Teknologi Informasi Presiden akan bahas software bajakan dengan Microsoft JAKARTA (Bisnis): Presiden berencana membawa persoalan warnet dan Microsoft dalam kunjungannya ke AS bulan ini setelah melihat potensi kerugian di sektor pendidikan dan penetrasi akses informasi sehubungan maraknya penertiban terhadap software bajakan.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan tertutup antara Asosiasi War-net Indonesia (Awari) dan Sekretaris Kabinet belum lama ini. Ketua Dewan Presidium Awari Judith MS Lubis mengatakan penertiban software bajakan di sektor pendidikan dan warnet (warung Internet) mengancam perkembangan dunia pendidikan dan menurunkan minat masyarakat dalam mengakses informasi. "Penggunaan software bajakan di sektor pendidikan dan warnet dipicu oleh tingginya harga software berlisensi milik Microsoft untuk ukuran warnet dan sekolah," ujarnya kepada Bisnis kemarin. Larangan Microsoft untuk menyewakan produknya seperti yang tercantum dalam EULA (end user license agreement), menurut dia, juga menjadi masukan bagi Presiden dalam pertemuannya dengan Microsoft Corporation di AS. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berencana mengadakan kunjungan kenegaraan ke AS pada akhir Mei ini. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Yudhoyono dijadwalkan bertemu dengan pihak Microsoft Corporation untuk membicarakan berbagai persoalan yang menyangkut perkembangan teknologi informasi (TI) di Tanah Air. Tingginya harga sistem operasi milik Microsoft khususnya untuk segmen pendidikan dan warnet, serta adanya salah satu butir dalam EULA yang melarang sewa komputer diperkirakan menjadi bahan pembicaraan utama antara Presiden dan Microsoft. Selain asosiasi warnet, Jaringan Internet Sekolah (JIS), dan ICT Watch juga akan memberi masukan kepada Presiden berkaitan dengan penyediaan operating system (OS) murah untuk segmen pendidikan. Menurut berbagai kalangan, Presiden cukup peduli dengan perkembangan TI di Tanah Air. Terbukti, dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 9 Tahun 2005 untuk membentuk Departemen Komunikasi dan Informatika yang sekaligus menggabungkan sektor TI dengan telekomunikasi dalam satu atap kebijakan. Ketika dihubungi Bisnis, Small Medium Business Director PT Microsoft Indonesia Megawaty Khie enggan berkomentar lebih jauh mengenai hal itu. Microsoft memiliki sejumlah program yang diklaim bertujuan meningkatkan akses informasi di segmen pendidikan, masyarakat pedesaan, bahkan masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik. Program Community Training and Learning Center (CTLC) sebagai sarana akses informasi dan Internet bagi kaum tuna netra dan Partnership in Education dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia merupakan program yang digagas Microsoft untuk kepentingan sosial dan pendidikan. Capai 88% Sementara itu, L. Chandra Mohan, Education Manager Public Sector PT Microsft Indonesia mengatakan pembajakan software di Indonesia telah mencapai 88%. Bagi Microsoft, tuturnya, tingginya angka pembajakan itu sesungguhnya bukan persoalan besar, karena masyarakat Indonesia sudah makin sadar dan tahu, kalau software bajakan itu tidak terlalu tangguh tetapi hanya mengandalkan harga yang murah. "Saya melihat persoalannya bukan bagi Microsoft melainkan lebih pada pemerintah Indonesia. Karena tingginya angka pembajakan sesungguhnya dapat berakibat pada terhambatnya bangsa ini untuk mencapai kemajuan di berbagai bidang," ujar Mohan di Surabaya kemarin. Dia menjelaskan bagaimana investor bisa merasa aman berinvestasi dan membuat sebuah inovasi, jika di masyarakat angka pembajakan tinggi. "Tentu dalam kasus ini tidak hanya pada pembajakan software, tapi lebih ke bentuk pembajakan secara umum. Misalnya, siapa artis yang berani merekam suaranya di negeri ini manakala pembajakan sudah merajalela, maka pilihannya bisa saja artis itu justru memilih merekam lagunya di luar negeri," katanya. (k22/api) [Non-text portions of this message have been removed] Official Web Site : http://www.awari.or.id Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

