bismillahirrahmaanirrahiim
 
assalaamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh,
 
kita tentunya perlu mengedepankan husnudhon kepada al-akh si penanya, sebagaimana perkataan beliau "Mohon penjelasan",
jadi tentunya beliau mengharapkan solusi bukan bantahan... bisa jadi beliau kena syubhat atau memang belum tahu,
 
1. maka tentang khutbah jumat menggunakan bahasa selain bahasa Arab, telah dijelaskan oleh para ulama' diantaranya (yang saya tahu) dalam Majmu' Fatawa syaikh ibnu Baz dan syaikh Ibnu Utsaimin (rahimahumallahu ta'ala).
 
menurut syaikh bin baz, (kurang lebihnya) bahwa memang ada sekelompok ulama' mengharuskan khutbah jum'at dalam bahasa Arab, dan ada pula sekelompok yang membolehkan bahasa selain Arab apabila pendengarnya tidak memahami bahasa Arab. Lalu beliau pun menjelaskan hujjah serta pentingnya daripada khutbah itu sebagai nasihat, pengajaran dll. Nasihat, pengajaran itu tidak lain untuk mengeluarkan dari kegelapan kepada cahaya Allah, maka bagaimana akan tersampai apabila pendengarnya tidak memahami ?.
 
berikut ini kurang lebihnya terjemahan fatwa syaikh Utsaimin (karena lebih ringkas dan lebih pas dengan persoalan),
Fatwa no. 6421, Fadhilatus syaikh rahimahullahu ta'ala ditanya, "Bagaimana hukumnya khutbah dengan bahasa selain Arab ?"
 
maka beliau, fadhilatus syaikh menjawab,
Yang benar dalam masalah ini adalah boleh bagi seorang khotib jumat berkhutbah dengan bahasa yang dipahami para hadirin, misalnya suatu kaum yang diluar Arab dan tidak paham bahasa Arab, maka sang khotib boleh berkhutbah dengan bahasa mereka. Karena ini adalah wasilah (sarana) tersampainya bayan (penjelasan) bagi mereka, dan tujuan daripada khutbah adalah penjelasan tentang hukum-hukum Allah subhaanahu wa ta'ala bagi para hamba, dan nasihat serta pengajaran bagi mereka. Kecuali ayat-ayat al-Qur'an wajib dibaca dalam bahasa Arab, kemudian boleh dijelaskan tafsirnya dalam bahasa kaum tersebut. Dan yang menjadi dalil bolehnya berkhutbah dengan bahasa yang dipahami kaumnya adalah firman Allah ta'ala,
 
"Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana." [Ibrahim 4]
 
Maka Allah telah menjelaskan (dalam ayat tersebut -pent), bahwa wasilah tersampainya bayan itu tidak lain dengan bahasa yang dipahami para pendengar.
waAllahu a'lam
 
[Majmu' Fatawa syaikh Utsaimin jilid 16 http://binothaimeen.com]
 
2. kemudian tentang tetapnya sunnah shalat tarawih berjama'ah, telah dibahas panjang lebar oleh syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitab beliau shalatut tarawih dan qiyam ramadhan, bantahan terhadap orang yang mengklaim bahwa shalat tarawih berjama'ah adalah bid'ah.
 
Diantaranya yang beliau tekankan adalah, bahwa tidak keluarnya rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada hari keempat untuk shalat tarawih (sementara para shahabat beliau sudah menunggu dan mereka berjubel banyak sekali ingin mengikuti shalat beliau), adalah karena adanya alasan khawatir akan dijadikan wajib lalu memberatkan umatnya, kemudian sampai beliau shallallahu alaihi wa sallam wafat ternyata tidak diwajibkan dan tentunya wahyu telah terputus. Dengan demikian tidak ada lagi alasan  untuk khawatir pada hari keempatnya dan seterusnya.
waAllahu a'lam bis shawab, silakan merujuk kitab-kitab beliau.
 
maka jawaban ringkasnya atas perkataan penanya "Kalau kita ingin mengikuti sunnah nabi secara konsekwen tentunya,...",
adalah : berarti kita perlu memahami sunnah nabi shallallahu alaihi wa sallam dengan merujuk kepada pemahaman para ulama', yang mereka tentunya telah berkecimpung dalam hadits-hadits, bukan atas pandangan pribadi kita sehingga berkesimpulan secara prematur.
 
waAllahu ta'ala a'lamu bis shawab,
 
abu iisa alghurahy

----- Original Message -----
Sent: Wednesday, December 14, 2005 5:30 PM
Subject: Re: [assunnah] Tanya Praktik Sholat Jumat

Bismillah,
  Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh
  
  Dari mana antum mengetahui bahwa khutbah sholat jum'at harus pakai
bahasa Arab? Apakah ada dalilnya?

Mengenai tarawikh, antum jangan baca hanya dari hadist lalu
mengartikan sendiri, tapi penjelasan para shahabat/ulama yang
menafsirkan hadist tsb.
  
  Semoga kita dimudahkan dalam menemukan dalil shahih. Amin.
  
 
muhammad hilmi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
  
  Kalau kita ingin mengikuti sunnah nabi secara konsekwen,

  tentunya kita pada waktu sholat jumat dan khutbah menggunakan bahasa
arab, kenapa kita menggunakan bahasa Indonesia? begitu juga sholat
terawih berjamaah, seharusnya kita sholat hanya tiga malam saja dan
tidak berurutan, namun kita melakukan satu bulan penuh.

  
  Mohon penjelasan. terimakasih



------------------------------------------------------------------------
Website Islam pilihan anda.
http://www.assunnah.or.id
http://www.almanhaj.or.id
Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu
Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED]
------------------------------------------------------------------------




SPONSORED LINKS
Islam Sunnah


YAHOO! GROUPS LINKS




Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Kirim email ke