Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Terima kasih banyak atas penjelasan ikhwan sekalian, sangat membantu
dalam meneguhkan hati dan dalam menjawab pertanyaan2 dari orang2 awam.
Saya sendiri masih banyak memerlukan pembelajaran dan penelaahan
karena orang-orang di lingkungan terdekat (misal keluarga) masih
banyak yang kurang memahami pentingnya memperhatikan sunnah. Sebagian
besar menganggap bahwa sunnah itu sekedar hukumnya tidak wajib, bukan
melihat sunnah dalam konteks ketetapan agama yang harus/wajib ditaati.

Sebenarnya masih sangat banyak persoalan mendasar yang saya hadapi
saat ini dalam kaitannya untuk harus segera dilaksanakan (urgent)
karena apa yang saya jadikan dalil otomatis orang2 di lingkungan
terdekat akan mengetahui apa yang saya lakukan, kemudian mau tidak mau
saya harus mengemukakan dalil-dalilnya.

Pada kasus2 yang telah terjadi, secara umum mereka mau menerima
dalil-dalinya tetapi -yang aneh- mereka mengatakan bagus tetapi ada
sebagian yang menganggapnya ekstrim (inilah yang menyedihkan... lebih
ekstrim mana, kebatilan atau sesuatu yang haq dari Allah). Pada titik
itu saya hanya dapat mengatakan satu dalil dari Al-Qur'an "kebenaran
itu adalah dari Tuhanmu, karena itu sekali-kali janganlah engkau
ragu...". Semoga ikhwan sekalian tidak sungkan2 memberikan dan membagi
ilmu dan saran2nya kepada saya.
Sekali lagi terima kasih banyak. 

Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.


On 6/26/05, Chandraleka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
> 
> Saya coba menolong memberikan jawabannya semoga Allah menolong saya.
> 
> Pertama yang perlu diingat, hubungan khusus (yang sifatnya pribadi) antara
> dua orang berbeda jenis kelamin itu tidak boleh. Apalagi sudah ada rasa
> saling suka. Meskipun dikatakan bisa menjaga jarak atau menjaga sikap, ini
> tidak ada yang bisa menjamin. Tetap tidak aman dari gejolak yang ada di
> hati.
> 
> Kedua,
> Yang dilarang dalam pacaran itu bukan cuma karena berkhalwat (berdua duaan)
> nya saja. Bahkan jarak jauh pun bisa terjadi pacaran. Dengan berbagai media
> komunikasi padahal keduanya tidak berada pada satu tempat.
> 
> Ketiga,
> Temenan buat cari jodoh (??). Ini satu istilah yang samar saya kira. Apakah
> yang dimaksud itu pendekatan yang istilah gaulnya PDKT? Kalo memang berniat
> cari jodoh, kenapa tidak ta'aruf saja? Bila seorang ikhwan berminat kepada
> seorang akhwat kenapa tidak didatangi saja sang akhwat dan tanyakan apakah
> boleh berta'aruf dengannya? Cara ini malah lebih cepat, jantan ketimbang
> PDKT yang tidak pasti.
> 
> Keempat, Masalah taaruf.
> Dalam masalah ta'aruf seseorang mempunyai hak untuk mengenal lawan
> ta'arufnya. Bisa bertanya langsung atau juga bisa bertanya ke pihak ketiga,
> misal adiknya, saudaranya, temannya, dll. Mana yang dirasa enak dan dapat
> memberikan informasi yang akurat. Inti ta'aruf adalah saling mengenal agar
> keduanya bisa memasuki pernikahan dengan JELAS, TERANG DAN TIDAK ADA YANG
> DITUTUP TUTUPI.
> Dan masalah ini bukan gambling. Ini masalah tawakal saja. Beda ya... Dalam
> tawakal, bila ada hal hal yang bisa dikerjakan oleh manusia, maka harus
> dilakukan. Dalam masalah ini maka usahanya adalah dengan taaruf / saling
> mengenal. Kita harus cari data tentang lawan ta'aruf kita. Manusia hanya
> menghukumi dari apa yang terlihat (dhohirnya saja). Untuk masalah hati, kita
> pasrahkan kepada Allah.
> Jangan lupa barengi upaya ini dengan doa. Kita sudah berusaha maksimal dan
> mungkin masih ada yang belum diketahui. Bila baik buat kita semoga Allah
> memberinya.
> 
> "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri isteri kami dan keturunan
> kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang
> orang yang bertakwa."
> (Al Furqaan : 74).
> 
> Semoga bermanfaat.
> 
> Wassalamu'laikum
> 
> Chandraleka
> Independent IT Writer
> 
> 
> ----- Original Message -----
> > Date: Sat, 18 Jun 2005 22:12:48 +0700
> > From: Novareza Klifartha <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: Re: Apa yang harus dipersiapkan untuk menikah?
> >
> > assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
> >
> > ehm.. sebenarnya saya juga masih merasa kurang paham batasan dalam
> > ta'aruf, maksudnya apa saja yang perlu kita lakukan dalam ta'aruf 
> > agar efektif dan efisien, atau memang banyak unsur 'gambling'nya 
> > karena jdoh itu masalah ghaib di tangan Allah SWT. saya pernah 
> > ditanya seperti ini oleh seorang akhwat, agak bingung juga jawabnya, 
> > soalnya dia bilang temenan lama... ada rasa suka, tapi gak pacaran 
> > -karena menurut dia pacaran itu tidak sesuai tuntunan agama, meski 
> > pernah (katanya).- dan menurut dia temenan buat cari jodoh itu lebih 
> > sesuai. mungkin ada yang bisa memberikan masukan lagi.
> >
> > terima kasih.





------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke