>From: "parukka2002" <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Sun, 10 Nov 2002 05:25:11 -0000
>Assalamu'alaikum warahmutullahi wabarakatuh.
>Saya ingin betanya, apakah sholat witir di akhir tarawih
>itu dengan >2+1 rakaat dengan dua salam atau 3 rakaat 
> dengan satu salam; manakah yang rajih?
>Di harap dapat keterangan bersama dalil-nya.
>Barakallahu fiik, wajazakumullah khairan.

Alhamdulillah,
Untuk Tata cara pelaksanaan witir tiga raka'at, penjelasannya akan 
saya salinkan dari Kitab Shalatut Tathawwu' Mafhumun, wa Fadhailun, 
wa Aqsamun, wa Anwa'un, wa Adabun Fi Dhauil Kitabi was Sunnah, edisi 
Indonesia Kumpulan Shalat Sunnah dan Keutamaannya, oleh Dr Said bin 
Ali bin Wahf Al-Qathani.

TIGA RAKA'AT DENGAN SALAM SETELAH DUA RAKA'AT, KEMUDIAN BERWITIR SATU
RAKA'AT.

Dasarnya adalah hadits Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma bahwa ia
menceritakan : "Nabi biasa memisahkan antara raka'at genap dan ganjil dengan
salam yang dapat kami dengar" [1]

Telah diriwayatkan dengan shahih dari Abdullah bin Umar secara mauquf. Dari
Nafi', bahwa Abdullah bin Umar biasa melakukan witir dengan salam antara dua
raka'at pertama dengan satu raka'at terakhir, sehingga beliau sempat
memerintahkan beberapa hal dari kebutuhannya [2]. Hadits mauquf itu bisa
menguatkan hadits marfu'. Penulis sendiri pernah mendengar guru kita Imam
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah tentang Witir tiga raka'at,
bahwa itu dilakukan dengan dua kali salam : "Itu lebih utama, bagi orang
yang ingin shlat tiga raka'at, dan inilah yang mendekati kesempurnaan" [3]

TIGA RAKA'AT SECARA LANGSUNG, DENGAN HANYA DUDUK DI RAKA'AT TERAKHIRNYA.
Dasarnya hadits Abu Ayyub Radhiyallahu 'anhu yang tercantum di dalamnya :
"Barangsiapa yang ingin berwitir tiga raka'at, hendaknya ia melakukannya"
[4]

Juga hadits Abdullah bin Ka'ab Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam pada waktu witir membaca " Sabbihis Marabbikal A'la", pada
raka'at kedua membaca " Qul Yaa Ayyuhal Kaafirun". Dan pada rakaat ke tiga
membaca " Qul Huwallahu Ahad" Usai salam, beliau mengucapkan " Subhanal
Malikil Quddus" tiga kali [5] Akan tetapi tiga rakaat itu beliau lakukan
sejaligus, dengan hanya satu kali tasyahhud di akhirnya. Karena kalau
dilakukan degan dua kali tasyahud, akan mirip dengan shalat Maghrib [6]
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melarang shalat sunnah
diserupakan dengan shalat Maghrib [7], berdasarkan hadits Abu Hurairah
Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam diriwayatkan
bahwa beliau bersabda : "Janganlah kalian berwitir tiga raka'at. Berwitirlah
lima rakaat atau tujuh raka'at. Jangan serupakan dengan shalat Maghrib. [8]

Al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahulah menggabungkan antara hadits-hadits dan
riwayat yang membolehkan Witir tga rakaat dalam penafsiran bahwa ketiga
rakaat itu dalam shalat hingga akhir, dengan hadits-hadits yang melarang
witir tiga rakaat dalam penafsiran bahwa itu dilakukan dengan dua kali
tasyahud, hingga menyerupai shalat Maghrib" [9]

Di antara dalil yane munnjukka. Witir tiga rakaat adalah adalah hadits
Al-Qasim dari Abdullah bin Umar, bahwa ia berkata : Rasulullah bersabda :
"Shalat pada waktu malam itu dua-dua rakaa'at. Bila engkau hendak
menyelesaikannya, hendaknya shalat satu raka'at itu bisa menjadi witir dari
shalat yang sudah kamu lakukan".

Al-Qasim menyatakan : "Lami sendiri pernah melihat banyak orang semenjak
kami nalar, yang melakukan witir tiga raka'at. Sesungguhnya masalah ini
cukup luas. Aku kira tidak ada yang salah dari semua cara itu. [10]

[Disalin dari Kitab Shalatut Tathawwu' Mafhumun, wa Fadhailun, wa 
Aqsamun, wa Anwa'un, wa Adabun Fi Dhauil Kitabi was Sunnah, edisi 
Indonesia Kumpulan Shalat Sunnah dan Keutamaannya, oleh Dr Said bin 
Ali bin Wahf Al-Qathani]
__________
Foote Note

[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban [Ihsan} dengan No. 2433,2434,2435.
Diriwayatkan juga oleh Ahmad II : 76 dari itab bin Ziyaad. AL-Hafidz Ibnu
Hajar menyatakan dalam Fathul Baari II : 482 :"Sandanya kuat". Al-Albani
Rahimahullah menyatakan : "Hadits ini memiliki riwayat penguat yang marfu'.
Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam biasa melakukan witir dengan memisahkan antara dua raka'at dengan
satu raka'at". Sanadnya Shahih, berdasarkan persyaratan Al-Bukhari dan
Muslim. Beliau juga menisbatkan hadits ini kepada Ibnu Abi Syaibah. Lihat
Irwaaul Ghalil II : 150.

[2] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Al-Witr, bab : Riwayat Tentang
Witir, no. 991. Diriwayatkan juga dalam Al-Muwatha' Imam Malik I : 125.

[3] Penulis mendengarnya secara langsung ketika beliau menjelaskan
Ar-Raudhul Murbi II : 187 tertanggal 1:11: 1419H.

[4] Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan no. 1422. Diriwayatkan oleh An-Nasa'i
dengan no. 1712. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan no. 1192. Diriwayatkan
oleh Ibnu Hibban dalam Shahih-nya dengan no. 670. Diriwayatkan oleh Al-Hakim
I : 302, dan telah ditakhrij sebelum ini.

[5] Diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam kitab Qiyamullail dan Shalat Sunnah
Siang, bab Ikhtilafin naqilan li khabar Ubay Ibnu Ka'b fii witri 1201 dan
dishahihkan dalam Shahih Sunnan An-Nasa'i oleh Al-Albani 1/372, dan lihat
Nailul Authar 2/211, dan lihat Fathul Bari karya Ibnu Hajar ada syawahid
disana 2/481 dan Nailul Authar ASy-Syaukani 2/212.

[6] Saya dengan ini dari Imam Abdul Aziz Ibnu Baz ketika mensyarah Ar-Raudh
Al-Murbi' 2/188 dikala membasah witir 3 rakaat dengan satu salam, beliau
berkata : "Namun jangan siserupakan dengan Maghrib, langsung saja".

[7] Lihat ASy-Syarh Al-Mufti Al-'Alamah Ibn Utsaimin 3/21.

[8] Ibnu Hibban (Al-Ihsan] 2429, Ad-Daruquthni 2/24, Al-Baihaqi 3/31,
Al-Hakim menshahihkan dan disetujui Adz-Dzahabi 1/304, Ibnu Hajar berkata
dalam Al-Fath 2/481, isnadnya sesuai syarat Syaikhan berkata dalam
At-Talkish 2/14 no. 511 isnadnya semuanya tsiqat dari tidak mengapa
pemauqufan orang yang mengnggapnya mauquf.

[9] Lihat Fathul Baari Syarah dari Shahih Al-Bukhari, oleh Ibnu Hajar II :
481 dan juga Nailul Authar oleh ASy-Syaukani II : 214.

[10] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
dan ini lafazhnya dengan no. 993. Diriwayatkan oleh Muslim dengan no. 743
dan telah ditakhrij sebelumnya.

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Click here to rescue a little child from a life of poverty.
http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke