Pada tanggal 06/09/07, Rusmanto <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Iwim Arifiani wrote: > ... > > mohon doanya ya,insya allah dalam waktu dekat warnet > > saya full linux..(berhubung lagi belajar linux jg..) > > saya yakin setiap pengorbanan pasti ada hasil > > terbaiknya..amin..:) > > Kami ikut berdoa dan berusaha agar semakin banyak > yang bisa dan mau menggunakan warnet Linux, > sehingga benar-benar membawa berkah dunia akhirat. > > Untuk itu kami buat daftar warnet Linux di setiap > edisi majalah infolinux mulai no. 10 yang sedang dicetak ini. > Silakan kirim data Nama dan Alamat warnet Linux ke saya > untuk saya masukkan ke majalah no. 11 dst. > > Tujuan lain daftar warnet Linux di seluruh Indonesia itu > agar teman-teman yang mudik atau bepergian tidak sulit > menemukan warnux. > Maklum, selain karena free, banyak orang takut virus, > tidak hanya virus burung, sehingga selalu ingin pakai Linux. :) > > Info yg saya terima hingga minggu lalu dari Jawa Tengah saja > telah masuk data sekitar 40 warnet Linux. > Di edisi bulan lalu baru ada setengah halaman, maka edisi 10 ini > telah menjadi satu halaman. Edisi 11 mudah-mudahan 2 halaman. :) >
Pak Rus, Bicara soal warnet linux, saya kira teman2 pengurus semua sudah tahu kalau saya termasuk (bahkan mungkin yang pertama) yang menggunakan Desktop linux di warnet (full linux) dan pengguna LTSP di warnet sejak tahun 2000. Namun, saya selalu berpesan kepada rekan-rekan yang hendak mendirikan warnet berbasis OS Linux agar memberikan pelayanan extra terhadap pelanggannya, Sebab "brand image" Linux adalah "sulit". Kita tidak usah permasalahkan brand image ini. Tapi mari kita pikirkan strategi agar brand image ini terkikis sedikit demi sedikit sampai akhirnya tdk ada halangan pemikiran dalam pemilihan linux sebagai OS Warnet. bebas virus adalah salah satunya. Di sini di tuntut rekan-rekan warnet memiliki kreativitas. Tanpa kreativitas, pake WIndows pun anda akan bangkrut. Saya memilih strategi mem-familierkan penggunaan aplikasi-aplikasi FOSS dibanding OS. Sebab OS Windows itu tenar bukan karena OS saja, tapi faktor terbesar adalah aplikasi, windows tanpa aplikasi juga tdk berarti apa apa. So, sederhananya, familierkan aplikasinya, kalau mau FOSS diterima masyarakat. Jalannya? ya tinggal pilih, via Linux atau Windows, keduanya bisa digunakan untuk mempopulerkan FOSS. Saya sampaikan juga sedikit statistik dari jenis browser yang mengakses situs Awari sbb: - IE : 33,15% - Firefox : 53,48% - Opera : 10,04% - Others : 3,34% Persentasi di atas menunjukkan jika Firefox di Warnet sudah unggul mutlak, nah sayang saya tidak punya statistik untuk Aplikasi Office. Tapi menemukan Open Office di warnet sudah tidak aneh lagi. ( Standar dokumen antar pengurus Awari adalah: ODF ). Pandangan saya terhadap FOSS bukan terfokus pada Linux saja, walaupun sehari-hari saya bekerja dengan Mandriva (aka. Mandrake) sejak kapan saya sendiri sudah lupa karena sudah lama sekali, mungkin sekitar tahun 2001. Linux adalah icon dari FOSS saya setuju, menyempitkan pemahaman FOSS ke Linux, saya tidak sependapat, sebab bisa menghalangi perkembangan FOSS itu sendiri. Terbukti oleh Firefox dan OpenOffice yang tersedia dalam multiplatform justru menjadi aplikasi FOSS yang sangat populer ( saya jarang melewati hari-hari saya tanpa kedua aplikasi tersebut). -- Salam, ID http://irwinday.wordpress.com Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

