Bab 4
WASPADALAH TERHADAP WASIAT BOHONG

Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, ditujukan kepada siapa saja diantara
orang orang Islam yang mendapatkan surat ini, semoga Allah menjaga mereka
dengan agama Islam , dan melindungi kita serta mereka dari kejahatan para
pendusta yang bohong dan tengik.

Assalamu âalaikum,  Amma baâdu :
Kami telah membaca edaran yang dinisbatkan kepada syekh Ahmad Khodim Al
Haram An Nabawi, dengan judul :
â Ini adalah wasiat dari Madinah Munawwarah dari Ahmad Khodim Al Haram An
Nabawi â
Dalam wasiat ini dikatakan : pada suatu malam Jumâat  aku pernah tidak
tidur, membaca Al Qurâan, dan setelah membaca Asmaaâul Husna aku bersiap
siap untuk tidur, tiba tiba aku melihat Rasulullah shollallohu âalaihi wa
sallam yang telah membawa ayat ayat Al Qurâan dan hukum hukum yang mulia,
kemudian beliau berkata : wahai syekh Akhmad, aku menjawab : ya, ya
Rasulullah, wahai orang yang termulia diantara makhluk Allah, beliau berkata
kepadaku : aku sangat malu atas perbuatan buruk manusia itu, sehingga aku
tak bisa menghadap Tuhanku dan para malaikat, karena dari hari Jumâat  ke
Jumâat  telah meninggal dunia sekitar seratus enam puluh ribu jiwa ( 160
000 ) dengan tidak memeluk agama Islam .
Kemudian beliau menyebut contoh contoh dari perbuatan maksiat itu, dan
berkata : âmaka wasiat ini sebagai rahmat bagi mereka dari Allah
 MahaPerkasaâ, selanjutnya beliau menyebutkan sebagian tanda tanda hari
kiamat dan berkata :â wahai syekh Ahmad, sebarkanlah wasiat ini kepada
mereka, sebab wasiat ini dinukil dari Lauhul Mahfudz, barang siapa yang
menulisnya dan mengirimnya dari suatu negara ke negara lain, dari suatu
tempat ke tempat yang lain, baginya disediakan istana dalam sorga, dan
barang siapa yang tidak menulis dan tidak mengirimnya, maka haramlah baginya
syafaatku di hari kiamat nanti, barang siapa yang menulisnya sedangkan ia
fakir maka Allah akan membuat dia kaya, atau ia berhutang maka Allah akan
melunasinya, atau ia berdosa maka Allah pasti mengampuninya, dia dan kedua
orang tuanya, berkat wasiat ini, sedangkan barang siapa yang tidak
menulisnya maka hitamlah mukanya di dunia dan ahiratâ.

Kemudian beliau melanjutkan :â Demi Allah 3x wasiat ini adalah benar, jika
aku berbohong, aku keluar dari dunia ini dengan tidak memeluk agama Islam ,
barang siapa yang percaya kepada wasiat ini, ia akan selamat dari siksaan
neraka, dan jika tidak percaya maka kafirlah iaâ.
Inilah ringkasan dari wasiat bohong yang dikatakan dari Rasulullah
shollallohu âalaihi wa sallam itu, kita telah berkali kali mendengar wasiat
bohong ini, yang mana telah tersebar luas dikalangan umat manusia secara
terus menerus, anehnya hal ini sangat laku dikalangan umum.
Dalam wasiat tersebut terdapat beberapa ungkapan yang saling kontradiktif,
diantaranya pendusta itu mengatakan bahwa ia ( syekh Ahmad ) melihat
Rasulullah shollallohu âalaihi wa sallam ketika hendak tidur, berarti ia
melihatnya ketika berjaga ( tidak dalam mimpi ), ia juga telah mendakwakan
( dalam wasiat itu ) berbagai hal yang jelas jelas bohong dan bathil, dan
kami akan terangkan nanti Insya Allah.

Pada tahun tahun yang lalu kami telah menjelaskan kepada semua orang tentang
kebohongan dan kebatilan wasiat itu secara terang terangan, ketika kami
membaca selebaran terahir ini, kami ragu ragu menulisnya, karena jelas
kebatilannya  dan keberanian pembohong itu, dan kami tidak menduga
sebelumnya hal itu bisa laku dikalangan orang orang berakal sehat, bahkan
banyak dari kawan kami yang memberitahukan, bahwa wasiat bohong itu telah
tersebar diantara mereka, dan ada yang mempercayainya.
Atas dasar itu semua kami memandang perlu untuk menulisnya ; menjelaskan
ketidak benaran dan kebohongan wasiat itu terhadap Rasulullah shollallohu
âalaihi wa sallam, sehingga tak seorangpun dapat tertipu olehnya.
Barang siapa diantara para ahli ilmu yang beriman dan orang orang yang
berfikiran sehat mau mempelajarinya, niscaya ia akan tahu  bahwa hal itu
adalah kebohongan ditinjau dari beberapa segi, kami telah menanyakan kepada
keluarga dekat syekh Ahmad yang wasiat bohong itu dinisbatkan kepadanya,
tetapi mereka mengingkari kebohongan itu, bahkan hal itu merupakan
pembohongan terhadap almarhum syekh Ahmad, sebab beliau belum pernah
mengatakannya sama sekali, dan beliau telah lama meninggal dunia, seandainya
syekh Ahmad tersebut maupun yang lebih hebat dari padanya mendakwakan
bahwasanya ia melihat Nabi Muhammad ketika sedang tidur atau berjaga,
kemudian mewasiatkan seperti ini, pasti kita tahu bahwa hal itu bohong
belaka, atau yang mengatakan kepadanya setan bukan Rasulullah shollallohu
âalaihi wa sallam, berdasarkan keterangan keterangan dibawah ini.
Diantaranya : bahwa Rasulullah shollallohu âalaihi wa sallam tidak akan
dapat dilihat oleh seseorang ketika ia berjaga setelah beliau wafat, jika
ada dari kalangan sufi yang mendakwakan bahwasanya ia melihat Rasulullah
shollallohu âalaihi wa sallam ketika ia berjaga setelah ia wafat, atau
beliau menghadiri peringatan mulid atau yang lainnya, maka betul betul ia
telah berbuat salah dan menyeleweng, karena sesungguhnya mayat itu akan
bangkit dari kuburnya pada hari kiamat, bukan di dunia sekarang ini.
Allah subhaanahu wa taâaala berfirman :
] ØÙ ØÙÙÙ ØØØ ØÙÙ ÙÙÙØÙÙØ ØÙ ØÙÙÙ ÙÙÙ ØÙÙÙØÙØ 
ØØØØÙÙ [
âKemudian sesudah itu sesungguhnya kamu sekalian pasti akan mati, kemudian
sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan ( dari kuburmu ) di hari
 kiamatâ ( QS. Al Muâminun, 15-16 ).
Dengan demikian berarti Allah subhaanahu wa taâaala telah menjelaskan
bahwasanya kebangkitan mayat itu pada hari kiamat bukan di dunia seperti
sekarang ini, barang siapa yang menyalahi itu berarti ia jelas pembohong dan
penyeleweng, ia tidak mengetahui kebenaran sebagaimana telah diketahui oleh
ulama salaf, para sahabat Rasulullah shollallohu âalaihi wa sallam, dan para
pengikut mereka dengan sebaik baiknya.

Kedua : bahwa Rasulullah shollallohu âalaihi wa sallam tidak akan mengatakan
sesuatu berlawanan dengan yang hak, baik dimasa hidupnya maupun sesudah
wafatnya, dan wasiat di atas tadi benar benar telah menyalahi syariatnya
secara terang terangan ditinjau dari beberapa segi seperti di bawah ini.
Memang kadang kadang Rasulullah shollallohu âalaihi wa sallam dapat dilihat
dalam mimpi, barang siapa yang melihat wajah beliau yang mulia, berarti ia
betul betul melihatnya, karena  syetan tidak bisa meyerupai wajah beliau,
sebagaimana hal itu dijelaskan  dalam hadits hadits shohih. Yang paling
penting ialah bagaimana keimanan orang yang mimpi tersebut, kejujurannya,
keadilannya, hafalannya, agamanya dan amanatnya ? apakah ia melihat wajah
Rasulullah shollallohu âalaihi wa sallam atau yang lainnya ? jika ada hadits
disabdakan oleh Rasulullah shollallohu âalaihi wa sallam dimasa hidupnya
diriwayatkan tidak melalui jalur orang orang terpercaya, adil dan kuat
hafalanya, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan landasan huhum (
argumen ), atau hadits tersebut melalui jalur di atas, tapi bertentangan
dengan riwayat para perowi lain yang lebih terpercaya dan lebih kuat
hafalannya, sedangkan tidak ada jalur sanad yang lain untuk dikorelasikan,
maka yang pertama dimansukh ( dihapus masa berlakunya ) oleh yang kedua, dan
tidak boleh diamalkan, dan hadits kedua sebagai nasikh, boleh diamalkan
dengan syarat syarat tertentu jika memungkinkan, jika tidak memungkinkan
untuk dikorelasikan maka yang lebih lemah hafalannya dan lebih rendah
tingkat keadilannya harus ditinggalkan, berarti kedudukan hadits tadi syadz
( bertentangan dengan hadits lain yang lebih shoheh ) dan tidak bisa
diamalkan.

Sekarang bagaimana dengan penyampaian wasiat yang tidak diketahui bahwa ia
telah menukil dari Rasulullah shollallohu âalaihi wa sallam, tidak diketahui
keadilan dan amanatnya ? benar benar wasiat ini harus ditinggalkan dan tidak
perlu diperhatikan, walaupun isinya tidak bertentangan dengan syariat Islam
, dan harus lebih ditinggalkan jika wasiat itu mencakup hal hal yang
menunjukkan kebatilan dan kebohongan terhadap Rasulullah shollallohu âalaihi
wa sallam, bahkan mencakup pensyariatan agama yang tidak diizinkan oleh
Allah, sedangkan Rasulullah shollallohu âalaihi wa sallam pernah bersabda :
" ÙÙ ÙØÙ ØÙÙ ÙØ ÙÙ ØÙÙ ÙÙÙØØÙØ ÙÙØØÙ ÙÙ ØÙÙØØ ".
âBarang siapa yang mengatakan sesuatu hal ( yang dinisbatkan kepada saya)
yang saya sendiri tidak pernah mengatakannya maka bersiaplah ia menduduki
tempatnya dari api nerakaâ.

Pendusta itu telah mengatakan wasiat itu dari Rasulullah, sedangkan beliau
tidak pernah mengatakannya, berarti ia telah berdusta pada Rasulullah dan
pada dirinya sendiri, bagaimana ia akan bebas dari azab Allah subhaanahu wa
taâaala yang sangat pedih itu, jika ia tidak cepat cepat bertaubat kepada
Allah subhaanahu wa taâaala, dan memberitahukan kepada khayalak ramai bahwa
ia telah mendakwakan dengan kebohongan wasiat itu atas diri Rasulullah
shollallohu âalaihi wa sallam, sebab orang yang telah menyebarkan kebatilan
diantara manusia tidak akan diterima taubatnya kecuali dengan
mengumumkannya, sehingga diketahui oleh mereka bahwa ia telah kembali kepada
jalan yang lurus.


Allah subhaanahu wa taâaala berfirman :
] ØÙ ØÙØÙÙ ÙÙØÙÙÙ ÙØ ØÙØÙÙØ ÙÙ ØÙØÙÙØØ ÙØÙÙØÙ ÙÙ 
ØØØ ÙØ ØÙÙØÙ ÙÙÙØØ ÙÙ
ØÙÙØØØ ØÙÙØÙ ÙÙØÙÙÙ ØÙÙÙ ÙÙÙØÙÙÙ ØÙÙØØÙÙÙØ ØÙØ 
ØÙØÙÙ ØØØÙØ ÙØØÙØÙØ ÙØÙÙÙØ
ÙØÙÙØÙ ØØÙØ ØÙÙÙÙ ÙØÙØ ØÙØÙØØ ØÙØØÙÙ [.
 âSesungguhnya orang orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan,
berupa keterangan keterangan ( yang jelas ) dan petunjuk, setelah Kami
menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan
dilaknat( pula )oleh semua ( makhluk )yang dapat melaknat, kecuali mereka
yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebaikan ),
maka terhadap merekalah Aku ( Allah ) menerima taubatnya dan Akulah penerima
taubat lagi MahaPenyayangâ ( QS. Al Baqarah, 159-160 ).

 Dalam ayat di atas, Allah telah menjelaskan barang siapa yang
menyembunyikan suatu kebenaran, maka taubatnya tidak akan diterima, kecuali
jika ia mengadakan perbaikan dan menjelaskan kebenaran tersebut, Allah telah
menyempurnakan agama-Nya bagi hamba-Nya, dan menyempunakan niâmat-Nya kepada
mereka dengan mengutus Nabi Muhammad shollallohu âalaihi wa sallam, dan
wahyu yang diturunkan kepadanya adalah sempurna, beliau tidak akan dicabut
nyawanya kecuali telah disempurnakan agama-Nya, sebagaimana yang telah
dijelaskan dalam firman-Nya :

] ØÙØÙÙ ØÙÙÙØ ÙÙÙ ØÙÙÙÙ ÙØØÙÙØ ØÙÙÙÙ ÙØÙØÙ 
ÙØØÙØ ÙÙÙ ØÙØØÙØÙ ØÙÙØ [.
 âPada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan
kepadamu nuâmatKu, dan telah Kuridloi Islam sebagai agama bagimuâ ( QS. Al
Maidah, 3 ).

 Pendusta wasiat ini telah datang pada abad keempat belas untuk mengelabuhi
manusia dan mensyariatkan kepada mereka agama baru, barang siapa yang
mengikutinya, maka baginya disediakan sorga, dan barang siapa yang menolak
syariat itu, maka baginya disediakan neraka. Dengan demikian ia hendak
menjadikan wasiat ini lebih baik dari Al Qurâan, yang mana jika seseorang
tidak menulisnya dan tidak mengirimkannya dari suatau negara ke negara
lainnya diharamkan baginya syafaat Nabi Muhammad shollallohu âalaihi wa
sallam pada hari kiamat, ini merupakan pembohongan yang paling hina dan
jelas sekali, betapa tidak punya malu pembohong itu, ia telah berani berbuat
bohong, kerena barang siapa yang menulis Al Qurâan yang mulia dan
mengirimkannya dari suatu negara ke negara yang lain, atau dari suatu tempat
ke tempat yang lainya, tidak akan mendapatkan keutamaan seperti itu jika ia
tidak mengamalkan kandungannya, bagaimana ia bisa memperoleh keutamaan itu
jika hanya menulis dan mengirimkan wasiat bohong itu dari suatu negara ke
negara yang lain.
 Barang siapa yang tidak menulis Al Qurâan dan tidak mengirimkannya dari
suatu negara ke negara yang lain, maka tidak diharamkannya baginya syafaat
Rasulullah shollallohu âalaihi wa sallam, jika ia benar benar mengimaninya
dan mengikuti syariatnya, satu kebohongan dalam wasiat ini saja sudah
menjadi bukti atas kebatilannya, kebohongannya yang jelas, kecerobohan,
kebodohan, dan jauhnya dari ajaran Rasulullah shollallohu âalaihi wa sallam.
 Selain apa yang telah kami sebutkan tadi, masih banyak lagi hal hal yang
menunjukkan ketidak benaran wasiat tersebut, walaupun pendusta itu bersumpah
seribu kali atau lebih atas kebenarannya.
 Seandainya pembuat wasiat itu bersumpah, jika ia berdusta pasti ia akan
tertimpa azab yang sangat pedih sebagai saksi atas kebenarannya, maka tetap
ia tidak bisa dipercaya, dan wasiat itu tidak berubah menjadi benar, bahkan
saya berani bersumpah demi Allah dan demi Allah, bahwa perbuatan itu
merupakan kebohongan yang paling besar dan kebatilan yang paling hina, kita
bersaksi kepada Allah dan kepada malaikat yang telah datang kepada kita dan
kepada kaum muslimin yang telah memperoleh tulisan ini, suatu kesaksian kita
sampaikan kepada Allah, bahwasanya wasiat ini dusta dan bohong kalau
dinisbatkan kepada Rasulullah r, semoga Allah membuat hina orang orang yang
menisbatkan wasiat itu kepada Nabi Muhammad r, dan menyiksanya sesuai dengan
perbuatannya.

 Diantara sekian banyak kebatilan dan kebohongan wasiat tersebut adalah :
 Pertama :
 Isi kandungan wasiat tersebut yang berbunyi :â karena dari Jumâat  ke Jumâ
at  telah meninggal dunia sekitar 160.000 orang dengan tidak memeluk agama
Islam â, kerena hal itu merupakan ilmu ghaib, dan wahyu bagi Rasulullah
shollallohu âalaihi wa sallam telah berhenti setelah beliau wafat, sedangkan
pada masa hidupnya beliau tidak tahu ilmu ghoib, mana mungkin hal itu bisa
terjadi sepeninggal beliau ?

 Allah subhaanahu wa taâaala berfirman :
] ÙÙ ÙØ ØÙÙÙ ÙÙÙ ØÙØÙ ØØØØÙ ØÙÙÙ ÙÙØ ØØÙÙ ØÙØÙØ 
ÙÙØ ØÙÙÙ ÙÙÙ ØÙÙ ÙÙÙ ØÙ ØØØØ
ØÙØ ÙØ ÙÙØÙ ØÙÙ ÙÙ ÙÙ ÙØØÙÙ ØÙØØÙÙ ÙØÙØØÙØ ØÙÙØ 
ØØÙÙØÙÙ [
 âKatakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada
padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghoib dan tidak (pula) aku
mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat, aku mengetahui apa yang
telah diwahyukan kepadaku, katakanlah, apakah sama orang yang buta dengan
orang yang melihat ? maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?â (QS. Al Anâam,
50 ).

]ÙÙ ÙØ ÙØÙÙ ÙÙ ÙÙ ØÙØÙÙØØ ÙØÙØØØ ØÙØÙØ ØÙØ ØÙÙÙ 
ÙÙØ ÙØØØÙÙ ØÙØÙ ÙØØØÙÙ[
 âKatakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui
perkara ghoib, kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan
dibangkitkanâ (QS. An Naml, 65 ).




Dalam hadits shoheh disebutkan, bahwa Nabi Muhammad shollallohu âalaihi wa
sallam bersabda  :
" ÙØØØ ØØØÙ ØÙ ØÙØÙ ÙÙÙ ØÙÙÙØÙØ ÙØÙÙÙ : ÙØ ØØØ 
ØØØØØÙ ØØØØØÙØ ÙÙÙØÙ ÙÙ : ØÙÙ
ÙØ ØØØÙ ÙØ ØØØØÙØ ØØØÙØ ÙØÙÙÙ ÙÙØ ÙØÙ ØÙØØØ 
ØÙØØÙØ : ÙÙÙØ ØÙÙÙÙ ØÙÙØØ ÙØ ØÙØ
ÙÙÙÙØ ÙÙÙØ ØÙÙÙØÙÙ ÙÙØ ØÙØ ØÙØÙÙØ ØÙÙÙÙ ÙØÙØ 
ØÙÙ ÙÙ ØÙØ ÙØÙØ ".
 âBanyak orang orang yang dijauhkan dari telagaku pada hari kiamat nanti,
maka aku berkata : ya Rabb, mereka adalah sahabat sahabatku, mereka sahabat
sahabatku, maka dikatakan kepadaku : sesungguhnya engkau tidak tahu tentang
apa yang mereka perbuat setelah engkau wafat ?, maka aku berkata sebagaimana
hamba sholeh(Nabi Isa) berkata :â Dan aku menjadi saksi bagi mereka selama
aku hidup bersama mereka, maka setelah Engkau telah mewafatkan aku,
Engkaulah yang menjadi penguasa bagi mereka dan sesungguhnya Engkau
MahaMengetahui atas segala sesuatuâ.

 Kedua :
 Ungkapan yang mengatakan : âbarang siapa yang menulisnya sedangkan ia orang
fakir , maka Allah akan menjadikan kaya, atau ia berhutang maka Allah akan
melunasinya, atau ia berdosa maka Allah akan mengampuninya serta kedua orang
tuanya berkat wasiat ini, â dan seterusnyaâ, ini merupakan  kebohongan besar
dan bukti nyata atas kebohongan pedusta itu, betapa ia tidak punya malu
terhadap Allah dan hamba hambaNya, karena ketiga hal di atas tidak bisa
dicapai hanya dengan menulis Al Qurâan, apalagi menulis wasiat ini yang
jelas batilnya, tidak lain pelaku dosa ini hanyalah akan mengkaburkan
manusia saja, serta menjadikan mereka selalu bergantung kepada wasiat itu,
sehingga mereka mau menulisnya dan mengelu elukan keutamaan yang dijanjikan,
dengan meninggalkan tuntunan yang telah disyariâatkan Allah kepada hamba
hambaNya, ia menjadikan wasiat itu sebagai sarana mencapai kekayaan,
membayar hutang, dan ampunan Tuhan, kita berlindung kepada Allah dari
kehinaan, mengikuti hawa nafsu dan syetan.

 Ketiga :
 Isi kandungannya yang berbunyi :â sedangkan barang siapa yang tidak
menulisnya, maka hitamlah mukanya di dunia dan aheratâ.
Ini juga merupakan kebohongan besar dan bukti nyata atas kebatilan wasiat
tersebut serta pengecutnya pendustanya, mana ada orang yang berakal akan
menerima perkataan itu, pembawa wasiat itu adalah seorang manusia yang hidup
pada abad keempat belas hijriyah, dan tidak diketahui identitasnya, ia
mendakwakan kebohongan atas diri Rasulullah shollallohu âalaihi wa sallam
dengan anggapan bahwa barang siapa yang menulisnya akan dijamin dengan tiga
jaminan di atas.
 MahaSuci Engkau Ya Allah, ini merupakan kebohongan yang besar, bukti bukti
dan realita yang secara empiris telah menunjukkan atas kebohongan pendusta
itu, betapa besar dosanya di sisi Allah, sebab kelancangannya benar benar ia
tidak punya malu terhadap Allah dan semua manusia, karena telah banyak orang
yang tidak menulis wasiat ini, namun mereka toh mukanya tidak hitam, di lain
pihak telah banyak orang yang menulis wasiat ini, namun mereka masih juga
tetap tidak bisa membayar hutangnya, dan tetap saja dalam kefakirannya.
 Maka marilah kita berlindung kepada Allah subhaanahu wa taâaala dari
kecenderungan hati dan dari kotoran dosa, sifat sifat dan balasan balasan di
atas tidak pernah di janjikan oleh syariat yang mulia bagi orang orang yang
menulis kitab suci Al Qurâan, kitab yang paling mulia dan paling agung,
bagaimana hal itu bisa dicapai oleh orang yang menulis wasiat bohong, wasiat
yang mencakup berbagai kebatilah, dan dihiasi bermacam macam kekafiran.
MahaSuci Allah, alangkah sabarnya Dia ( Allah ) terhadap hamba hamba yang
berbuat dusta atas-Nya.

Keempat :
Isi wasiat ini berbunyi :âbarang siapa yang percaya kepada wasiat ini, pasti
akan selamat dari siksaan neraka, jika tidak percaya kafirlah diaâ.
 Ini juga merupakan keberanian yang luar biasa untuk berbuat bohong, dengan
kebatilannya pendusta itu mengajak semua manusia untuk mempercayai tipu
dayanya, ia mengira bahwasanya mereka akan selamat dari api neraka jika
memang mau mempercayainya, dan barang siapa yang tidak mempercayainya maka
ia pantas dianggap kafir, demi Allah, pembohong itu tidak mengatakan sesuatu
yang haq, bahkan sebaliknya, jika ada orang yang mempercayainya maka ia
pasti dianggap kafir, bukan orang yang mendustakannya karena dakwaannya
tidak berdasar dalil.
 Kita bersaksi kepada Allah, bahwasanya dakwaan itu adalah bohong belaka,
pendusta itu hendak mensyariatkan kepada manusia apa apa yang tidak di
izinkan Allah, dan sengaja memasukkan sesuatu hal baru dalam agama mereka
apa apa yang tidak ada didalamnya, sedangkan Allah telah melengkapi dan
mencukupkan agama umat ini, sejak empat belas abad yang silam, yaitu sebelum
datangnya pendusta ini.

 Maka berwaspadalah, wahai para sidang pembaca dan kawan kawan seagama,
janganlah percaya terhadap dakwaan dakwaan dusta seperti ini, jauhilah
penyebarannya di kalangan anda sekalian, karena yang haq selalu disinari
oleh cahaya yang tidak kabur, carilah kebenaran disertai dalilnya,
bertanyalah kepada para Ulama jika kamu mendapatkan kesulitan, dan janganlah
tertipu oleh sumpah sumpah bohong pendusta, karena iblis telah bersumpah
kepada kedua orang tua kita yaitu Adam dan Hawa, bahwasanya ia sebagai
penasehat bagi keduanya, padahal ia tak lain adalah gembong penghianat dan
pendusta ulung, sebagaimana yang diceritakan Allah dalam Al Qurâan :
] ÙÙØØÙÙÙØ ØÙÙ ÙÙÙØ ÙÙÙ ØÙÙØØØÙÙ [
 âDan dia ( syetan ) bersumpah kepada keduanya ( Adam dan Hawa ),
sesungguhnya saya adalah termasuk orang orang yang memberi nasehat kepadmu
sekalian â ( QS. Al Aâraf, 21 ).

 Maka dari itu, anda sekalian harus selalu waspada terhadap pendusta ini dan
para pengikutnya, sebab banyak diantara mereka yang mempunyai sumpah bohong,
mengingkari janji, dan menghiasi perkataan perkataannya untuk membujuk dan
menyesatkan.
 Semoga Allah tetap memelihara kami, anda sekalian dan kaum muslimin semua
dari segala kejahatan syetan, fitnahan  orang orang yang menyesatkan,
penyelewengan orang orang yang menyimpang, dan tipu daya musuh musuh Allah
subhaanahu wa taâaala, mereka hendak membaurkan agama dan memadamkan cahaya
Allah dengan mulut mulut mereka dan mengkaburkan agamaNya bagi umat manusia,
tetapi Allah pasti menyempurnakan cahaya-Nya serta menolong agama-Nya,
walaupun musuh musuh-Nya baik dari kelompok syetan dan pengikutnya maupun
orang orang kafir dan atheis itu tidak rela.
 Adapun hal hal yang telah disebutkan pendusta ini tentang timbulnya
kemungkaran kemungkaran adalah realitas, dan Al Qurâan dan hadits pun telah
memperingatkan kita sejauh mungkin, pada keduanya ( Al Qurâan dan Hadits )
terdapat hidayah dan kecukupan.

 Mari kita memohon kepada Allah, agar berkenan memperbaiki keadaan kaum
muslimin dan memberi karunia kepada mereka untuk tetap mengikuti yang haq
dan tetap kosisten dalam menjalankannya, serta mau bertaubat kepada-Nya dan
meminta ampunan-Nya dari segala macam dosa, karena sesungguhnya Dia Maha
Penerima taubat, Pemurah dan berkuasa atas segala galanya.
 Adapun yang telah disebutkan tentang tanda tanda hari kiamat, maka hal itu
sudah dijelaskan oleh hadits hadits shoheh, selain juga Al Qurâan telah
menyinggung sebagian saja, barang siapa yang ingin mengetahuinya ia dapat
mendapatkannya pada bab bab tertentu dalam buku buku hadits serta karangan
karangan para ahli ilmu dan iman.
 Akhirnya, sudah cukup jelas bagi kita bahwa kebohongan pendusta itu tidak
diragukan lagi, karena ia telah mengkaburkan dan mencampur adukan antara
yang haq dan yang batil, cukup Allah lah sebagai penolong kita, Dia sebaik
baik pelindung, tak ada kekuasaan dan kekuatan apapun kecuali ditangan
Allah.

ØÙØÙØ ÙÙÙ ØØ ØÙØØÙÙÙÙØ ÙØÙÙ ØÙÙÙ ØÙÙ ØØØÙ 
ÙØØÙÙÙ ØÙØØØÙ ØÙØÙÙÙØ ÙØÙÙ ØÙÙ
ÙØØØØØÙ ÙØØØØØÙ ØØØØØÙ ØÙÙ ÙÙÙ ØÙØÙÙ.

Sumber :
ØÙØØØ ÙÙ ØÙØØØ
WASPADA TERHADAP BIDâAH
SYEKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke