Assalamu'alaikum wr.wb. Masih seputar pertanyaan tentang berdoa dengan mengangkat tangan. Membaca keterangan dari Al Akh Budi Wibowo, ana terinspirasi untuk mengajukan pertanyaan selanjutnya menurut keterangan yang ana dapatkan. Afwan sebelumnya...
Dalam Syarah Hadist Arba'in Imam Nawawi oleh Ibnu Daqiq Al 'Ied pada Hadist ke-10 tentang bab Makanlah Dari Rezeki yang Halal, disebutkan: Dalam hadist Rasulullah menceritakan tentang kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, berambut kusut, dan berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa. Kalimat "menengadahkan kedua tangannya" maksudnya berdoa kepada Allah memohon sesuatu,..." Dalam penjelasan global dapat disimpulkan (sesuai keterbatasan pemahaman ana) bahwa laki2 tersebut telah melakukan kebaikan2 dengan melaksanakan kaifiyah berdoa (dalam perjalanan jauh, menengadahkan tangan, dan mengulang-ulang kalimat ya rabbi), namun doanya tidak dikabulkan karena makanan, minuman, pakaian, dan dikenyangkan oleh sesuatu yang haram. Pertanyaan ana: 1. Benarkah pemahaman hadist tersebut? 2. Seandainya benar, dalam konteks atau situasi apa (selain minta hujan dalam sholat istisqa'), diperbolehkannya mengangkat kedua tangan? Jazzakumullah khairan... --- Budi Aribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Apakah Mengangkat Tangan saat Berdoa setelah > Selesai Shalat ? > > Berikut pendapat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah > bin Baz, > > "Semua doa yang terdapat pada zaman Rasulullah SAW > dan beliau tidak mengangkat kedua tangannya, maka > tidak disyariatkan bagi kita untuk mengangkat tangan > demi mengikuti Rasulullah SAW, seperti saat khutbah > jum'at, khutbah hari raya, berdoa diantara 2 sujud, > berdoa di akhir shalat dan setelah shalat. Karena > semua itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah, > yang mana kita diperintahkan untuk mengikuti > Rasulullah baik yang beliau lakukan ataupun yang > beliau tinggalkan" (Fatawa Islamiyah 3/174) > > Syaikh Utsaimin juga memberikan pendapat yang sama > ketika beliau ditanya tentang hukum mengangkat > tangan dan berdoa seusai shalat, > > "Tidak disyariatkan apabila selesai shalat > mengangkat tangan sambil berdoa, karena kalau dia > ingin berdoa maka lebih utama dilakukan di saat > shalat daripada setelah shalat sebagaimana yang > terdapat dalam hadits Ibnu Mas'ud" (Fatawa Arkani > Islam hal. 339) > > Hal ini disebabkan karena kebiasaan Rasulullah SAW > setelah shalat adalah berdzikir bukan berdoa > sebagaimana penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, > > "Tidak ada satupun sahabat yang meriwayatkan bahwa > Rasulullah apabila setelah selesai shalat lalu > beliau berdoa bersama para sahabatnya, akan tetapi > Beliau SAW hanya berdzikir kepada Allah, sebagaimana > yang terdapat dalam banyak hadits" (Majmu' Fatawa > 22/492) > > Maraji': > Disarikan dari tulisan Ustadz Ahmad Sabiq bin > Abdul Lathif Abu Yusuf pada Majalah Al Furqan, > Lajnah Dakwah Ma'had Al Furqan, Gresik, Edisi 8, > Tahun IV, Rabi'ul Awal 1426 H > > [Lalu kapankah mengangkat tangan atau tidak > mengangkat tangan ketika berdoa ? Untuk menjawab > pertanyaan tersebut maka Syaikh Muhammad bin Shalih > al Utsaimin dalam Liqa' Bab Maftuh hal. 17 dan 18 > telah memberikan 3 panduannya sebagai berikut, > > > Yang jelas ada sunnahnya dari Rasulullah SAW, > maka disunnahkan untuk mengangkat tangan saat > berdoa. Misalnya doa istisqa' (doa minta hujan), > berdoa di atas bukit Shafa dan Marwa serta lainnya. > > > Yang jelas tidak ada sunnahnya, maka tidak boleh > mengangkat tangan. Seperti berdoa pada saat shalat > dan pada tasyahud akhir. > > > Yang tidak ada dalilnya secara langsung, apakah > mengangkat tangan atau tidak, maka pada dasarnya, > hukumnya adalah termasuk dalam adab berdoa yaitu > mengangkat tangan. > > Adapun hadits shahih yang menunjukan > disyariatkannya mengangkat tangan kedua tangan di > dalam berdoa adalah hadits yang berasal dari sahabat > Salman Al Farisi ra., Rasulullah SAW bersabda, > > "Sesungguhnya Allah itu Maha Pemalu dan Pemurah, > Dia malu terhadap hamba-Nya apabila mengangkat kedua > tangan untuk berdoa lalu mengembalikannya dengan > tangan hampa" (HR. Abu Dawud no. 1488 dan At > Tirmidzi no. 1753, lihat Shahihul Jami' no. 1753)] > > Dari Abu Dzar ra., Rasulullah SAW bersabda, > "Jibril berkata kepadaku, 'Barangsiapa diantara > umatmu meninggal dunia dalam keadaan tidak > menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti > dia masuk surga'" (HR. Bukhari-Muslim, hadits ini > terdapat dalam Kitab Shahih Bukhari dan Kitab > Riyadush Shalihin) _______________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
