Alhamdulillah wassholatu wassalamu 'ala rasulillah wa 'ala aalihi washohbihi 
waman waalaahu. Wa ba'du;

Tanbih (Perhatian):
Syaikh Masyhur Hasan Salman dalam kitabnya "Al-Qaulul Mubin fi Akhthaa' al-
Mushollin" (hal. 269-279) menerangkan bhw salah satu kesalahan yang dilakukan 
orang2 yang terlambat shalat jamaah pertama ialah mendirikan shalat jamaah 
kedua setelah shalat jamaah pertama yang dipimpin oleh imam rawatib selesai 
salam. Padahal para ulama Salaf telah sepakat melarang hal tsb dan 
menganjurkan utk shalat sendiri2. 

Kemudian beliau membawakan dalil2 dari Al-Qur'an & As-Sunnah berikut 
keterangan ulama Salaf berkaitan dengan masalah ini. Ana bawakan satu dalil: 
Hadits Abi Bakrah radhiyallahu anhu bhw Rasulullah shallallahu alaihi wasallam 
datang ke masjid Nabawi untuk menunaikan shalat. Lalu beliau menjumpai para 
shahabat telah selesai shalat. Lantas beliau menuju rumahnya dan mengumpulkan 
keluarganya lalu shalat berjamaah bersama mereka. 

Takhrij hadits: 
Imam al-Haitsami dlm al-Majma' (II/45) berkata: "Diriwayatkan oleh at-Thabrani 
dlm Mu'jamul Kabir & Mu'jamul Ausath, semua rawinya tsiqat". Diriwayatkan pula 
oleh Ibnu 'Adi dlm al-Kamil (VI/2398). Hadits ini di-hasan-kan oleh Syaikh al-
Albani dlm Tamamul Minnah hal.155. [Dinukil dari Al-Qaulul Mubin hal.270]. 

Jadi, jika masjid/mushola tsb ada imam tetap/rawatib spt masji2 jami' & 
masjid/mushola umumnya, maka tidak boleh mendirikan jamaah kedua di dalamnya 
karena hal ini akan membuat tafarruq (perpecahan) diantara umat Islam. Tetapi, 
jika masjid/mushola tsb tdk ada imam rawatibnya spt masjid/mushola di 
sekolahan, pasar, rumah sakit & tempat2 umum lainnya -misalnya kasus yg 
diceritakan oleh akhi Budi Kurniawan-, maka boleh padanya didirikan jamaah 
kedua dst.. Wallahul muwaffiq. 

Budi Kurniawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


��� ���� � �� ��� � �� ��� 

������ ����� ����� ���� �������

Ditempat ana bekerja disediakan satu ruangan untuk tempat Sholat (Musholla),
Alhamdulillah kami sering melakukan sholat jamaah di musholla ini. Untuk
Imam biasanya yang sudah duluan di Musholla pada waktu sholat akan menjadi
Imam bagi yang mau. Jadi Imamnya tidak tetap untuk setiap waktu sholat. Yang
jadi pertanyaan saya, sering juga terjadi ada masbuq yang hendak
menyempurnakan rakaatnya setelah jamaah tersebut selesai, kemudian datang
lagi masbuq berikutnya yang menepuk pundak masbuq yang hendak menyempurnakan
rakaat tadi dan bermakmum kepadanya (jadi masbuq yang kedua menjadikan
masbuq pertama sebagai imam). Apakah ada contoh dari Rasulullah
Sholallahualaihi wassalam dan para sahabat hal tersebut ? Mohon bagi ikhwah
yang mengetahui untuk memberikan penjelasan dengan disertai dalil yang
shahih.

Jazakallahu khoiran wa katsira





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke