Hello Arief, Monday, July 18, 2005, 12:49:31 AM, you wrote:
AF> Belum lagi biaya izin & cost siluman yang bisa bikin bandwidth AF> jadi mahal. harganya. Mau dijual berapa ke end user ? sebenernya bukan masalah cost ijin (itu hanya sekali bayar di awal) dan cost siluman (apa ya misalnya?). tapi memang struktur industrinya belum mencapai skala yang memungkinkan internet jadi murah. perkara nggak boleh ngambil langsung ke LN itu terkait dengan tatanan industri yg sudah ada sebelumnya, terutama untuk melindungi operator satelit dan vsat, yg dulu terlanjur berinvestasi. kemudian dalam hal pungutan (BHP jastel, 3 %) dan perpajakan bagi negara (ppn, pph 13 %), tambah overhead NAP, total costnya akan berkisar 15 % sampai 20 % dari harga beli langsung ke LN. cukup jelas sebenarnya, jadi bukan siluman. kalau itu dibagi rata ke semua user, katakanlah warnet yg per jam 3000 rp, maka tambahan 20 % (600 rp), nyaris tak berasa impactnya. dengan kata lain, beli langsung ke LN dan ke NAP, cost internet kita tak akan beranjak jauh dari tarif sekarang. lalu kenapa internet kita mahal? 1. karena jumlah penggunanya masih sedikit. kalau tingkat pertumbuhan pengguna internet per tahun sudah sama atau bahkan lebih tinggi dr tingkat pertumbuhan penduduk, maka, baru struktur industri internet bisa menjadi sehat, dalam arti skala ekonominya rasional, atraktif pendeknya marketnya ada (ada yang beli). maka, pake rumus ekonomi biasa saja, bila ada keseimbangan supply dan demand, otomatis price pasti makin turun 2. internet masih belum menjadi kebutuhan prioritas (masih kalah sama koran, padahal dg nginternet malah bisa baca banyak koran skaligus) dengan kata lain, pembelian internet masih dipengaruhi kelas sosial dan daya beli. pendeknya belum merakyat, dibutuhkan rakyat 3. sebagian besar content yang diakses orang indonesia, larinya ke luar negeri. misalnya email, kenapa harus yahoo? padahal tiap isp juga menyediakan fasilitas email. otomatis itu membuang devisa yg dibayar dengan US$ dengan kurs yg naek turun kayak sekarang ini. coba kalo orang indonesia sebagian besar mengakses konten loka di IIX, pasti price internet kita turun. lha sekarang, semua orang, termasuk warnet minta akses IIX, eh ternyata cuman buat games! itu mah buang devisa lagi (hampir semua games onlen itu franchise dari korea!). resource IIX kita, terbuang untuk hal yg sangat sekunder akibatnya nggak ada yg mendorong pertumbuhan content lokal 4. infrastruktur kita, tua, mahal, terbatas, nggak efisien. sehingga link ke IIX dari makassar akan jauh lebih mahal dari 2 x link yg sama ke luar negeri langsung. apalagi pemainnya sedikit, memang ada masalah monopoli, tapi bukan itu yang utama. habis, yg lain memang juga nggak sanggup menyelenggarakan kok 5. jangan lupakan masalah topografi dan demografi. korea itu cuman negara seuprit, nggak lebih luas dari pulau jawa. penduduknya cuma berapa juta. lha indonesia ini 13 ribu pulau, penduduknya 220 juta bagaimana caranya menyediakan infrastruktur untuk kemajemukan yg seluarbiasa ini? saya yakin, orang korea sekalipun nggak bakalan sanggup ngurusi masalah kita ;-) dari semua itu, sejak awal para aktivis TI kita cuma melihat dua hal yang paling rasional bisa dilakukan untuk mengakselerasi semua ini: 1. lakukan sosialisasi, penetrasi, perbanyak orang melek internet, racuni rakyat indonesia, sehingga mereka bener2 butuh, dengan cara ini maka skala dan rasio ekonomi internet kita akan naik drastis, kalau itu segera terwujud, pasti tarif internet naik 2. bebaskan semua upaya komunitas/publik untuk membangun sendiri apa yang mereka butuhkan. termasuk infrastruktur internet, secara apa adanya, mandiri, tidak bergantung dengan incumbant (kelamaan kalo nunggu mereka). salah satu titik perjuangan ini sudah ada yang terwujud, misalnya VOIP merdeka, VOIP rakyat, WLAN 2.4 ghz dsb. nah, kalau memang ingin internet kita lebih murah, berkualitas dan dipenuhi oleh konten2 lokal. ya mari, kita semua bergabung, pilih mau berkontribusi di bidang atau upaya yang mana? lakukan sekarang. misalnya, kalo anda warnet, berani tidak mengurangi bahkan menutup akses ke pornografi, judi, dsb. yg nggak bener? demi menghemat uang kita (devisa). ajak user2 anda memperbanyak akses ke situs2 lokal yg disupport IIX dan kurangi akses2 games online yg kurang mendidik. buatlah komitmen dalam seminggu anda sediakan waktu 2 jam untuk upaya kampanye penetrasi, misalnya dengan mengajak 10 pelajar mengenalkan internet gratis, mengajarinya dsb.? kalo ada 4000 warnet di indonesia maka setiap minggu kita bisa mengajarkan 40 ribu calon pengguna baru, artinya itu market building yg sangat signifikan. hanya dengan 2 jam. itu aja. kalau mau berkontribusi, ya jangan tanggung2 ;-) -- Best regards, Pataka mailto:[EMAIL PROTECTED] Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

