cukup dua hal. 1. menyebarkan ilmu bisa dengan berbagai macam. contoh: memberi buku, mengajak ke pengajian dan lain sebagainya. kalau tidak salah Ust Fariq bin gasim Anuz punya (menulis) satu buku yang membahas hal ini. anna lupa judulnya. berdakwah lewat lisan tidak dimutlakan bagi tiap orang. Ingatlah bahwan Musa alaihissalam meminta Harun alaihissalam diangkat menjadi nabi karena Harun lebih fasih lisannya dari dirinya. Artinya kefasihan lisan juga merupakan syarat dalam berdakwah lewat lisan. hanya saja anna ga tahu apakah syarat sempurna atau syarat sah. 2. mulailah dari yang terpenting kemudian yang penting. tujuan utama kita adalah mereka selamat dunia akhirat. karenanya ajarilah tentang aqidah dn manhaj terlebih dahulu. sekalipun mereka masih salah sholatnya, insya Alloh sudah bisa masuk surga. Ingat Najasyi 9raja habasyah0 tidak sholat, tidak puasa, dan tidak membaca Al Quran tetapi karena aqidahnya lurus. Rosululloh menyolatkan dirinya ketika matinya. Adapun orang-orang munafik. mereka sholat, puasa, bahkan jihad tetapi Alloh melarang rosulnya menyolati mereka sebagai tanda keluarnya mereka dari jama'ah Rosululloh. na'udzubillahi min dzalik.
On 5/28/05, Bani Murro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamualaikum wrt wb. > > Ekhwan wa ekhaawaat fieLLAH, kebranian utk menunjukkan bahwa antoum seorang > salaf yg baik, adalah tingkah laku harus disederhanakan dari biasa dari mulai > bicara di dlm rumah atau pun diluar rumah, cara makan kita pun tidak tomak > walau lapar, bila makanpun tidak sampai kenyang begitulah Rasululloh saw > beserta shahabat beliau. Tidak perlu ngomong sana sini bahwa enta kembali > mengikuti jejak Rasullulloh saw dan shahabat2, katakan saja inilah Islam yg > di kehendaki oleh ALLAH dan rasul2-NYA. > > Wassalam wrt wb. > Bani Murro. > =================================================================================> > > 2005/5/25, arfida1604 <[EMAIL PROTECTED]>: > > Assalamualaikum > > saya ingin berbagi pengalaman dengan ikhwan akhwat sekalian tentang > > pengalaman saya di dalam memahami islam. saya dibesarkan dan dididik oleh > > keluarga yang, alhamdulillah, taat beribadah. saya disekolahkan di MI dan > > MTS sehingga sedikit banyak saya tahu tentang islam. > > ketika saya masuk SMA saya mengalami masalah tentang pemahaman saya tentang > > islam. pada waktu kelas 2 saya mengalami masalah tentang takdir dan kelas 3 > > tentang masalah bid'ah. 2 masalah itu yang sering mengganggu saya tetapi > > saya tidak mengetahui solusinya. > > ketika kuliah, saya memahami islam dengan berbagai cara seperti banyak > > membaca buku-buku filsafat, bertanya ama anak rohis dan lain sebagainya. > > tetapi saya merasa hal itu hampa dan kosong karena pada filsafat saya > > mengalami kebingungan yang luar biasa dan pada anak rohis saya mengalami > > kebingungan tentang tindakan mereka. > > lalu kemudian muncul masalah yang ketiga yaitu tentang masalah demonstrasi > > dan diikuti dengan masalah perpecahan umat. akhirnya saya masuk ke HMI dan > > disana saya banyak berinteraksi tentang orang yang mempunyai latar belakang > > yang berbeda di dalam memahami islam seperti dari Syiah, IM, HT, Jamaah > > Tabligh, JIL, dsb. > > alhamdulillah, setelah 2 tahun saya masuk disana saya akhirnya mendapati > > bahwa cara memahami islam yang paling benar adalah berdasarkan pemahaman > > para sahabat atau biasa yang dikenal dengan salafy. tetapi saya bingung > > dengan reaksi orang lain ketika mendengar nama salafy, seolah-olah mereka > > menganggap salafy merupakan musuh yang harus dilenyapkan. saya mengalami > > banyak pengalaman dengan hal ini ketika saya menggunakan pemahaman salafy > > di dalam bidang agama (bukan berarti dalam masalah dunia saya tidak > > menggunakan) dan saya terkadang malu untuk menampakkan saya seorang salafy > > dan juga takut. saya pernah mengomentari tentang tindakan atau komentar > > mereka di dalam memahami islam dengan manhaj salaf tetapi yang saya terima > > sikap mereka yang tidak bersahabat. saya jadi ragu jika harus memberikan > > nasihat lagi kepada mereka dengan manhaj ini tetapi saya takut dengan > > hadits tentang ancaman kepada orang yang menyembunyikan ilmu atau perkataan > > ulama (kalau tidak salah) orang yang tidak mengatakan kebenaran seperti > > setan gagu dan orang yang berbicara tentang kejahatan seperti setan > > berbicara. saya jadi bingung. apakah kalian mempunyai nasihat kepada saya? > > apakah saya tetap memberikan nasihat kepada mereka atau saya diam saja? > > dan melalui milis ini saya juga ingin bertanya apakah: > > kajian Ust. abdul hakim tentang fathul bari sudah dibuka kembali? kalau > > sudah kapan dan dimana? ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
