CC: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Mon, 17 Jan 2011 05:58:38 +0700
Subject: Re: [asosiasi-warnet] di datangin SATPOL PP Kecamatan!! BUAT TUMBAL 
JA!!


















 



  


    
      
      
      Salam,



On Jan 17, 2011, at 5:26 AM, Onno W. Purbo wrote:



> ini saya Cc ke beberapa temen di KEMKOMINFO ..

> semoga bisa di koordinasikan ke DEPDAGRI ..

> masa sih industri IT di obok2 -nya koq sama SATPOL PP

> emang industri IT sama dengan PSK apa?



Kalau di PEMDA memang Satpol PP salah satu yang ditugaskan untuk melakukan 
pemeriksaan apakah suatu usaha telah memenuhi Peraturan Daerah (Perda). 
Tujuannya adalah meningkatkan kepatuhan serta menggali sumber PAD sebagai 
potensi pembiayaan untuk pembangunan daerah. Mereka pula yang akan menertibkan 
kalau ada yang melanggar Perda.



Mestinya Satpol PP tersebut menjelaskan pada pengusaha seperti Pak Syarif ini 
bagaimana sebenarnya isi dari Perda yang dianggap telah dilanggar. Kalau memang 
di Kota/Kabupaten tersebut telah diatur bahwa bisnis Warung Internet harus 
berbadan usaha dan memiliki ijin usaha maka jelas sebagai warga negara yang 
baik wajib mematuhinya dan mengurus sesuai prosedur termasuk nantinya membayar 
pungutan retribusi dan pajak daerah sebagai konsekuensinya. Rasanya hampir di 
semua daerah memang seperti itu peraturannya mirip-mirip walaupun mungkin tidak 
sama persis.



Jadi menurut saya sebaiknya Pak Syarif mulai mempelajari bagaimana sebenarnya 
aturan main yang ada sehingga tidak perlu berdebat emosional dengan Satpol PP 
karena barangkali dia sendiri juga hanya menjalankan tugas. 



> On Sun, 16 Jan 2011, syarif hidayat wrote:

> 

>> sama aja nih kasusnya dengan saya, saya juga didatangin satpol PP, aku dah 
>> bikin surat ijin dari RT n dari desa, katanya harus ada dari

>> kecamatan!! eh ujung-ujungnya harus bikin SIUP, HO, dll. aku bilang usaha 
>> WArnet mah cukup sampai desa. dia malah omong panjang n landung.

>> CPEK DEH. lalu gimana cara ngejelasin kepada mereka ya.... soalnya mereka 
>> pinter ngomong doank, aku sindir kerja satpol pp kerjanya pa ja

>> sih? kalo miras gimana pa?  eh dia malah sewot..!!! dia jawab, " kamu ga 
>> usah tahu cara kerjaku mengenai penertiban..!! yang penting saya

>> mau tahu kamu sudah punya surat ijin usaha ga SIUP HO, dll?, terus aku tanya 
>> kalo usaha matrial, bengkel, perlu SIUP, HO dll ga? dia

>> jawab, "harus punya". aku bales tanya bener nih harus punya, mana buktinya, 
>> tangga sebelah saya yang usaha matrial ga bikin kaya ginian,

>> dia kan modalnya lebih besar dari pada saya!! saya ga percaya pak, tapi kalo 
>> bapak bisa buktiin, saya baru deh bisa percaya terus dia

>> malah sewot lagi...!!! CPEK DEH, dah lah orang macam kaya dia mah tahu pa 
>> pengennya...!! jadi aku ikuti ja aturan mainnya,,,,,!! biarin

>> ja, kalo dia nguntit uang dari kita.... dia ga bakalan selamat deh, 
>> keluarganya ga sempurna... ikhlasin ja buat sedekah..!! tapi niat kita

>> semoga uang yang dia kutit jadi TUMBAL, (salah siapa dia kutit uang kita?)



_______

Regards,



M. Salahuddien








  
Masalahnya pa... sosialisasi nya yang tidak menggema, membahana, dan terbuka. 
Peraturan terutama perda sering kali jadi pegangan para "penertib" 
sajakami-kami jadi tau nya sedikit, sedikit yang kami dengar, sedikit yang kami 
tau, namun ujung-ujungnya "banyak" juga yang mesti kamikeluarkan sebagai bentuk 
biaya perijinannya. Karena ketidaktransparan perda tersebuat jd sandungan buat 
kelancaran usaha kami. Karena kemudian ini dijadikanmateri "gertak" para 
penetrib.Oleh karena itu, ada baiknya sebelum ada penertiban, mbok ya dikasih 
semacam kejelasan informasi tentang perda yang berkaitan saja - misal untuk 
warnet disosialisakanpasal2 dan/atau aturan ttg perijinan - untuk 
disosialisasikan, ditambah prosedur / langkah2 pembuatannya, sehingga tidak 
menjadi "usaha perijinan" di lembaga terkait.dan di kasih waktu untuk 
melangkapi dokumen2 tersebut, baru lah kemudian pihak penertib melalui dinas 
terkait melakukan prosedur kerja nya.Menurut Saya seperti itu, sehingga tidak 
kerasa "dijebak" aturan kami-kami ini pak.
Terus terang aja, warnet doang yg bisa ngasih benwit merata, murah tentunya 
terjangkau rakyat kebanyakan, padahal dr benwit dr sono nya mah muuaahal pak. 
Speedy ajahangka bulanannya dan areanya emang terjangkau, tapi krn 
"pelayanannya" yg bikinnya bikin kita ngerasa mahal.
regard
.:pudin:.
                                          

Kirim email ke