On Wednesday 23 May 2007 13:39, agentidiots wrote: > Apakah sebelum penggerebekan ada pemberitahuan terlebih dahulu dari pihak > kepolisian seperti pemda mau membogkar bangunan yang tidak berijin. Kalau > caranya lansung sita begitu sama saja mematikan penghidupan orang dong, > disaat jaman susah begini untuk sekedar cari makan.
Setahu saya, terkait razia di Malang, sejak tahun 2003 sudah ada sosialisasi tentang UU HAKI. Sektor lainnya sudah pernah mengalami razia, VCD/DVD, rental playstation dan sejenisnya. Bahkan nampaknya rutin tiap tahun, kalau sekarang warnet baru terkena, seharusnya ini dipahami sebagai: sudah saatnya karena ya kan sudah diberikan toleransi sekian lama, seharusnya pelaku usaha berupaya untuk melegalkan OS dan aplikasinya dengan berbagai cara. Buka terus mencari alasan. Pelanggaran hukum tetaplah harus ditindak. Maling, pelacuran, perjudian, rampok dsb. semua juga sekedar cari makan, apakah mau dibiarkan? Apakah karena warnet, mengaku UKM, rakyat kecil, terus kemudian kebal hukum? Tentu tidak. Di mata hukum, semua sama. Melanggar harus dihukum. Justru seharusnya, warnet malu, karena pelakunya jelas orang berpengetahuan, masa tidak tahu masalah pelanggaran HAKI? Yang pasti, bukan tidak tahu tetapi sengaja tidak peduli, pengen untung gede saja. Ditindak saja. > Harusnya ada kompensasi dari produsen peranti lunak untuk memberikan/diskon > khusus perangkat lunaknya digunakan di warnet2. Terbayang dong kalau semua > perangkat lunak yang tergabung di BSA banyak dipakai warnet unutk mendukung > jualannya. Apa alasan memberikan kompensasi terhadap pembajak/pelanggar hukum? Bukannya si produsen aplikasi malah dirugikan dengan perilaku pembajak? Masalah diskon adalah mekanisme bisnis, kalau mereka menetapkan suatu harga pasti ada dasar perhitungannya dan untuk perusahaan multinasional seperti itu, sangat rumit. Intinya, kita tidak bisa memaksa orang memberikan diskon. Tapi kitapun juga punya pilihan, untuk tidak menggunakan barang yang memang tidak mampu untuk kita beli. Jadi, kenapa harus memaksakan? Bukankah ada pilihan lain FOSS yang lebih terjangkau bahkan gratis? Ketidakmampuan bukan alasan untuk membajak & ini sama saja dengan istilah miskin bukan alasan untuk menjadi kriminal. Kalau anda menempatkan diri sebagai produsen, yang sudah susah payah membuat barang kemudian dibajak, atau dipaksa untuk menjual murah bahkan gratis, dan tidak seimbang dengan pengorbanan, apa yang akan anda rasakan? Pasti sangat marah dan sakit hati. Pelaku pembajakan itu pasti akan anda kejar kemanapun dan tidak akan mau mendengar alasan apapun. Salah adalah salah. > Terbayang juga untuk cost of investment untuk 1 perangkat lunak....hmmm... > Harga sebuah perangkat lunak memang menjadi masalah klasik. Ibaratnya > dengan membeli katakanlah 6 jenis perankat lunak bisa membeli hardware > cpu+monitor lengkap sebanyak 7/8 unit.Dan kalau dilihat bentuk fisik memang > miris ada 6 keping DVD dikomparasi dengan 7/8 cpu.....pusing ngga sih. Kalau perdagangan masih dilakukan dengan cara barter, mungkin analogi anda ini masih bisa diterima. Masalahnya, sekarang ini sama-sama beras saja bisa amat berbeda harganya, yang satu beras raskin lainnya beras super pulen cianjur. Sebagai pengusaha, yang pasti juga sudah tahu aturan hukum tentang HAKI, maka seharusnya masalah investasi pembelian piranti lunak kan harus diperhitungkan juga dong. Jangan tutup mata dan pura-pura tidak tahu. Apalagi, dalam hukum, ketika sudah diundangkan, disahkan dalam lembaran negara, suatu UU otomatis akan dianggap telah diketahui oleh seluruh warga negara. Apalagi proses yang dilakukan untuk sosialisasi sudah sangat panjang, lebih dari 2 (dua) tahun! Maka, tidak ada alasan lagi untuk tidak patuh. Kesempatan untuk migrasi atau melegalisasi dengan berbagai cara juga sudah diberikan. Apa lagi? Tidak bisa dong orang tidak mau mengaku bersalah karena ngotot tidak tahu aturan. Kalau begitu caranya, semua maling akan mengaku tidak tahu hukum dan minta bebas. Ada banyak pilihan selama ini, tetapi yang terjadi adalah ketidakpedulian! > Saya juga mengerti biaya pengembangan untuk menciptakan suatu perangkat > lunak memang tidak sedikit tetapi apalah artinya dengan keuntungan yang > didapat oleh produsen, apalagi pemasarannya di negara2 yang notebene sudah > sadar tentang HAKI. Kalau saya produsen, bisa menjual dengan harga tinggi dan laku, kenapa saya harus menjual murah? Sebaliknya, kalau saya memang tidak ingin cari untung dan menggratiskan semua produk, kenapa harus dijual mahal? So, poin saya ini adalah: kebijakan harga, masalah keuntungan, pembiayaan produksi, pemasaran dlsb. adalah wilayah kewenangan produsen dan tidak ada sangkut pautnya HAKI. Microsoft misalnya, memang sudah sangat kaya, namun sah saja menjadi lebih kaya lagi. Kita tidak bisa mempertanyakan, menggugat hal ini, kenapa kok kamu masih ingin lebih kaya lagi dengan menjual barang tetap mahal dan makin lama justru makin mahal? Ya, dalam filosofi sederhana: ITU SUDAH NASIBNYA. Memang terlihat beruntung sekali, akan tetapi sampai kapan? Yang jelas, tidak ada hubungannya dengan masalah HAKI. Meskipun dia sudah sangat kaya, tetap saja hak-nya harus dihormati. Sama halnya dengan kita yang masih merasa miskin, juga akan dihormati oleh siapapun kalau kita mampu menjaga integritas serta harga diri kita. > Dan saya yakin selain untuk kepentingan bisnis pasti ada juga pemilik warnet > yang bertujuan untuk membantu mengembangkan dan mengenalkan masyarakat > sekitar kepada internet/IT secara umum. Tidak boleh maksud baik dilakukan dengan cara yang buruk. Hasilnya tetap saja akan dipersalahkan. Anda mencuri sebagai robin hood, apakah akan dibenarkan? Tentu tidak, itu hanya terjadi di dalam dongeng. Dalam negara hukum, semacam itu tidak boleh terjadi, karena akan jadi excuse/alasan bagi semua kriminal. Misalnya: saya mencuri demi untuk menghidupi keluarga, menurut agama memberi nafkah keluarga itu wajib dan perbuatan baik, maka saya harus bebas. Kalau diteruskan, cerita ini pasti menjadi sangat tidak lucu dan tidak mutu. Kalau anda ingin berbisnis dengan benar serta memiliki tujuan mulia untuk ikut menyebarkan pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, maka gunakan juga cara yang terhormat dan legal. Misalnya dengan memanfaatkan FOSS. Bahkan bila anda mau jujur bahwa sebenarnya yang anda cari adalah keuntungan semata, tak ada misi sosial muluk-muluk, itu juga sah saja, tidak salah dan tidak pula hina. Wajar. Asalkan juga dengan cara yang baik, benar, legal dan berdasarkan etika serta moralitas. Tidak perlu ditutupi dengan alasan demi bangsa dsb. Apalagi bila ternyata alasan untuk mencerdaskan bangsa itu tujuannya hanya sebagai kamuflase untuk menutupi kesalahan dan kecurangan. Karena banyak lho warnet yang ketika terkena razia mengaku sebagai agen mencerdaskan kehidupan bangsa, minta bantuan AWARI, teriak lantang kesana-kemari, eh ternyata saat ditelusuri latar belakangnya: dia jadi agen carding, bandar materi porno dan software illegal, memfasilitasi judi lewat games, ternyata tidak pernah mau diajak kumpul-kumpul dan musyawarah dengan warnet lain, cuek pake bajakan & justru banting harga saat pesaing warnet lainnya migrasi atau beli lisensi. Bagaimana kalau seperti itu kejadiannya? Menurut saya, lebih baik diberantas. > Dan saya yakin pula banyak pengusaha2 warnet yang bermodal tidak cukup kuat > tetapi mempuyai idealisme untuk menjadi seorang pengusaha kecil. Nah, kalau menyadari memang modalnya minim, solusinya adalah FOSS, bukan lalu membenarkan pembajakan. Itu namanya curang. Kalau memang pengusaha kecil, ada banyak cara untuk menjadi besar tanpa harus menjual harga diri menjadi bandit antara lain dengan mengajukan kredit, mencari partner investor dlsb. Kalau niat jadi pengusaha yang sukses dan terhormat, caranya juga harus benar. > Solusi penggunaan open source memang bagus tetapi kuatnya produsen > perangkat lunak proprietary dalam memasarkan produknya jadi banyak > masyarakat pengguna komputer sudah terpatri di otakya bahwa tidak ada OS > lain selain yg sekarang sudah ada dan umum. Jangan lupa, Open Source itu adalah gerakan komunitas, bukan sebuah produk! Sebagai komunitas, anda adalah bagian daripadanya. Maka tidak bisa anda hanya menuntut, anda pun punya kewajiban moral untuk turut berbuat sesuatu. Kalau anda tidak berbuat sesuatu, tentu tidak terjadi perubahan apa-apa dan anda tidak bisa menyalahkan Open Source, karena sama artinya dengan menuding diri anda sendiri :) Anda tahu bahwa di lingkungan anda FOSS kurang populer, ya berbuatlah, upaya bagaimana caranya supaya FOSS dikenal, populer, dicintai, digunakan optimal. Itulah bedanya Open Source dengan proprietary yang serba ada, instan, mudah dan membius, namun membuat anda ketergantungan dan terbelenggu (tidak bebas). > Pengalaman di warnet saya memakai OS Linux sejak awal, merasa kalau untuk > kebutuhan sekedar email, browsing, chating Linux tidak masalah...tetapi > begitu masuk ke edit photo, grafic, web....saya belum terbiasa dengan > peranti lunak dari opensource. Kalau begitu, banyaklah berlatih, menambah pengetahuan sampai mahir supaya bisa menularkan kepada yang lain. No pain, no gain. There is no free lunch. > Mungkin di forum ini kita bisa diskusikan masalah ini jangan sampai kita > sudah berusaha untuk membangkitkan ekonomi wilayah, trus diobok2 begitu > saja tanpa ada pemecahan masalh yang berarti. Perlu juga kesadaran dari > pemerintah unutk melindungi warganya dari ancaman yang berkedok suatu > organisasi. Kembali lagi, tidak akan pernah ada pihak yang memandang positif warnet yang mengembangkan ekonomi daerah dengan cara membajak. Sama halnya tidak pernah ada yang merasa bangga dengan maraknya perjudian, miras, narkoba, pelacuran sekalipun itu menambah pundi-pundi PAD. Justru kita harus memerangi itu. Hal semacam itu hanya akan memberikan kontribusi NEGATIF terhadap citra warnet yang kian hari semakin terpuruk. Coba pikir, sudah jadi sarang perjudian dan pornografi, lokasi transaksi carding, narkoba, pelacuran/pornoaksi, tak punya etika bisnis dan kini pelaku pembajakan terbesar (kasus Malang mencapai > 400 unit PC - kalau saya tidak salah ini jumlah tangkapan terbesar untuk 1 sektor industri yang pernah dirazia dalam skala nasional!). So, mari kondisi ini kita perbaiki dengan PARADIGMA dan MINDSET yang BENAR. -- Regards, Pataka Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

