TANYA JAWAB : ANJURAN UNTUK BERKASIH SAYANG DAN BERSATU SERTA PERINGATAN 
DARI PERPECAHAN DAN PERSELISIHAN


Oleh : Fadhilah Asy-Syaikh Rabi� bin Hadi �Umair Al-Madkholiy
Penyusun : Departeman Riset Ilmiah dan Peneliti Warisan/Karya Islami
Markaz Imam Albani untuk Pendidikan Manhaj dan Riset Ilmiah
Amman,Yordania, Faks : 00963-5-3611232
Bagian Kedua dari Tiga Tulisan 2/3




Pertanyaan 4 :
Sebagian pemuda berkata : "Sebagaimana kami bertaqlid kepada Syaikh Albani 
rahimahullahu dalam masalah hadits, maka demikian pula boleh bertaqlid 
terhadap para imam Jarh wa Ta�dil di zaman kita ini secara mutlak", apakah 
perkataan ini benar?

Jawaban :
Syaikh Albani -dan para ulama yang lebih besar dari beliau seperti Abu 
Dawud, Turmudzi dan Nasa`i- maka orang yang meneliti perkataan dan pendapat 
mereka terhadap hadits ada dua golongan, yaitu : Adapun orang yang masih 
jahil dan tidak mungkin baginya menshahihkan dan mendha�ifkan sebuah hadits, 
maka dibolehkan bagi mereka bertaqlid. Adapun orang-orang yang mutamakkin 
(mampu dan kokoh ilmunya), penuntut ilmu yang qowiy (kuat), �alim mutamakkin 
(orang yang ilmunya mantap) yang mampu memilah antara yang shahih dan 
dha�if, dan dirinya memiliki kemampuan serta ahli dalam memilah-milah antara 
yang shahih dan dha�if, yang mempelajari biografi rijal (para perawi 
hadits), mempelajari ilal (cacat hadits), dan lain lain, yang kadang bisa 
jadi bersesuaian dengan imam tersebut atau menyelisihinya, sesuai dengan 
pembahasan ilmiah yang tegak di atas manhaj yang shahih dan metodenya Ahli 
Jarh wa Ta�dil.

Taqlid di dalam masalah Jarh wa ta�dil, semoga Allah memberkahi kalian, 
adalah : Jika seandainya seorang manusia tidak memiliki kapabilitas ilmu, 
dia mengambil ucapan Bukhari, Muslim, Abu Dawud (yang berkata) : Fulan 
kadzdzab (pendusta), Fulan Sayyi`ul Hifzhi (memiliki hafalan yang buruk), 
Fulan wahin (lemah), Fulan matruk (ditinggalkan), Fulan begini, dan dia 
tidak mendapatkan seorangpun yang menolaknya, maka diambil perkataannya 
dikarenakan perkataannya merupakan khobar (berita) bukanlah fatwa. Hendaklah 
dia menerima perkataannya karena ucapan tersebut merupakan khobar, sedangkan 
menerima khobar (berita) tsiqot (orang yang kredibel) merupakan perkara yang 
urgen yang tidak boleh tidak!

Namun, jika ada seorang penuntut ilmu dan dia mendapatkan orang yang 
menyelisihi seorang ulama yang menjarhnya, kemudian dia temukan imam lainnya 
telah menyelisihinya dan memujinya, maka pada saat itu ia harus menjelaskan 
jarhnya. Tidak serta merta langsung diterima ucapan sang Jarih jika ada 
ulama lain yang menentang tajrih ini.

Jika tidak ada seorangpun yang menentang maka diterima (tajrihnya), dan jika 
ada yang menentang (jarh tersebut) maka haruslah menerangkan sebab-sebab 
jarh-nya, semoga Allah memberkahi kalian, dan perkara ini ada di dalam 
kitab-kitab mustholah dan kitab ulumul hadits.

Perkara ini adalah sesuatu yang sudah ma�ruf (diketahui) oleh para penuntut 
ilmu, maka rujuklah Muqoddimah Ibnu ash-Sholah, Fathul Mughits dan Tadribur 
Rawi. Dan rujuklah kitab-kitab yang membahas perkara ini -yaitu Ulumul 
Hadits dan Ilmu Jarh wa Ta�dil-.

Pertanyaan 5 :
Sebagaimana telah anda sebutkan, semoga Allah menjaga anda, apakah mereka 
(al-Mutasyaddun atau orang-orang yang ekstrim, pent.) memiliki jalan yang 
benar di dalam berdakwah kepada Allah, apakah mereka, yaitu para da�i yang 
melempar tuduhan kepada setiap orang dengan tuduhan tamyi� tanpa ada 
kesalahan, berada di dalam barisan salafiyin? Kami mengharapkan anda 
memberikan contoh kepada kami?

Jawaban :
Tidak da�i yang perlu dicontohkan, namun hal ini memang ada dan kalian telah 
mengetahuinya! Perkara ini dapat kalian rasakan dan kalian pun mengetahuinya 
secara pasti. Tidak ragu lagi bahwa hal ini ada. Kita mohon kepada Allah 
agar Ia menghilangkan fitnah ini, karena sesungguhnya hal ini -demi Allah- 
telah membahayakan dakwah salafiyah dimana-mana, bukan hanya di sini, namun 
di seluruh penjuru dunia! Ini adalah madzhab baru yang tidak dikenal Ahlus 
Sunnah, yaitu menuduh Ahlus Sunnah dengan mumayyi�un -yaitu : mubtadi�ah- 
dan mematikan Ahlu Sunah itu sendiri.

Aku tidak menganggap mustahil bahwasanya ada diantara orang-orang asing yang 
menyusup ke dalam manhaj salafi dan salafiyin, karena hal ini suatu hal yang 
telah diketahui secara pasti termasuk cara-caranya Ahlul Hawa� (pengikut 
hawa nafsu) yang mana mereka menyusup ke dalam barisan salafiyin. Yahudi pun 
juga menyusupkan ke dalam barisan kaum muslimin para penyusup yang 
menyesatkan. Dan pasti mereka juga berpakaian dengan pakaian salafi jika 
memang perkaranya berkaitan dengan salafiyin.

Anda lihat banyak Ahlul Bid�ah mendakwakan diri mereka sebagai salafiyin, 
bahkan mereka mendakwakannya dengan semangat yang meluap-luap dan kekuatan. 
Mereka mempertahankannya dari anda, mereka adalah orang-orang yang tak dapat 
anda percayai, -semoga Allah memberkahi anda-. Bahkan anda temui di dalam 
kaum muslimin -di seluruh dunia- adanya orang-orang yang meyelinap masuk 
dengan nama Islam, hal ini adalah perkara yang sudah dikenal, tetapi hanya 
orang-orang yang cerdik sajalah yang mengetahui mereka, yang mengetahui 
perihal mereka, sikap mereka dan tindakan mereka, dengan qarinah 
(indikasi/petunjuk) dalil. Semoga Allah memberkahi kalian memberi taufiq 
kepada kalian.

Pertanyaan 6 :
Sebagian pemuda membagi para ulama salafiyin menjadi ulama syari�at dan 
ulama manhaj, apakah pembagian ini benar?

Jawaban :
Ini salah! -Semoga Allah memberkahi kalian-, namun dengan spesialisasi 
hukumnya seseorang dapat mengetahui syari�at yang terkadang melebihi lainnya 
disebabkan perhatiannya terhadap manhaj serta apa yang menyelisihi manhaj 
tersebut beserta orang-orangnya.

Dan ulama lainnya, ia memiliki perhatian dan pengetahuan, namun ia tidak 
memiliki spesialisasi dalam segala hal, terutama jika yang lainnya 
menyelisihinya -semoga Allah memberkahi kalian-.

Tinggalkan pemilahan seperti ini, karena asal pemilahan bersumber dari Ahlul 
Bid�ah, (yang membagi ulama menjadi) fuqoha� (Ahli Fikih) yang faham waqi� 
(realita) dan fuqoha� yang tidak faham waqi�! ini adalah pemisahan baru yang 
sekarang ada di dalam barisan salafiyin, padahal tidak sepatutnya ada.

Mereka menghendaki mencela Ibnu Baz dan ulama-ulama yang ada. Mereka berkata 
: �Para ulama itu tidak tahu waqi�!� Jika mereka (Ahlul Bid�ah, pent.) 
berbicara tentang perkara kontemporer dan problematika yang dihadapi dan 
menimpa kaum muslimin yang terjadi saat ini, mereka berkata : �Para ulama 
itu tidak faham waqi�!!!�. Celaan ini adalah celaan yang sangat berbahaya, 
untuk mengaburkan manusia bahwa masalah ini adalah khusus bagi mereka (yang 
sanggup menanganinya,ed.).


[Dialihbahasakan oleh Abu Salma bin Burhan Al-Atsari, Diperiksa dan diedit 
oleh Ustadz Abu Abdurrahman Thayib, Lc. Sumber : Transkrip ceramah Syaikh 
Rabi�bin Hadi bin Umair al-Madkhali yang berjudul : Al-Hatstsu �alal 
Mawaddah wal I�tilaaf wat Tahdziiru minal Furqoti wal Ikhtilaafi yang 
disusun oleh : Lajnah al-Bahtsi al-�Ilmi wa Tahqiq at-Turats al-Islami 
Markaz Imam Albani lid Dirosaati al-Manhajiyyah wal Abhaatsil Ilmiyyah. 
Selebaran no : 13, Dar al-Atsari, Amman Yordania. Terjemahan disebarkan oleh 
Lajnah Da�wah & Ta�lim FSMS Forum Silaturrahim Mahasiswa as-Sunnah Surabaya, 
Indonesia 2004/1425]

sumber http://www.almanhaj.or.id

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke