|
Assalamualaikum wr.
wb. Bagaimana
adab berdoa di Multazam? Pertanyaan ini selalu mengganggu saya sepulang saya
dari ibadah haji musim kemarin. Karena setelah thowaf wada’, saya
sempatkan diri saya untuk berdoa di Multazam, bukan sekedar berdoa di depan
Multazam, tetapi saya merapatkan/menempelkan seluruh badan saya (termasuk kedua
tangan, pipi dan kaki) ke Multazam. Terus
terang saja, saya sempat ragu2 ketika akan melakukannya, walaupun saya sering melihat
banyak orang di situ yg melakukan hal seperti itu. Saya takut terjerumus ke
lembah kesyirikan. Apalagi saya lihat di sana banyak orang mengusap-usap
dinding Ka’bah (kecuali kalo mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani memang
disunahkan), mengusap kaca pembungkus Maqam Ibrahim, mengusap-usap dinding Hijr
Ismail, dsb sambil mengagumi benda2 seperti itu dan justru melupakan kebesaran
Allah. Saat di
Mekkah, saya coba cari2 referensi mengenai adab berdoa di Multazam dan dari
buku yg saya dapatkan, adab berdoa di Multazam adalah dengan merapatkan badan
ke Multazam. Saya merasa, saat merapatkan badan ke Multazam merupakan saat di
mana saya merasa begitu dekat dengan Allah, sampai2 saya lupa berdoa dan hanya
bisa menangis selama kurang lebih 10 menit. (NOTE: Bukannya saya bermaksud membantah
hadits riwayat Muslim: "Paling dekat seorang hamba dengan Allah ialah
semasa sujud, maka perbanyakan doa ketika sujud”. Karena memang inilah yg
saya rasakan saat itu). Apakah
benar apa yg saya lakukan di atas? Bagaimana adab berdoa
di Multazam sesuai dengan sunah (mohon dicantumkan dalil2 yg kuat)? Terima
kasih atas jawabannya. Wassalam, Rudi ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
|
