>From: umar barmawi <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Tue Nov 22, 2005  2:36 pm
>Subject: Tanya doa anak terhadap orang tua
>Bismilllahirrahmaanirrahiim
>Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
>Mungkin ada yang bisa menjelaskan :
>Mengenai doa anak terhadap orang tua yang sudah meninggal dunia, 
>jika orang tua sewaktu hidup melakukan kebid'ah an.
>wassalamualaikum warohmatullahi wa barakatuh

Alhamdulillah
Mendo'akan orang tua. Sebagaimana dalam ayat "Robbirhamhuma kamaa rabbayaani 
shagiiro" (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka 
berdua telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya orang tua belum 
mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta bid'ah, kita harus 
tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan 
perkataan yang lemah lembut sambil berdo'a di malam hari, ketika sedang 
shaum, di hari Jum'at dan di tempat-tempat dikabulkannya do'a agar ditunjuki 
dan dikembalikan ke jalan yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Apabila kedua orang tua telah meninggal maka : Yang pertama : Kita lakukan 
adalah meminta ampun kepada Allah Ta'ala

Lengkapnya saya ringkaskan dari situs http://www.almanhaj.or.id semoga 
bermanfaat

BENTUK-BENTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Kelima
Mendo'akan orang tua. Sebagaimana dalam ayat "Robbirhamhuma kamaa rabbayaani 
shagiiro" (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka 
berdua telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya orang tua belum 
mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta bid'ah, kita harus 
tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan 
perkataan yang lemah lembut sambil berdo'a di malam hari, ketika sedang 
shaum, di hari Jum'at dan di tempat-tempat dikabulkannya do'a agar ditunjuki 
dan dikembalikan ke jalan yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Apabila kedua orang tua telah meninggal maka :

Yang pertama : Kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allah Ta'ala dengan 
taubat yang nasuh (benar) bila kita pernah berbuat durhaka kepada kedua 
orang tua sewaktu mereka masih hidup.

Yang kedua : Adalah mendo'akan kedua orang tua kita.

Dalam sebuah hadits dla'if (lemah) yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan 
Ibnu Hibban, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi 
wa sallam.

"Apakah ada suatu kebaikan yang harus aku perbuat kepada kedua orang tuaku 
sesudah wafat keduanya ?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ya, 
kamu shalat atas keduanya, kamu istighfar kepada keduanya, kamu memenuhi 
janji keduanya, kamu silaturahmi kepada orang yang pernah dia pernah 
silaturahmi kepadanya dan memuliakan teman-temannya" [Hadits ini dilemahkan 
oleh beberapa imam ahli hadits karena di dalam sanadnya ada seorang rawi 
yang lemah dan Syaikh Albani Rahimahullah melemahkan hadits ini dalam 
kitabnya Misykatul Mashabiih dan juga dalam Tahqiq Riyadush Shalihin 
(Bahajtun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin Juz I hal.413 hadits No. 343)]

Sedangkan menurut hadits-hadits yang shahih tentang amal-amal yang diperbuat 
untuk kedua orang tua yang sudah wafat, adalah :

[1] Mendo'akannya
[2] Menshalatkan ketika orang tua meninggal
[3] Selalu memintakan ampun untuk keduanya.
[4] Membayarkan hutang-hutangnya
[5] Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syari'at.
[6] Menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang keduanya juga pernah 
menyambungnya

[Diringkas dari beberapa hadits yang shahih]

Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dari sahabat Abdullah 
bin Umar Radhiyallahu 'anhuma.

"Artinya : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
"Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali 
silaturrahmi kepada teman-teman bapaknya sesudah bapaknya meninggal" [Hadits 
Riwayat Muslim No. 12, 13, 2552]

Dalam riwayat yang lain, Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma menemui 
seorang badui di perjalanan menuju Mekah, mereka orang-orang yang sederhana. 
Kemudian Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepada orang tersebut dan 
menaikkannya ke atas keledai, kemudian sorbannya diberikan kepada orang 
badui tersebut, kemudian Abdullah bin Umar berkata, "Semoga Allah 
membereskan urusanmu". Kemudian Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhumua 
berkata, "Sesungguhnya bapaknya orang ini adalah sahabat karib dengan Umar 
sedangkan aku mendengar sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Artinya : Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali 
silaturrahmi kepada teman-teman ayahnya" [Hadits Riwayat Muslim 2552 (13)]

Tidak dibenarkan mengqadha shalat atau puasa kecuali puasa nadzar [Tamamul 
Minnah Takhrij Fiqih Sunnah hal. 427-428, cet. III Darul Rayah 1409H, lihat 
Ahkamul Janaiz oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hal 213-216, cet. 
Darul Ma'arif 1424H]

[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua 
Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - 
Jakarta]

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke