Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu…

 Ana mencoba menukil untuk memberi pencerahan. Sumber ana ambil dari buku edisi terjemahan “Kumpulan Shalat Sunnah dan Keutamaannya” Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani.


1. Menurut pendapat yang benar, sujud ketika membaca ayat Sajdah (Sujud Tilawah) itu hukumnya Sunnah Muakkad bagi pembaca dan pendengar.

Salah satu dalilnya adalah:

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan:

“Dahulu Nabi pernah membacakan kepada kami surat yang mengandung ayat Sajdah, maka beliaupun bersujud dan kamipun bersujud mengikuti beliau. Kami berdesak-desakan kala itu, sehingga salah seorang di antara kami tidak mendapatkan tempat bagi keningnya untuk bersujud.”

 Dalam satu riwayat disebutkan:

“Bahwasannya Nabi pernah membaca Al-Qur’an, lalu beliau membaca surat yang mengandung ayat Sajdah, maka kami pun bersujud bersama beliau”

(diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

 Diantara dalil yang paling jelas menunjukkan bahwa sujud tilawah itu sunnah yang ditekankan (sunnah muakkad) dan tidaklah wajib adalah hadits Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan:”Aku pernah membaca surat An-Najm di hadapan Nabi, namun beliau tidak bersujud.” (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

 2. Pendengar yang mendengarkan bacaan seorang qari, ia ikut bersujud apabila si qari bersujud, namun bila si pembaca sendiri tidak bersujud, ia tidak perlu bersujud. (lihat Fathul Baari oleh Ibnu Hajar II: 58, juga Al Mughni oleh Ibnu Qudamah II: 366 serta Asy-Syarhul mumti’ oleh Ibnu Utsaimin IV: 131)

Adapun pendengar yang tidak bermaksud mendengarkan bacaan Al Qur’an tersebut, artinya ia hanya lewat lalu mendengar bacaan Al Qur’an itu, kemudian ia melihat pembacanya bersujud, tidaklah wajib bagi dirinya untuk bersujud.

 3.Sujud tilawah dalam shalat yang bacaannnya di-jahr(keras)-kan, shahih riwayatnya.

Dasarnya adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan bahwa ia pernah shalat Isya’ bersama para shahabat beliau. Kala itu beliau membaca: Idzas Samaa-un Syaqqat…”, lalu bersujud. Ada orang bertanya,” Apa itu wahai Abu Hurairah?”  Beliau menjawab: “Aku juga dahulu bersujud kala shalat bermakmum dengan Abu Qasim (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). Maka aku akan terus melakukan sujud tersebut hingga aku bertemu dengan Allah.” (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Jadi, dalam shalat jama’ah yang di-jahr-kan, apabila imam membaca ayat Sajdah lalu imam bersujud karenanya, maka makmum juga bersujud mengikuti imam. Tetapi, jika imam tidak bersujud, makmum tidak perlu bersujud.

Demikian…

Jazaakumullah khairan

Wassalamu’alaikum…


Sell on Yahoo! Auctions - No fees. Bid on great items.

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke