>-----Original Message-----
>From: [email protected] 
>Sent: Wednesday, April 20, 2005 1:09 PM
>To: '[email protected]'
>Subject: [assunnah] Tanya : Hukum Shalat disekitarnya ada kuburan
>assalamualikum warahmatullahi wabarakaatuhu
>Bgm hukumnya shalat disekitarnya ada kuburan
>Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Beribadah Di Sisi Kuburan
 
Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari 'Aisyah  bahwa 
Ummu Salamah   menceritakan kepada Rasulullah   tentang gereja 
dengan gambar-gambar yang ada di dalamnya yang dilihatnya di negeri 
Habasyah (Ethiopia). Maka bersabdalah beliau: "Mereka itu, apabila 
ada orang yang shalih atau seorang hamba yang shalih meninggal, 
mereka bangun di atas kuburannya sebuah tempat ibadah dan membuat di 
dalam tempat itu rupaka-rupaka. Mereka itulah sejelek-jelek makhluk 
di hadapan Allah  ." 

Mereka dihukumi beliau sebagai sejelek-jelek makhluk, karena 
melakukan dua fitnah sekaligus, yaitu fitnah memuja kuburan dengan 
membangun tempat ibadah di atasnya dan fitnah membuat rupaka-rupaka. 
Diriwayatkan dari 'Aisyah  , ia berkata: "Tatkala Rasulullah  hendak 
diambil nyawanya, beliau pun segera menutupkan kain di atas mukanya, 
lalu beliau buka lagi kain itu tatkala terasa menyesakkan napas. 
Ketika beliau dalam keadaan demikian itulah, beliau 
bersabda: "Semoga laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang Yahudi 
dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai 
tempat ibadah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim) 

Beliau memperingatkan agar dijauhi perbuatan mereka, dan seandainya 
bukan karena hal itu niscaya kuburan beliau akan ditampakkan, hanya 
saja dikhawatirkan akan dijadikan sebagai tempat ibadah. 

Muslim meriwayatkan dari Jundab bin 'Abdullah  , katanya: "Aku 
mendengar Nabi   lima hari sebelum wafatnya bersabda: 'Sungguh aku 
menyatakan setia kepada Allah dengan menolak bahwa aku mempunyai 
seorang khalil (kekasih mulia) dari antara kamu, karena sesungguhnya 
Allah telah menjadikan aku sebagai khalil; seandainya aku menjadikan 
seorang khalil dari antara umatku, niscaya aku akan menjadikan Abu 
Bakar sebagai khalil. Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat 
sebelum kamu telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai 
tempat ibadah, tetapi janganlah kamu sekalian menjadikan kuburan 
sebagai tempat ibadah, karena aku benar-benar melarang kamu 
perbuatan itu." 

Rasulullah   menjelang akhir hayatnya -sebagaimana dalam hadits 
Jundab- telah melarang umatnya untuk menjadikan kuburan sebagai 
tempat ibadah. Kemudian, tatkala dalam keadaan hendak diambil 
nyawanya -sebagaimana dalam hadits 'Aisyah- beliau melaknat orang 
yang melakukan perbuatan itu. Shalat di sekitar kuburan termasuk 
pula dalam pengertian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah; dan 
inilah makna dari kata-kata 'Aisyah  : "... dikhawatirkan akan 
dijadikan sebagai tempat ibadah.", karena para sahabat belum pernah 
membangun masjid (tempat ibadah) di sekitar kuburan beliau, padahal 
setiap tempat yang dimaksudkan untuk melakukan shalat di sana itu 
berarti sudah dijadikan sebagai masjid, bahkan setiap tempat yang 
dipergunakan untuk shalat di sebut masjid, sebagaimana yang telah 
disabdakan oleh Rasulullah  : "Telah dijadikan bumi ini untukku 
sebagi masjid dan alat untuk bersuci." (Hadits riwayat Al-Bukhari 
dan Muslim); Jangan kamu Duduk di atas kuburan dan jangan Shalat 
menghadap kepadanyanya. (HR. Muslim).

Dan Imam Ahmad meriwayatkan hadits marfu' dengan sanad jayyid, dari 
Ibnu Mas'ud  : "Sesungguhnya, termasuk sejelek-jelek manusia ialah 
orang-orang yang masih hidup ketika terjadi Kiamat dan orang-orang 
yang menjadikan kuburan sebagi tempat ibadah." (Hadits ini 
diriwayatkan pula dalam Shahih Abu Hatim) 

Termasuk perbuatan yang dilarang dilakukan di sisi kuburan adalah 
Tawassul dengan orang-orang mati, meminta hajat dan memohon 
pertolongan kepada mereka, sebagaimana banyak kita saksikan pada 
saat ini. Mereka menamakan perbuatan tersebut sebagai tawassul, 
padahal sebenarnya tidak demikian. Sebab tawassul adalah memohon 
kepada Allah   dengan perantara yang disyari'atkan. Seperti dengan 
perantara iman, amal shalih, Asmaa'ul Husnaa dan sebagainya. 

Berdo'a dan memohon kepada orang-orang mati adalah berpaling dari 
Allah  . Ia termasuk syirik besar. Allah   berfirman, "Dan janganlah 
kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa'at dan tidak (pula) 
memberi madharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat 
(yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk 
orang-orang yang zhalim". (Yunus: 106) 

Orang-orang zhalim dalam ayat di atas berarti orang-orang 
musyrik. �...Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya 
lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan� ( Al 
an�am : 88). 

Maraji�: 
- �Kitab Tauhid�, Oleh Syaikh Muhammad At tamimi. 
- �Jalan Golongan yang Selamat�, Syaikh Muhammad Jamil Zainu. 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke