>From: [EMAIL PROTECTED] 
>Date: Wed Sep 21, 2005  2:02 pm
>Subject: Tanya : Nabi Dan Rasul 
>Assalaamu 'alaikum warahmatullhi wabarakaatuhu,
>Ana mau tanya :
>1. Kedudukan nabi dan rasul (Apakah nabi itu lebih tinggi 
>kedudukannya dari rasul ?)
>2. Rasul itu pasti nabi ataukah sebaliknya nabi itu pasti rasul
>sehingga rasul lebih banyak dari nabi ?
>Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah
Memang benar, ada perbedaan antara Nabi dan Rasul. Ulama mengatakan bahwa 
Nabi adalah seorang yang diberi wahyu oleh Allah dengan suatu syari'at namun 
tidak diperintah untuk menyampaikannya, akan tetapi mengamalkannya sendiri 
tanpa ada keharusan untuk menyampaikannya.

Sedangkan Rasul adalah seorang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu 
syari'at dan ia diperintahkan untuk menyampaikannya dan mengamalkannya. 
Setiap rasul mesti nabi, namun tidak setiap nabi itu rasul. Jadi para nabi 
itu jauh lebih banyak ketimbang para rasul. Sebagian rasul-rasul itu 
dikisahkan oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an dan sebagian yang lain tidak 
dikisahkan.

Dalam keutamaan. Kita mengutamakan sebagian dari para rasul atas sebagian 
yang lain sebagaimana Allah juga mengutamakan sebagian atas sebagian yang 
lain serta mengangkat sebagian dari mereka beberapa derajat. Akan tetapi 
kita tidak menyatakannya dengan nada membanggakan atau menyatakannya dengan 
nada membanggakan atau meremehkan yang diungguli.

Untuk lengkapnya silakan baca penjelasan dibawah ini yang saya salin dari 
situs http://www.almanhaj.or.id semoga bermanfaat.


PERBEDAAN NABI DAN RASUL

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin


Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : 'Apakah terdapat perbedaan 
antara Nabi dan Rasul .?"

Jawaban :
Memang benar, ada perbedaan antara Nabi dan Rasul. Ulama mengatakan bahwa 
Nabi adalah seorang yang diberi wahyu oleh Allah dengan suatu syari'at namun 
tidak diperintah untuk menyampaikannya, akan tetapi mengamalkannya sendiri 
tanpa ada keharusan untuk menyampaikannya.

Sedangkan Rasul adalah seorang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu 
syari'at dan ia diperintahkan untuk menyampaikannya dan mengamalkannya. 
Setiap rasul mesti nabi, namun tidak setiap nabi itu rasul. Jadi para nabi 
itu jauh lebih banyak ketimbang para rasul. Sebagian rasul-rasul itu 
dikisahkan oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an dan sebagian yang lain tidak 
dikisahkan.

Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum 
kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka 
ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang 
rasul membawa suatu mu'jizat melainkan dengan seizin Allah". [Ghafir : 78].

Bertolak dari ayat ini, maka dapat disimpulkan bahwa setiap nabi yang 
disebutkan di dalam Al-Qur'an adalah juga sebagai rasul.

Pertanyaan.
Apakah para rasul yang ada itu memiliki keutamaan yang sama di antara mereka 
?

Jawaban.
Rasul-rasul yang ada tidak memiliki keutamaan yang sama, Allah telah 
berfirman :

"Artinya : Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas 
sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung 
dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat". 
[Al-Baqarah : 253].

"Artinya : Sungguh telah Kami utamakan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian 
yang lain". [Al-Isra : 55].

Kita semua wajib beriman dengan seluruh rasul itu bahwa mereka itu benar dan 
jujur dalam membawa risalah serta membenarkan apa yang diwahyukan kepada 
mereka, Allah berfirman :

"Artinya : Katakanlah (hai orang-orang mu'min) :"Kami beriman kepada Allah 
dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, 
Isma'il, Ishaq, Ya'kub dan anak cucunya, dan apa yang telah diberikan kepada 
Musa dan 'Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb-nya. Kami 
tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk 
patuh kepada-Nya". [Al-Baqarah : 136]

Dan ini adalah yang diyakini oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa 
sallam dan orang-orang yang beriman. Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya 
dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman 
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya ". 
[Al-Baqarah : 285].

Maka kita tidak membedakan salah seorangpun dari rasul-rasul itu dalam hal 
mengimaninya ; masing-masing benar dan dibenarkan serta risalah yang dibawa 
adalah haq.

Akan tetapi kita boleh membedakan dalam dua hal :

Pertama :
Dalam keutamaan. Kita mengutamakan sebagian dari para rasul atas sebagian 
yang lain sebagaimana Allah juga mengutamakan sebagian atas sebagian yang 
lain serta mengangkat sebagian dari mereka beberapa derajat. Akan tetapi 
kita tidak menyatakannya dengan nada membanggakan atau menyatakannya dengan 
nada membanggakan atau meremehkan yang diungguli.

Dalam hadits yang terdapat dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa 
seorang Yahudi telah bersumpah :"Tidak ! Demi yang memilih Musa atas 
sekalian manusia". Maka seorang laki-laki dari Anshar menempeleng muka 
laki-laki Yahudi itu ketika mendengar ucapannya seraya mengatakan :"Jangan 
kau katakan demikian sedangkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 
berada di tengah-tengah kami !". Maka si Yahudi itu datang menghadap 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan mengadu kepada beliau. "Aku 
punya dzimmah (jaminan perlindungan) dan perjanjian. Lalu apa gerangan yang 
membuat si fulan menempeleng mukaku ?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam kemudian bertanya kepada laki-laki Anshar tadi :"Kenapa kamu 
menempeleng mukanya ?". Maka ia pun mengutarakan permasalahannya, dan Nabi 
akhirnya murka sampai terlihat sesuatu di muka beliau. Beliau kemudian 
bersabda, "Janganlah engkau melebihkan di antara nabi-nabi Allah!".

Dalam hadits Shahih Al-Bukhari dan yang lain juga disebutkan riwayat dari 
Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam telah bersabda :"Tidak layak bagi seorang hamba untuk mengatakan, Aku 
lebih baik daripada Yunus bin Mata !".

Kedua :
Dalam hal ittiba'. Kita tidak boleh mengikuti rasul kecuali yang memang 
diutus untuk kita, yaitu Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena 
syari'at Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menasakh seluruh syari'at 
yang sebelumnya. Allah Ta'ala berfirman :

"Artinya : Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan membawa 
kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang 
diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu ; 
maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan 
janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran 
yang datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan 
aturan (syari'at) dan jalan yang terang (minhaj)" [Al-Maidah : 48]

[Disalin dari kitab Fatawa Anil Iman wa Arkaniha, yang di susun oleh Abu 
Muhammad Asyraf bin Abdul Maqshud, edisi Indonesia Soal-Jawab Masalah Iman 
dan Tauhid, Pustaka At-Tibyan]
sumber http://www.almanhaj.or.id

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke