Rekan2, Saya sudah bilang, kita (baca: negara NKRI) tidak perlu meneruskan konsep hukuman mati, karena TIGA ALASAN PRINSIPIL : 1. karena Amrozy (salah satu kasus hukuman mati) adalah bukan kampret, dan sebagai manusia, Amrozy dkk memiliki kebutuhan untuk berbuat baik. (hewan kampret aja yang nggak berharga aja kalau mau dibunuh, harus didoakan dulu, supaya yang membunuh hanya boleh membunuh atas nama Tuhan (baca: seizin Tuhan empunya nyawa si hewan kampret), tetapi manusia yang pasti bisa berubah menjadi baik selama hidup di dunia ini. PRINSIP I: manusia memiliki kebutuhan psikologis untuk berbuat baik (bukan hanya butuh makan, sex atau bobo saja) !
2. Karena Amrozy melakukan pembunuhan massal dengan dasar salah paham/dogma/ajaran. Ada banyak ajaran agama yang dikenal di dunia ini juga kejam-kejam, tapi kekejaman agama (agama besar or kecil) tersebut sudah di trimm down oleh para pemikir intelektual agama, supaya ajaran kejam tersebut dimoderasi/dibelokkan kekejaman/ketajaman/kebengisan-nya, supaya sesuai dengan perkembangan peradaban. Nach amrozy dkk memang menjalankan ajaran agama atau budaya yang sejak dulu sudah ada di jazirah Arab, tanpa peduli dengan keberadaan re-interpretasi atau moderasi dari para intelektual agama yang ada saat ini. orang Timur tengah memang kejam-kejam dari dulu, bahkan sebelum pembaharu Nabi Besar Muhammad SAW dilahirkan dan berupaya men-trimdown kekejaman orang-orang disitu. PRINSIP 2 : Agama selain dikenal bermanfaat untuk menganjurkan kebajikan dan kebaikan, juga dalam keadaan tertentu bertanggungjawab dalam menganjurkan kekejaman/kebengisan. 3. karena filosofinya, pembunuhan itu hanya boleh dilakukan dengan alasan (2) demi menjaga kesucian dan kekudusan, (2) rasional; Sementara, penegak hukum kita itu bukan orang suci/kudus dan juga bukan orang rasional. Coba lihat dan interview penegak hukum kita, apa ada yang suci/kudus/rasional, pernah ada polisi gak terima sogokan, jaksa gak mempan sogokan, hakim atau advokat gak mempan sogokan??? lha wong, pembelanya Amrozy saja, yaitu TIM PEMBELA MUSLIM, saja menggunakan istilah "muslim", dengan mengaku-ngaku sebagai pembela umat muslim, untuk kasus terorisme yang gak ada kaitannya dengan ummat muslim. Di pihak lain, penegak hukum kita juga sering dikenal botol (bodoh/tolol) dan tidak rasional, serta sering semena-mena dan tanpa dasar, coba direview kertas kerja mereka, maka anda akan kaget dengan kesembronoan mereka ???. PRINSIP 3 : penegak hukum yang tidak suci/tidak kudus, tidak rasional tidak boleh diberi kewenangan mencabut nyawa manusia. Salam, Iming Tesalonika Advokat yang melihat penegak hukum kita tidak suci, tidak kudus, dan tidak rasional ________________________________ From: Taufik Basari <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, November 3, 2008 6:13:59 AM Subject: [Advokat-Indonesia] Re: Amrozy dihukum mati...... just some thought: "sekampret2nya" Amrozi dkk mereka bukan binatang, tapi manusia. Sejahat apapun seorang manusia, tetaplah dia manusia. Kalau negara menghukum mati para pelaku teroris, apa bedanya negara dengan teroris itu sendiri. Membunuh adalah menghilangkan nyawa manusia dan mengeksekusi mati juga menghilangkan nyawa manusia. jadi mengeksekusi mati berarti juga membunuh. akhirnya sama saja niatnya, sama2 menghilangkan nyawa manusia. Bahkan, landasan pemikirannya serupa, yakni para teroris merasa berhak untuk menentukan mati hidupnya seseorang. dalam hal ini, negara juga merasa berhak menentukan esok atau lusa seseorang harus mati. dua2nya sedang bermain sebagai Tuhan. Hebat sekali teroris dan hebat sekali negara yang merasa bisa seperti Tuhan. Jangan pula negara ini mengajarkan benih dendam dalam menghadapi persoalan dan mencari penyelesaiannya. di soal ini ternyata nyawa ganti nyawa. banyak pihak merasa berhak untuk membunuh amrozi dkk karena dianggap telah mencabut nyawa orang lain, berarti kita merasa nyaman dengan nyawa balas nyawa, mata balas mata. let us remember what mahatma gandi said "an eye for an eye makes the world blind" Jangan pula kita pertentangkan persoalan ini dengan para korban. Jangan kita terus menerus mengobarkan semangat balas dendam dengan nyawa balas nyawa tersebut. Betul bahwa korban pasti menginginkan keadilan atas peristiwa yang dialaminya. namun kalau kita terus menerus memprovokasi para korban dengan memberikan tawaran "bunuh saja si pembunuh" berarti kita sedang menyebarkan bibit pemikiran2 amrozi dkk, yakni "nyawa manusia itu tidak ada harganya, kalau menurut kita mereka layak mati, matikan saja!" selamat datang tuhan baru... ditinjau dari efek jera, jelas eksekusi mati amrozi dkk sama sekali tidak menimbulkan efek jera, malah sebaliknya, menimbulkan semangat baru untuk "berjuang" seperti amrozy dkk. Jelas2 amrozy dkk tidak takut akan hukuman mati, yang ia lawan adalah hukuman mati tersebut dilakukan oleh "negara setan" dengan mempergunakan "hukum setan" atau "hukum thaghut" kalau istilahnya ali gufron dan imam samudra. Artinya, mereka merasa bangga "dibunuh oleh negara setan" dengan hukum thaghut-nya. Berarti mereka sedang berhadapan dengan setan dengan mengorbankan nyawa mereka. buat mereka, tentunya mereka merasa yakin sekali ini syahid dan dijamin masuk surga. begitu pula dengan orang2 yg sepaham dengan amrozi dkk akan timbul keinginan untuk mengikuti jejak mereka, jihad dengan membunuh "kaum kafir". Astaghfirullah. Biarpun saya sangat tidak setuju dengan pilihan sikap amrozi dkk, tapi saya tidak akan pernah setuju seseorang dibunuh dan dieksekusi mati sekalipun ia seorang amrozi. bagi saya satu nyawa, siapapun dia, sangatlah berharga. di negeri ini, kita rupanya sudah terbiasa menganggap sepele nyawa. coba lihat, jalanan maut berlubang penuh bahaya kita biarkan. ketika ada yang mati karena jalannya tidak aman, kita biasa saja. ada seseorang mati di tahanan polisi karena disiksa, responnya pun tidak terlalu heboh. ketika tentara dulu pada masa darurat militer di aceh salah tembak masyarakat sipil, kita bilang itu wajar kalau dalam perang pasti ada korban salah tembak. ketika ada konflik dan banyak orang dibunuh secara sadis dari kedua belah pihak, ketika kita ada di satu pihak tertentu kita merasa berhak melakukan hal yang sama seperti yang telah dilakukan pihak lainnnya. akhirnya, negeri ini menganggap nyawa itu seperti mainan, kalau dimainkan secara baik, ya teruskan saja permainan itu. kalau salah dimainkan, ambil saja mainannya, kalau tidak sengaja mainannya rusak dan hancur, ya biarkan saja, toh namanya juga mainan, tidak berharga. saya hanya ingin sharing saja, no offence terhadap pihak2 yg mendukung hukuman mati. saya hanya resah karena terlalu banyak yang merasa berhak menjadi tuhan di negeri ini. Mari kita cintai hidup dan kehidupan dan kita jauhi kematian, sebab eksistensi manusia ada ketika ia hidup, ketika mati, ia tidak lagi manusia melainkan mayat. biarlah hidup mati manusia bukan manusia pula yang menentukan. Salam, Taufik Basari ________________________________ From: Wulan Bandung <[EMAIL PROTECTED]> To: Advokat Indonesia <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] Sent: Sunday, November 2, 2008 23:10:09 Subject: [Advokat-Indonesia] Amrozy dihukum mati...... menurut informasi...besok 3 Nov 08 amrozy di DOR oleh 8 orang brimob Polda Jateng (1 regu tembak).....1 orang yg nembak yg 7 orang brimob pakai peluru hampa.....diantara juru tembak ngga ngerti peluru senapan siapa yg pakai peluru tajam (timah panas). Ngga habis pikir kenapa seheboh itu berita rencana penembakan amrozy cs.....kayaknya ngga ada berita yg lebih heboh lagi. Pemerintah seakan pengen menunjukkan kepada luar negeri bahwa amrozy benar2x di hukum mati. Berapa biaya yg dihabiskan oleh Polisi dan pejabat lain untuk pengamanan tsb ? Luar biasa......hanya nembak 3 kampret (maaf) saja susahnya bukan main....he he he ...maaf bung Mahendradatta dan bung Ahmad Mildan. ________________________________ Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Taufik Basari, S.H., S.Hum, LL.M Taufik Basari & Associates Jalan Tebet Timur Dalam III D No 2, Jakarta Selatan 12820 Indonesia Tel. +62 21 830 5450 Fax. +62 21 829 1506 www.taufikbasari.com ________________________________ New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Advokat-Indonesia" Google Groups. Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/Advokat-Indonesia?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

