > akal, silahkan menanggapinya. > Salam, > Iming Tesalonika > Advokat yang prihatin dengan organisasi advokat yang lalai membaca arus > perubahan > > On 22 Mei, 18:20, Wulan Bandung <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: >> Sinchan kesukaan anak2x gue tuh... >> >> Gue dukung tuh kalau buat bantahan lagi di kompas. walau di kolom >> Klasika >> atau kecil iklan nya ...he he he ...yang penting ada klarifikasi dari >> Panitia...jangan kederlah menghadapi teror atau ancaman dari oknum2x >> pentolan pendiri Persekutuan Peradi. Asal tujuannya benar...untuk >> menjadikan organisasi advokat yg kredibel dan domokratis !!!! jangan >> nantinya mungutin duit melulu....awas ya !!!! >> >> saran gue pribadi neh, >> Semua sarjana hukum baik baru lulus atau uda lama lulus bisa langsung >> ikut >> ujian advokat !!! setelah lulus ujian advokat musti ikut pendidikan >> lanjutan Advokat (seperti PUSDIKLAT atau apalah)...biaya jangan >> mahal2x....gaji honor pengajar jangan gede2x...jgn 2 juta seperti >> sekarang >> ini...kasih 500rb aja cukup kalee..... dari praktisi advokat...jgn dosen >> yg teori melulu!!! praktisi advokat, Polisi dari Reserse, hakim PN yg >> berkualitas dan dari Jaksa). Jangan hanya pakai dosen pengajar bekas >> pejabat !!!... >> >> Setelah selesai mengikuti diklat/pusdiklat, maka bagi yg sdh 2 tahun >> magang bisa langsung dilantik menjadi Advokat dan dpt ijin beracara. >> Bagi >> yg belum 2 tahun magang ya nunggu 2 tahun lah. Jangan persulit untuk >> menjadi advokat !! >> >> Dasarnya kan setiap lulusan sarjana hukum dianggap mengerti hukum acara >> dll, mereka sdh dapat mata kuliah tsb dan telah lulus. Jadi kalau ikut >> pendidikan seperti sekarang ini kan jadi repot, kalau ngga lulus mereka >> jadi kecil hati dlsb, sdh keluar uang banyak, waktu banyak dll..... >> >> Kalau dengan sistem seperti usulan gue, biar aja jumlah advokat banyak, >> masalah nanti kualitas biar PASAR YG MENENTUKAN. Bukan kita atau advokat >> yg sudah jadi yg menentukan. Kembalikan kepada rejeki masing2x.... >> >> Ideal kalo kita meniru seperti di amerika atau negara maju...ya >> susah..belum kuat dan mutu pendidikan kita masih amburadul. Tetapi >> semuanya kita nanti PASTI menuju kesana (seperti negara maju). >> >> Crayon Sinchan <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > wrote: >> >> WAH MAKIN SERU AJA NICH. KAYA NONTON BOLA AJA, ADA SERANGAN >> BALIK..HEHEHEHE.. >> >> BTW RUPANYA ADA PATRA M ZEIN DI PANITIA PENGARAH YAH..PADAHAL KAN DIA >> TAHUN KEMARIN BARU DIANGKAT SAMA PERADI JADI ADVOKAT. KOQ SKRNG IKUTAN >> NGELAWAN PERADI? IIH JANGAN GILA DUONG..KALO GA SALAH KEMAREN 18 DARI 22 >> STAFNYA KELUAR DARI YLBHI KRN CEK COK SAMA DIA KAN YA..GIMANA NANTI >> NGURUS >> ORGANISASI ADVOKAT? BISA BUBAR JALAN LAGI NICH..PISS YOO >> >> 2008/5/22 Kurniawan Adi Nugroho <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL >> PROTECTED]> >: >> >> Tuh khan? Yg berantem adalah orang2 yg dah 'jadi' n dah kaya raya, tp >> yg jadi korban adalah orang kecil. >> >> ~~ww~~ >> >> On 5/22/08, Santo M. Arianto <[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > >> wrote: >> >> >> >> >> >> >> >> > ------Original Message------ >> > To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >> > Sent: May 22, 2008 12:13 >> > Subject: Re: [Advokat-Indonesia] BANTAHAN TERHADAP PENGUMUMAN PERADI >> >> > Tambah bingung... >> > Bagaimana nasib kami yg belum jadi advokat? >> > Sudah lulus ujian pkpa tp belum/sedang magang. >> >> > Apakah, jika benar nanti peradi harus dibubarkan, sertifikat kelulusan >> > pkpa >> > juga batal dengan sendirinya? Trus kami harus ujian pkpa lagi? Mending >> > cuma >> > ujian...apakah harus kursus lagi? Another 5 mio rups to spend? >> >> > Tolong buat para panitia dan peserta kongres atau munas untuk >> > memperhatikan >> > nasib teman2 yg masih gantung statusnya.... >> >> > ------Original Message------ >> > From: Panitia Kongres Advokat Indonesia >> > To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >> > ReplyTo: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >> > Sent: May 22, 2008 11:59 >> > Subject: [Advokat-Indonesia] BANTAHAN TERHADAP PENGUMUMAN PERADI >> >> > REKAN-REKAN ADVOKAT YTH, >> > BERIKUT INI KAMI KIRIMKAN BANTAHAN TERHADAP PENGUMUMAN PERADI. >> > TKSH, >> > Panitia Nasional Kongres Advokat Indonesia >> >> > Sent from my BlackBerry(R) wireless device >> >> -- >> Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com >> >> --------------------------------- >> Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang >> juga.- Sembunyikan teks kutipan - >> >> - Tampilkan teks kutipan - > > > > > > > > > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Advokat-Indonesia" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/Advokat-Indonesia?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

