Bro Imam,
Saya sepakat bahwa perubahan tidak pernah terjadi oleh satu orang, bahkan
berbagai agama besar yang hadir dimuka bumi ini, Hindu, Budha, Islam serta
kristen-pun TIDAK MAMPU menghapuskan perbudakan, dan hanya pergolakan, perang
serta budaya imigran US yang lentur terhadap perubahan, yang lalu ditrigger
oleh Abraham Lincoln, yang dapat menghasilkan resolusi "HAPUSKAN PERBUDAKAN".
Bahkan resolusi Lincoln "Hapuskan Perbudakan" yang mengakibatkan banyak nyawa
tidak berdosa melayang, rumah-rumah hancur serta lahan pertanian musnah, telah
mengakibatkan perang sipil (baca: perang sesama saudara sendiri). Itupun,
hingga awal 1970-an masih ada praktek diskriminasi ras terhadap orang hitam di
USA.
PERUBAHAN KEARAH YANG LEBIH BAIK MENSYARATKAN KONFLIK BERMUTU DAN PENGORBANAN
ELIT.
Kesimpulan sementara:
1. bangsa Indon (istilah pekerja kasar kita di malaysia) tidak memiliki tokoh
yang berani melakukan perubahan;
2. bangsa Indon akan terus menjadi bangsa indon sepanjang tidak ada leader yang
LAHIR DARI KETIDAKADILAN;
3. bangsa Indon adalah bangsa yang elitnya mencari aman sendiri, dengan
menawarkan moto : Damai Itu Indah".
Salam,
Iming
Advokat yang melihat bahwa perubahan hanya ada pada masyarakat imigran yang
lentur & berani menyongsong perubahan.
----- Original Message ----
From: irasyidi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, November 9, 2008 8:14:52 PM
Subject: [alumni-sma1jkt-85] Re: Perjalan seorang pahlawan.
Perubahan tidak pernah terjadi oleh satu orang. Obama sendiri tidak
akan bisa "menjual" slogan perubahan jika org2 lain tidak mau berubah.
Gw setuju banget dgn tulisan Enda yg ini.
Pencapaian Obama adalah pencapaian bangsa Amerika, keberanian Rosa
Park dan Abraham Lincoln, pengorbanan Martin Luther King Jr,
kelembutan hati Jimmy Carter dan Bill Clinton, kerja keras dan
pencapaian Colin Powell, Condi Rice, Oprah, Bill Cosby dan
berjuta-juta orang kulit hitam yg berabad-abad merasakan penderitaan
tapi mau berharap dan berkorban dan juga berjuta-juta kulit putih yg
memiliki nurani dan keberanian utk menghadapi kaum serasnya.
Obama tdk akan jadi presiden tanpa kontribusi mereka2 itu. Bagaimana
dgn Indonesia? Tdk akan ada perubahan yg nyata tanpa pengorbanan,
kerjas keras dan keberanian kita semua.
Apa sih yg mesti kita lakukan? Rasanya semua kita sudah tau. Yg paling
deket adalah pemilu. Pilihlah wakil dan pemimpin kita yg bener, nggak
korup, mau berkorban, kapabel, adil, jujur dll.
Merdeka.....
Salam
--- In [EMAIL PROTECTED], "irmec" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sudah bulanan gue nonton film Power of Myth. Film dokumenter ini
> isinya adalah wawacara antara Bill Moyers (presenter TV ngetop di
> Amrik), dan Joseph Campbell, ahli mitologi. Film ini gue tonton lagi,
> dan lagi. Bhkan minggu ini gue tonton terus sebelum tidur.
>
> Puluhan tahun baca dan menganalis mitos2 kuno, Campbell menyimpulkan
> bhw mitos bukan dongeng, karena mitos punya sesuatu pesan yg tidak
> lekang oleh waktu. Pelaku, setting cerita bisa beda, tapi pesan sama.
> Dan, salah satu mitos yg paling banyak di dunia ialah kepahlawanan.
> Pahlawan, siapapun namanya, dan setting ceritanya, memiliki banyak
> kemiripan bangun cerita. Itu, kenapa satu buku Campbell jdlnya Hero
> with the thousand faces.
>
> Minggu ini gue nonton lagi video tersebut, dan semakin gue ngerti apa
> yg dimaksud Campbell. Dan, tokoh yg gue ialah Obama Barrack.
>
> Apa yg sama dari semua pahlawan ialah penderitaan. Semua pahlawan
> mengalami banyak penderitaan. Di awal ialah penderitaan yg datangnya
> dari "alam", seperti kehilangan orang yg dekat. Dalam Obama ceritanya
> ialah bubarnya perkawinan ayah dan ibunya. Namun, penderitaan2 lain yg
> muncul kemudian lebih banyak lagi.
>
> Bagaimana mungkin penderitaan muncul? Ini yg menarik dari Campbell,
> menurutnya perjalanan seorang pahlawan adalah perjalanan mencari jati
> diri. Penderitaan alamiah tersebut membuat pahlawan jadi "bingung",
> mempertanyakan banyak hal. Krisis identitas. Obama sendiri pun pernah
> "bereksperimen dgn narkoba" ketika dia LA. Kematian ayahnya (tabrakan
> mobil) menjadi salah satu titik balik. Pun, itu adalah perjalanan
> panjang suatu penderitaan. Karena kembali lagi penderitaan adalah
> suatu cara untuk membuat kita mengetahui belajar dan mendapat senjata2
> pamungkas yg terpendam yg ada dalam diri kita. Dan, semuanya itu
> terjadi lwt proses trial dan error.
>
> Balik lagi ke mitos, cerita pahlawan kan tipikal lah. Sesudah perjalan
> an panjang yg berliku, dan hancur2an, akhirnya sang pahlawan balik
> lagi dan menciptakan suatu hal yg "impossible".
>
> Baik pahlawan dan pemimpin "non-pahlawan" ada kesamaan yaitu sama2
> punya mimpi. Namun mimpi pahlawan adalah mimpi yg lebih besar daripada
> dirinya sendiri. Lebih impossible. Bukan mimpi menjadi presiden, tapi
> melihat masyarakat yg naik kelas dalam kemanusian. Darimana mimpi ini
> muncul pada Obama? sekali lagi penderitaan yg dialaminya. Perlakuan
> rasisme, ketidakadilan yg dialaminya.
>
>
> Mungkin banyak yg bilang bhw banyak pemimpin yg begitu. Lihat saja
> kampanye2 reklame. Semuanya menjanjikan masyarakat yg berkelimpahan,
> berkeadilan. Tapi, ada hal yg lain pada hero. Yaitu "senjata" yg
> dipakai berbeda dgn "senjata" yg biasa digunakan orang.
>
> Hampir semua org ingin lebih baik, tapi hanya sedikit yg milih cara
> baik. Yg sering berlaku ialah "the end justify the menas". Seorang
> rekanku - matematisi ekonom di satu institusi Amrik - keluar kerja dan
> penjadi penggiat kampanye Obama, tidak lama sesudah mendengar pidato
> Obama ketika inagurasi John Kerry thn 2004. Alasannya, "for the first
> time, I heard a politician who said that the most important principle
> is that the end does not justify the means. If the means are not
> consistent with the ends, the ends will never be achieved because they
> will be too compromised and tarnished by the process."
>
> Perubahan tidak pernah terjadi oleh satu orang. Obama sendiri tidak
> akan bisa "menjual" slogan perubahan jika org2 lain tidak mau berubah.
> Menurut campbell apa yg dilakukan oleh seorang pahlawan adalah
> sederhana. Dia meniupkan "nafas kehidupan" pada mesin masyarakat yg
> sudah kaku, sehingga menggeliat.
>
> Obama membuat banyak orang yakin bhw paradigma sekarang membuat negara
> dan bangsa Amrik going to nowhere. Meskipun ekuasaan silih
> berganti,namun kemanusian tidak naik kelas. Dgn caranya, Obama
> memperlihatkan secara elegant bhw kekuasaan adalah cara, dan bukan
> tujuan. Hal tsb diperlihatkan dgn tidak pernah (setahuku) membalas
> hujatan2 dari lawan politiknya. Kalau dia membalas, bukankah itu
> paradigma lama. Ini salah satu karakteristik pahlawan, fokus kepada
> tujuan, bukan pada hujatan atau pujian orang lain. Tujuan yg lebih
> besar, yaitu naik kelasnya kemanusian suatu masyarakat.
>
> Aku percaya bhw semua orang potensial untuk menjadi pahlawan. Just
> follow the bliss. Tapi, satu hal yg harus selalu dibayar untuk itu,
> yaitu jalan yg sempit, berliku dan sering tidak menyenangkan.
>
> Ada episode di film Power of Myth yg membuat aku mikir lama, ketika
> Campbell bilang there is no hero without sacrificing, kemudian
>
> Moyers: The Koran says, "Do you think that you shall enter the Garden
> of Bliss without such trials as came to those who passed before you?"
> And Jesus said in the gospel of Matthew, "Great is the gate and narrow
> is the way which leadeth to life, and few there be who find it." And
> the heroes of the Jewish tradition undergo great tests before they
> arrive at their redemption
>
> CAMPBELL:If you realize what the real problem is -- losing yourself,
> giving yourself to some higher end, or to another -- you realize that
> this itself is the ultimate trial. When we quit thinkingprimarily
> about ourselves and our own self-preservation, we undergo a truly
> heroic transformation of consciousness.
>
>
> Indah yah, tapi gue mau buat yg simple dulu ah. Makan.
>
> Salam,
> Enda
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links