Jazakallah lhair atas makalah yang bagus ini,
Ana ada pertanyaan mungkin ada di antara ikhwan yang bisa membantu,

Saat ini kan sudah banyak beredar Murattal Al-Qur;an baik dalam bentuk
Tape Casette atau pun disc, bolehkan kita memutar nya dalanm kodisi
kondisi di bawah ini atau kita harus mendengarkan dan menyimak
sepenuhnya di saat kita memutarnya??.
1. Misalnya sambil bekerja
2. Di saat berkumpul dengan keluarga
3. Memutarkan untuk anak saat dia bermain agar terbiasa mendengarkan nya
4. Saat menjelang tidur sambil rebah dimana kita nantinya akan tertidur
dan lepas dari mendengarkannya

Itu saja,
Abu Abdillah Al Ampenani


-----Original Message-----
From: Abu Abdillah [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Saturday, March 19, 2005 1:47 PM
To: [email protected]
Subject: [assunnah] **Mendidik Anak-Anak Untuk Menghapal Al-Qur'an**



KAMI MEWASIATKAN KEPADA SETIAP ORANG (MUSLIM) AGAR MENDIDIK ANAK-ANAKNYA
UNTUK MENGHAFAL AL-QUR'AN


Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin




Pertanyaan.
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Sebagaimana yang
anda ketahui bahwa Al-Qur'an Al-Karim itu mempunyai peranan penting yang
tampak jelas dalam perilaku keluarga muslim dan masyarakat. Apakah Anda
mempunyai saran dalam hal yang penuh berkah ini, terutama dikarenakan kaum
muslimin tidak mempunyai keinginan untuk memasukkan anak-anaknya ke dalam 
halaqah jama'ah tahfizh Al-Qur'an.?

Jawaban.
Sungguh engkau sangat bagus wahai penanya dan tidak ada tambahan lagi
atas apa yang telah engkau sebutkan.

Tidak ragu lagi bahwa Al-Qur'an adalah Kalamullah, dan hanya membacanya 
karena Allah bisa mendapatkan pahala, sehingga Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka dia
mendapat satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh 
kali lipat, saya tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif
satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf" [Hadits dikeluarkan oleh 
At-Tirmidzi dari Abdullah Ibn Mas'ud Radhiyallahu 'anhu no. 2910 Kitab 
Fadhail Al-Qur'an, bab: 16. Imam At-Tirmidzi berkata : Ini hadits hasan 
shahih, hadits ini dishahihkan juga oleh Al-Albani, lihat Shahih Al-Jami 5/340]

Jika halnya seperti ini maka seharusnya setiap muslim itu memperhatikan 
Al-Qur'an, memperhatikan membacanya, tajwidnya dan selalu sering
membacanya  agar dia termasuk dalam golongan orang-orang yang membaca Al-Qur'an
dengan sebenar-benarnya, seyogyanya menetapkan jadwal harian untuk membacanya, 
sehingga tidak ada hari yang berlalu tanpa membaca Al-Qur'an.

Bila dia mempunyai waktu khusus seperti ba'da shalat Shubuh dan ba'da
shalat Maghrib, dia mengambil mushaf dan terus membacanya -bila tidak hafal-
dia membaca apa yang mudah baginya setiap hari. Dengan cara seperti ini
berarti dia telah memperhatikan Al-Qur'an dan tidak meninggalkannya, karena 
sesungguhnya Allah mencela orang-orang yang meninggalkannya di dalam 
firmanNya.

"Artinya : Dan Rasul berkata, "Wahai Tuhanku sesungguhnya kaumku telah 
menjadikan Al-Qur'an ini sesuatu yang diacuhkan" [Al-Furqan : 30]

Artinya mereka berpaling dari Al-Qur'an.

Meninggalkannya adalah berpaling darinya, tidak membacanya sesuai dengan
yang semestinya dan lain-lain, ini berhubungan dengan orang awam.

Begitu juga kami wasiatkan kepada orang muslim yang baik terhadap
dirinya sendiri dan yang cinta kepada sesama, agar mendidik anak-anaknya untuk 
menghafal Kitab Allah semenjak usia dini, menjadikan mereka cinta
terhadap Kitab Allah dan mengajarkannya sejak kecil sehingga mereka tumbuh
terdidik di atas pemahaman Kitab Allah.

Sesungguhnya Jam'iyah Khairiyah banyak tersebar di negeri ini (Saudi 
Arabia), di setiap daerah ada sekolah untuk pengajaran Al-Qur'an.

Anak-anak -biasanya- mempunyai waktu senggang di sore hari setelah ba'da Ashar,
mereka tidak mempunyai kesibukan, oleh sebab itu si ayah seharusnya membawa 
anak-anaknya dan menggabungkan mereka pada sekolah-sekolah ini serta 
mendorong dan memberi semangat mereka untuk hal itu meskipun dengan 
diiming-imingi hadiah untuk hadir di sana dan menghafalnya.

Dengan hal seperti itu berarti Allah Ta'ala memberi manfaat terhadap
mereka dan mereka memberi manfaat terhadap orang tuanya. Pembicaraan tentang 
manfaat ini sudah dikenal oleh semua (orang), bukan di sini tempat bagi 
penjelasannya.

[Disalin dari buku 70 Fatwa Fii Ihtiraamil Qur'an, edisi Indonesia 70
Fatwa Tentang Al-Qur'an, Penyusun Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz, hal. 22-24 
Darul Haq]

sumber http://www.almanhaj.or.id





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke