> Asslamamualaikum.

Wassalamu 'alaikum warahmatullah

Dulu ana pernah juga "koar-koar" di milist ini, terus ada yang "negur" japri
ke ana.
Sebenarnya, ana sih sedikit banyaknya tahu alasan-alasan, latar belakang,
tetek bengek, de el el termasuk behind the story dari yang antum utarakan.
Cuma ana ingin sedikit "nyentil" lah, terutama untuk kalangan luar Bandung
dan sekaligus orang asli Bandungnya, kira-kira faham gak.

Sebenarnya "kegundahan" antum bisa saja ana jawab blak-blakan, cuma bakalan
ada yang "negur" ana. Mending ditegur, kalau didamprat susah kan urusannya.
:-)

Yang jelas, these are a lot of problems, many problem about da'wah in
Bandung.
Yang semuanya itu seperti benang kusut, rada susah nguraikannya. :-)

Daripada bicarakan hal tersebut, mendingan ngurus yang jelas dan ada di
depan mata.
Gak jadi ghibah, je...

MAU DIAPAKAN BANGUNAN DI ATAS LAHAN 3000 M2 YANG ADA DI BY PASS SONO?
Masjidnya, 8 ruang lokal kelasnya, 8 ruang lokal asrama, 6 rumah asatidzah,
dapur umum, ruang maktabah, ruang kantor dan ruang usaha?

Apakah akan jadi bangunan tua? keropos, ambruk dan rata dengan tanah?
[dan sekarang pun bangunan mulai retak-retak, keramik-keramik mulai
terbongkar, dinding-dinding bangunan mulai "panuan", bangunan tadah hujan
dan tadah debu, angin glebuk dan panas, tempat wudhu belum jadi baru
dikerjakan sama developernya, tidak ada pagar hingga kambing pun bisa
keliaran hingga pernah masuk masjid sebelum ada pintunya, de es be]

Ataukah akan lahir generasi-generasi baru unggulan bermanhaj salaf dari
bangunan tersebut?

Antum, ana dan ikhwah-ikhwah Bandung lainnya yang bisa menjawabnya.

Wassalamu 'alaikum

Abunya Abdurrahman dan Atikah
[Dari diskothik mewah hampir bca, najiyah - gca - by pass]
Permiosss.... Sahurku bisa telat, je...

> Terima kasih kepada akhi yang telah memberitahu tentang ust Abu
> Haidar. Saya baru tahu  beliau ke Jerman lagi.  saya bersyukur ust
> bisa menyebarkan da'wah salafiyah di Eropa, semoga sinar kebenaran
> bisa memancar juga disana. Tapi  saya prihatin juga dengan keadaan
> Bandung. Di tinggal ust Abu Haidar bagaikan anak-anak ayam kehlangan
> induknya.  saya ingin komplain ke ust Abu Haidar dan ke fihak yang
> sering mengundang beliau ke luar Bdg, karena beliau banyak
> meninggalkan Bandung disaat kami amat membutuhkannya. Memang ada
> pengganti yang ngisi, tapi tentu saja rasa dan bobotnya berbeda.
> Ibarat selama ini makan dengan daging dan lauk bergizi lalu diganti
> jadi  makan dengan kangkung. Maaf Bukannya saya meremehkan ustadz
> pengganti, mereka juga memang berilmu dan jazaahullah atas da'wahnya,
> tapi begitulah yang terasa. Itu hanya perasaan saya aja, mungkin
> ikhwan lain tidak demikian
> Saya dengar juga dari ikhwan belakangan ini setiap ahad ustadz selalu
> pergi keluar kota, padahal hari Ahad  paling banyak mustami'nya di
> Bandung, bahkan masyarakat sekitarpun ikut mendengarkan di rumah atau
> di luar. Banyak khwan yang bekerja di luar kota dan sengaja pulang ke
> Bdg hari Ahad untuk ngaji, tapi....? Yah kecewa deh ! Saya usul,
> gimana kalau hari Ahad ustadz di tahan aja di Bandung jangan sampai
> keluar kota. Dan ikhwan dari kota lainkalau mau mengundang ustadz
> harus pada hari lain. saya yakin semua orang Bdg setuju ! Apa lagi di
> kota lain yang didatangi ustadz Abu Haidar ustadznya lebih banyak !
> Kenapa harus mendatangkan ustad Bandung yang satu-satunya ?
> juga untuk Ramadhan. Sebaiknya ustadz tidak pergi ke luar negeri
> terus. Pertama kasian beliau dan keluarganya harus berpisah lama.
> Kedua, banyak ustadz lain yang bisa diundang. Ketiga, agar ustad Abu
> Haidar bisa membina full di Bandung. Saya dengar ustad dulu selalu
> mengadakan madrasah Ramadhan di Selacau selama sebulan hingga
> i'tikaf. Dan dari madrasah ini telah melahirkan beberapa ustad muda
> yang potensial sebagai da'i penerus. Saya ingin dibina langsung
> secara khusus oelh beliau. Kalau setiap Ramadhan ustadz pergi maka
> Bandung akan mandul tak akan lagi bisa melahirkan ustad baru !
>  ikhwan Bandung tidak boleh berdiam diri dengan keadaan begini tapi
> harus punya inisiatif agar Bandung bisa lebih semarak bukan tambah
> sepi karena terlalu membiarkan ustadnya di 'bajak' orang lain (Maaf
> mungkin istilah ini terlalu kasar). Mohon pendapat dan komentar.
> Mudah-mudahan ustadnya nggak marah kalau tahu omongan saya. Kalau
> marah maaaaaf banget. Terima kasih-
> assalamualaiakum





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke